Bulan: September 2015

Akankah The Fed Menaikkan Suku Bunga Di Bulan Desember ?

Posted on

Beberapa skenario yang mungkin timbul atas keputusan moneter The Fed kedepannya masih ditentukan oleh kondisi ekonomi AS serta outlook kinerja ekonomi secara keseluruhan.

Sebenarnya kondisi ekonomi AS saat ini kurang lebih sudah bisa menjadi pijakan atas keputusan kenaikan suku bunga pertama pada rapat FOMC di September, namun data yang bakal dirilis dalam waktu dekat, biasanya menunjukkan performa bulan sebelumnya kurang begitu mencerminkan kekacauan volatilitas di pasar keuangan yang terjadi di bulan berjalan.

Padahal Outlook ekonomi AS kemungkinan besar turut terimbas oleh event yang terjadi di China, sehingga membayangi outlook kebijakan moneter The Fed. Penyesuaian kebijakan nilai tukar yang dilakukan oleh China sendiri memang tidak menjadi faktor yang tinggi pada kinerja ekonomi AS, namun kolaps nya bursa saham China telah menular ke pasar asset AS dan berpotensi menjelma jadi resiko negatif untuk kinerja ekonomi AS, khususnya jika krisis tidak kunjung stabil di jangka pendek.

Ekonomi Melambat

Secara keseluruhan kondisi pasar keuangan yang ikat pinggang berisiko memangkas persentasi laju GDP AS di 2016 sebesar 0.3 – 0.5 persen poin. Sentimen market terimbas oleh shock di China yang mengakibatkan penurunan harga komoditas AS dan menekan laju inflasi AS untuk lebih rendah, sehingga mendorong imbal hasil riil keatas. Contohnya seperti yield bond korporat, melebarnya spread, faktor penguatan dollar di saat bersamaan harga saham anjlok, dan kondisi pasar keuangan kurang likuiditas / mengetat. Mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi China, ditambah resiko shutdown pemerintah AS di bulan Oktober (jika deal anggaran parlemen tidak meraih kesepakatan). Beberapa faktor ini maka skenario kenaikan Fed Rate / suku bunga The Fed di bulan September lebih kecil peluang.

Skenario Kenaikan Bunga September Memudar

Jika mengasumsikan hasil rapat FOMC di bulan September ini, para anggota dewan tidak sepakat untuk menaikkan suku bunga, namun laju pertumbuhan masih dalam level yang cukup sehat dan imbas negatif dari China bisa membaik, maka terdapat skenario bahwa bank sentral AS masih mempertimbangkan normalisasi kebijakan moneter dalam waktu dekat. Kondisi pasar keuangan saat ini masih kurang ideal timing nya untuk menaikkan suku bunga dalam rapat FOMC terdekat, oleh sebab itu rapat FOMC di Desember lah yang paling memungkinkan.

Beberapa alasanya adalah rapat FOMC di Oktober tidak menjadwalkan adanya konferensi pers paska rapat FOMC, meski pejabat The Fed sempat menyinggung sebelumnya bahwa mereka tidak membutuhkan konferensi pers untuk menaikkan suku bunga, namun dapat diasumsikan bahwa pengumuman kenaikan suku bunga pertama FOMC dalam 9 tahun terakhir sepantasnya dilakukan pada rapat FOMC yang disertai konferensi pers yang sudah terjadwal. Hal ini diperlukan untuk mengurangi ketidakpastian di market dan mengurangi gejolak harga secara berlebihan.

Maka peluang kenaikan Fed Rate di Oktober masih terbuka, khususnya jika outlook kinerja ekonomi AS tidak ada mengalami penurunan.

Skenario lainnya adalah kenaikan suku bunga di rapat FOMC Desember, dimana The Fed akan memiliki waktu tambahan untuk menganalisis imbas dari problem di China terhadap AS. Di lain sisi, timing kenaikan Fed Rate di akhir tahun ini kurang ideal juga karena biasanya likuiditas market condong rendah di Desember sehingga dikhawatirkan memicu shock pasar keuangan. The Fed memiliki perangkat moneter lainnya untuk mengatasi likuiditas rendah, asalkan stress pasar keuangan tidak memuncak di bulan Desember. Mungkin caranya dengan mengkomunikasikan secara jelas bahwa likuiditas di akhir tahun masih akan di support oleh bank sentral. Skenario tambahan adalah, The Fed mungkin akan mencoba menaikkan Fed funds rate efektif hanya 13 basis point, ketimbang menaikkan 25 basis point, selama timing pertama kenaikan di akhir tahun yang merupakan periode low liquidity. Diharapkan skenario ini dapat mengurangi shock kenaikan suku bunga pertama, namun seiring dengan kondisi market yang masih sulit dengan berbagai tantangan sejauh ini menyebabkan shock pasar keuangan sulit untuk terhindarkan.

Peluang Kenaikan Fed Rate di Desember

Opsi terbaik kemungkinan adalah kenaikan Fed Rate di Desember, meskipun tidak berarti tanpa resiko. Terdapat keterbatasan bagi The Fed untuk mengatasi likuiditas rendah seiring dengan kapasitas struktural di pasar keuangan sudah mulai berkurang. Selain itu masih ada resiko krisis yang berkembang di China tidak terkelola dengan baik. Semakin lama kondisi pasar keuangan di AS terimbas oleh problem di China, maka dampaknya akan semakin besar terhadap kinerja perekonomian domestik Amerika Serikat.

Dalam skenario terburuk ini, The Fed akan menunda kenaikan suku bunga pertama mereka hingga tahun depan, mungkin di bulan January 2016, namun seperti juga jadwal FOMC meeting di Oktober, rapat January tersebut tidak dijadwalkan bersamaan dengan konferensi pers. sementara FOMC Meeting bulan Maret 2016 dijadwalkan akan diikuti dengan konferensi pers.

Iklan

Emas Sentuh Level Terendah Satu Bulan

Posted on

Pelemahan Dollar yang di hari Jumat tidak banyak membatu emas untuk menguat, logam mulia ini akhirnya mencatat penurunan tiga pekan beruntun, dan menyentuh level terendah satu bulan. Para pelaku pasar lebih banyak menanti keputusan suku bunga Federal Reserve pekan depan.

The Fed akan mengadakan rapat moneter selama dua hari mulai 16 September waktu setempat, dan akan menentukan pergerakan emas setidaknya dalam jangka pendek. Hasil rapat moneter The Fed masih tidak pasti akibat pelambatan ekonomi China, data ekonomi yang variatif, dan gejolak di pasar finansial.

Kenaikan suku bunga cenderung menguatkan dollar dan menekan komoditas yang berdenominasi dollar seperti emas, harga komoditas menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. Emas pada perdagangan Jumat berakhir di level $1.108,02 per troy ons, dengan level tertinggi harian $1.112,88, dan terendah $1.098,82 (platform Monex Trader).

Mau trading Emas Klik Link ini!

Teknikal Outlook 11 September 2015

Posted on

  • EUR/USD. Bias bearish untuk membidik support terdekat di area 1.1200 sebelum harga bisa tertekan ke area yang lebih rendah, support 1.1145 atau bahkan support kunci 1.1080. Sementara resisten terdekat terletak di area 1.1330. penembusan area ini dapat memicu momentum bullish untuk membidik area 1.1400 dan resisten kunci ada di area 1.1470.
  • GBP/USD. Bias bullish untuk membidik resisten terdekat 1.5530 dan penembusan area ini akan mengangkat harga menuju tahanan 1.5595. Resisten kunci berada di area 1.5670. Di sisi lain, support terdekat di kisaran 1.5400 dan penurunan konsisten di bawah area ini akan menghadapi area 1.5320 sebelum harga bisa menguji support kunci 1.5260.
  • USD/JPY. Harga berpotensi bergerak melemah untuk membidik support terdekat 119.80 yang dapat menyeret harga untuk membidik area 119.00 dan mungkin support kunci 118.40. Akan tetapi jika harga konsisten naik di atas resisten 121.40, harga dapat semakin menguat dengan resisten berikutnya di kisaran 122.20 dan resisten kunci di 123.00.
  • USD/CHF. Momentum bullish mulai memudar, dan harga terjaga dalam range perdagangan ketat di kisaran 0.9700 – 0.9825. Bias netral dalam jangka pendek, break ke luar dari range tersebut akan memberikan kita arah yang lebih jelas menuju resisten selanjutnya di sekitar area 0.9900 atau support selanjutnya di sekitar area 0.9580.
  • AUD/USD. Data tenaga kerja yang kuat melambungkan aussie kemarin, namun dibutuhkan break ke atas area 0.7120 untuk melanjutkan pergerakan bullish menuju area 0.7175 atau bahkan area 0.7235. Sementara itu untuk pergerakan turun, support terdekat ada pada area 0.7040. Break ke bawah area ini akan melanjutkan outlook bearish jangka menengah untuk menguji support pada  area 0.6910 sebelum menuju area 0.6800 atau bahkan area 0.6700.
  • XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 1098. Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 1090 atau bahkan lebih rendah. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 1117 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 1124.
  • Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 21815 untuk menambah tekanan bullish setidaknya mengincar area 22200. Support terdekat tampak di area 21200, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area support 20600.
  • Nikkei Futures. Bias intraday berubah menjadi bullish di jangka pendek, khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten diatas area 18245, untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 18630. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 17835, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 17380 sebelum melanjutkan uptrend.
  • Kospi Futures. Harga berada dalam fase koreksi bearish setelah gagal menembus ke atas area 236.00, menuju kembali ke area 231.00. Break ke bawah area ini akan memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 228.55. Sementara untuk pergerakan naik, break ke atas area 236.00 akan membuka peluang untuk menguji area 241.50.

Mau demo Klik Link ini

MONEX CORPORATE SEMINAR (MCS) | Global Market SELL OFF Mengubah Risiko Menjadi Peluang

Posted on

“MONEX CORPORATE SEMINAR” (MCS) BEGINNER
Global Market SELL OFF Mengubah Risiko Menjadi Peluang

Hari/Tgl : Rabu, 16 September 2015​

Pukul     : 18.00 s/d 20.00 WIB

Tempat  : Ruang Seminar
                   PT. Monex Investindo Futures
                   The City Tower 29th Floor
                   Jl.M.H.Thamrin No.81
                   Jakarta 10310​
Daftar hubungi (Iyan 081289151142 )
image001(1)