Bulan: November 2013

Technical Outlook 27 November 2013

Posted on

  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, dibutuhkan break dibawah area 1.3490 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 1.3400, sebelum membidik area 1.3295 dalam jangka yang lebih panjang. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1.3560, break konsisten diatas area tersebut akan memicu tekanan bullish lebih lanjut, menguji kembali area 1.3630 sebelum kembali turun.
 
  •  GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, dibutuhkan break dibawah area 1.6150 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 1.6060. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1.6260, break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, kemungkinan menguji area 1.6380 sebelum kembali turun.
 
  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 102.00, sebelum membidik area resisten kunci 103.70. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat pada area 100.40 – 100.60, break konsisten dibawah area tersebut akan memicu skenario koreksi bearish menguji kembali area 99.00.
 
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek, khususnya jika harga mampu break diatas area 0.9125 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.9190. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 0.9075, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji area 0.9025.
 
  •  AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, dibutuhkan break dibawah area 0.9090 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area support 0.9025 sebelum membidik area 0.8965 dalam jangka yang lebih panjang. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 0.9185, break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek.
 
  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 1250, sementara support terdekat terlihat disekitar area 1235. Break diatas area 1250 akan memberikan dorongan ke atas menguji area 1265. Disisi lain, break konsisten diabwah area 1235 seharusnya memicu momentum bearish menguji kembali area 1225.
 
  • Hang Seng Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 23740. Break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 23870. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 23540, break konsisten dibawah area tersebut akan membawwa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 23470.
 
  • Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 15535, break konsisten diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 15645. Disisi lain, support terdekat terlihat disekitar area 15310. Break dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 15250.
 
  • Kospi Futures. Bias masih bullish menuju area 268.50 atau bahkan area 269.50, terutama jika harga dapat bertahan di atas area 266.85. Sementara stochastic pada grafik 1 jam mengindikasikan fase koreksi bearish dalam jangka pendek menguji support pada area 265.20. Break ke bawah area ini dapat melanjutkan koreksi bearish menuju area 263.85 atau bahkan area 262.50. Bagaimanapun kami masih lebih memilik outlook bullish selama harga bertahan di atas area 258.00.
Iklan

Technical Outlook 26 November 2013

Posted on

  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, dibutuhkan break dibawah area 1.3480 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 1.3400, sebelum membidik area 1.3295 dalam jangka yang lebih panjang. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1.3560, break konsisten diatas area tersebut akan memicu tekanan bullish lebih lanjut, menguji kembali area 1.3630 sebelum kembali turun.
 
  •  GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, dibutuhkan break dibawah area 1.6150 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 1.6060. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1.6260, break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, kemungkinan menguji area 1.6380 sebelum kembali turun.
 
  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 103.70, sebelum membidik area 107.90 dalam jangka yang lebih panjang. Hanya break dibawah area 101.55 akan memicu fase koreksi bearish menuju area 100.60 – 99.00 sebelum kembali melanjutkan uptrend.
 
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek, khususnya jika harga mampu break diatas area 0.9190 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.9250. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 0.9075, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji area 0.9025.
 
  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji setidaknya area 0.9020, sebelum menguji kembali area 0.8850. Pada pergerakan keatas, hanya rally melewati area 0.9280 akan memicu fase koreksi bullish lebih lanjut menguji area 0.9340 – 0.9375 sebelum kembali turun.
 
  • XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 1235, break dibawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji kembali area 1225. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1260. Break konsisten dibawah area tersebut akan menambah tekanan bullish menguji area 1270.
 
  • Hang Seng Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 23830. Break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 23950. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 23650, break konsisten dibawah area tersebut akan memberikan lebih banyak tekanan kebawah menguji area 23540.
 
  • Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 15600, break konsisten diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 15750. Sementara kegagalan menembus diatas area 15600 dapat mengkoreksi harga ke 15460 akibat indikator stochastic dan RSI yang berada pada wilayah jenuh beli. Break dibawah area tersebut akan memberikan lebih banyak tekanan kebawah untuk menguji area 15330.
 
  • Kospi Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek, selama harga bertahan di atas area 265.20, menuju area 266.85 sebelum menguji resisten pada area 268.50 dan 269.50. Sementara itu, break ke bawah area 265.20 dapat memicu skenario koreksi bearish kembali ke area 263.85 atau bahkan 262.50. Untuk jangka yang lebih panjang, kami masih lebih memilih outlook bullish selama harga bertahan di atas area 258.00.

Harga Emas Terjun Ke 1224 Akibat Beberapa Isu Negatif

Posted on

Monexnews – Harga emas terjun ke level $1224 per troy ons dari level 1338 sekitar pukul 13.00 WIB, menjelang pembukaan pasar Eropa, hari ini (25/11) akibat akumulasi dari beberapa berita yang memberikan tekanan bagi harga emas. Pagi ini berita dari Hedge Fund John Paulson yang tidak akan membeli emas lagi karena tidak ada indikasi inflasi meninggi di AS merupakan salah satu isu negatif bagi harga emas.

Disusul dengan berita tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS terkait program nuklir Iran dimana Iran akan memperlambat program nuklirnya dengan catatan AS akan melepas sebagian embargo ekonominya terhadap Iran. Berita ini memberikan sentimen positif ke pasar keuangan yang mengangkat indeks saham regional dan berujung pada beralihnya investor dari emas ke bursa saham sehingga berita ini menekan harga emas.

Harga emas kini berada di kisaran $1230 per troy ons, sedikit mengalami rebound setelah penurunan cukup dalam. Tapi tampaknya tren penurunan masih belum hilang dari pasar.

Euro Harus Atasi MA 50 (1.3560 )

Posted on

Euro Harus Atasi MA 50
Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat menyediakan kesempatan naik bagi euro. Namun, euro harus bisa mencatatkan level penutupan harian di atas MA 50 (1.3560) untuk melanjutkan rally; dimana kegagalan dapat memicu aksi profit-taking pasca rally kencang dalam dua sesi terakhir. Euro mungkin akan bergerak sideways untuk sementara waktu seiring euro kini terperangkap di antara Moving Average (MA) 50 dan 100.
Untuk jangka pendek, posisi long lebih sesuai dengan stop-loss 1.3430. 1.3580 dan 1.3645 (harga tertinggi 20 November dan 3 Oktober) adalah resisten. 1.3500 dan 1.3440 (harga terendah 2 Oktober dan 4 November dan MA 100) merupakan support.
Resistance Level : 1.3580, 1.3645, 1.3700
Support Level      : 1.3500, 1.3440, 1.3395
 

Waspadai Aksi Profit-Taking Sterling

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dapat menyediakan peluang kenaikan bagi sterling. Sentimen cukup bullish seiring sterling masih diperdagangkan di atas Moving Average (MA) 50-100-200. Meski demikian, sterling harus mencatatkan level penutupan harian di atas 1.6260 (batas atas pola rectangle) untuk melanjutkan momentum kenaikan; dimana kegagalan dapat memicu aksi profit-taking pasca rally kencang kemarin. Waspadai aksi profit-taking mengingat indikator Stochastic kini berada di area overbought.

Outlook sterling masih netral, namun posisi short lebih sesuai dengan stop-loss1.6270. 1.6260 dan 1.6305 (harga tertinggi Oktober 2013 dan Desember 2012) merupakan resistance. 1.6175 dan 1.6115 (harga terendah 22 November dan tertinggi 6 November) adalah support.

Resistance Level : 1.6260, 1.6305, 1.6380

Support Level      : 1.6175, 1.6115, 1.6070

 

 

EURJPY Bullish, Di Topang Oleh Trend Line
Monexnews – Pergerakan EURJPY masih berpotensi bullish dalam jangka pendek selama harga masih bertahan di atas garis trend line, namun kita juga harus waspada dengan kondisi jenuh beli pada indikator stochastic yang dapat menciptakan koreksi pada harga.
Dalam jangka pendek harga tampaknya akan menguji ke area 138.48 sebagai level resisten terdekat sebelum bergerak lebih tinggi lagi untuk menguji ulang ke area resisten kunci di 139.20. Untuk sisi bawah, level support terdekat di area 136.99, break kebawah dari area tersebut dapat memicu momentum pergerakan bearish lanjutan untuk menguji ke area 135.78, break kebawah dari area tersebut akan merubah bias harian menjadi bearish.
EURJPY Bullish, Di Topang Oleh Trend Line
GBPJPY Bullish, Uji Resisten di 166.15
Monexnews – Pergerakan GBPJPY cenderung masih bergerak bullish seiring harga masih bergerak naik dalam channel, namun kami melihat dengan harga yang sudah berada di area jenuh beli pada indikator stochastic, kita harus waspadai bahaya laten untuk terjadinya koreksi pada harga.
Dalam jangka pendek, harga terlihat akan bergerak menuju ke area 166.15, break ke atas dari area tersebut dapat memicu tekanan bullish lebih lanjut menuju ke area 167.20 sebagai level resisten selanjutnya. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 164.63, break ke bawah dari area tersebut berpotensi memicu momentum pergerakan bearish lebih lanjut menuju ke area support kunci di 163.65.

TODAY ANALYSIS 25 NOV 2013 “Emas Masih Dalam Tekanan”

Posted on

Emas Masih Dalam Tekanan

Fundamental

Emas di perdagangkan dekat level terendah dalam empat bulan seiring tercapainya kesepakatan antara Iran dan kekuatan dunia yang telah meredam permintaan untukaset haven, sementara kepemilikan investasi di bursa yang memperdagangkan emasmenurun. Perak menyusut ke level terendah dalam lebih dari 15 pekan.

Emas pada hari ini di perdagangkan turun sekitar 0.5% menjadi $1.236/onz, dan di perdagangkan di kisaran $1.243 pada pukul 8.19 WIB. Harga emas turun ke level $1.236 pada tanggal 21 November, level terendah sejak 9 Juli. Perak turun sebanyak 0.9% menjadi $19.69/onz. Level terlemah sejak 8 Agustus.

Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust, bursa terbesar yang memperdagangkan emas, menyusut menjadi 852.21 metrik ton pada tanggal 22 November, level terlihat setidaknya sejak Januari 2009, dan telah berkontraksi sebanyak 37% di tahun 2013. Emas merosot sebanyak 26% pada tahun ini setelah reli selama 12 tahun seiring investor menjual kepemilikan emas di ETF pada rekor tercepat pada ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai kurangi pembelian obligasi bulanan yang sebesar $85 milyar dan inflasi gagal untuk naik.

“Banyak premi resiko, status emas sebagai safe haven, adalah alasan mengapa saat ini orang-orang tidak membeli emas,’ kata Jonathan Barratt, CEO di Barrat’s Bulletin dalam acara “First Up’ Bloomberg Television.”  Anda dapat melihat perkembangan di Timur Tengah yang mulai membaik. Kita telah kurangi kecemasan atas resiko dari sana dan hasilnya, banyak orang yang merevisi portofolio mereka. Itu di buktikan dengan banyaknya arus keluar di pasar ETF.”

Iran sepakat untuk membatasi aktivitas nuklirnya dan sebagai imbalannya mereka dapatkan “pengurangan sangsi tertentu” seperti pada minyak, suku cadang kendaraan emas dan logam mulia. Kesepakatan tersebut di umumkan kemarin setelah pembicaraan selama lima hari di Jenewa.

 

Teknikal

Awal pekan ini harga emas masih diwarnai tekanan turun akibat berita yang mengabarkan bahwa hedge fund emas besar yang digawangi oleh John Paulson mengatakan tidak akan membeli emas lagi karena tidak ada indikasi inflasi AS akan naik tajam, apalagi bila tapering jadi dilaksanakan.

 

Harga kini bertengger di 1238. Pelemahan lanjutan harga emas harus menunggu penembusan ke bawah level support 1235 dengan potensi ke area 1220. Waspada rebound yang mungkin terjadi. Bila harga kembali ke atas 1253, harga berpotensi menguat ke area 1265.

Emas Masih Dalam Tekanan

 

 

Waspadai Support Minyak $92.50

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat memberikan peluang kenaikan bagi minyak untuk menguji batas atas channel bearish. Namun, kenaikan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga batas atas channel bearish ($95.15). Sentimen masih bearish seiring minyak masih berada di dalam channel bearish dan diperdagangkan di bawah Moving Average (MA) 50-100-200. Waspadai support $92.50, karena penutupan harian di bawah level tersebut dapat memicu kejatuhan yang lebih dalam.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan prospek melimpahnya supplai seiring meredanya resiko geo-politik di Timur Tengah. Meski kesepakatan Iran dengan negara Barat tidak termasuk pelonggaran sanksi ekspor Iran, namun ini telah mengurangi adanya aksi militer terhadap Iran. Kesepakatan juga memberikan harapan akan adanya pelonggaran sanksi lebih lanjut di masa depan. Ini masih dapat memberikan sentimen negatif untuk jangka pendek.

Outlook minyak masih bearish; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss $95.30.  $95.15 dan $97.00 (batas atas channel bearish dan harga tertinggi 31 Oktober) adalah resisten. $93.45 dan $92.50 (harga terendah 21 dan 14 November) merupakan support.

Resistance Level : $95.15, $97.00, $98.55

Support Level     : $93.45, $92.50, $90.10

Waspadai Support Minyak $92.50

 

Monexnews – Desember Taper & Resikonya Terhadap Emas

Minutes FOMC bulan Oktober yang baru dirilis semalam menyediakan beberapa petunjuk mengenai arah stimulus dan normalisasi suku bunga The Fed, beberapa poin penting bagi para pelaku pasar antara lain:

  1. Konsensus yang terbentuk dalam anggota dewan FOMC adalah perbaikan pasar tenaga kerja yang sedang berlangsung akan menjamin tapering dalam beberapa bulan kedepan. Beberapa anggota FOMC bahkan mempertimbangkan skenario tapering yang lebih awal, sebelum pemulihan yang tidak ambigu lagi benar-benar tampak.

Mengingat rapat moneter berikutnya dijadwalkan pada bulan Desember, maka dua statement ini masih belum mengindikasikan tapering di  bulan Desember yang akan menjadi skenario konsensus dalam anggota dewan FOMC, dikarenakan kebanyakan member FOMC masih menekankan timing tapering  yang bergantung pada kondisi ekonomi, jika memang diperlukan maka The Fed bisa melakukan tapering QE pada beberapa pertemuan FOMC  berikutnya.

Secara keseluruhan, diskusi dalam FOMC hanya menunjukkan ada kemungkinan tapering di bulan Desember, terutama jika laporan nonfarm payrolls yang akan dirilis tanggal 6 Desember nanti mengkonfirmasi kestabilan pasar kerja AS yang tampak di bulan Oktober lalu.

 

2. Diskusi mengenai Forward Guidance adalah dasar yang diperlukan ketika stimulus QE mulai dikurangi, atau dengan kata lain ketika    stimulus mulai dipangkas, The Fed akan bergantung pada forward guidance untuk menyetir market. Dalam minutes FOMC, dapat kita simpulkan bahwa:

      • Menurunkan ambang rate pengangguran sebagai acuan menaikkan suku bunga masih kecil kemungkinan karena akan mengurangi kredibilitas bank sentral AS
      • The Fed kemungkinan akan menempuh panduan arah moneter yang bersifat kualitatif, dimana terbuka peluang bagi bank sentral untuk menambah sinyal dovish terkait kenaikan suku bunga pertama nya melalui ringkasan proyeksi ekonomi yang akan dikeluarkan oleh The Fed.

 

3. Bank sentral AS mengakui bahwa pasar menilai stimulus QE dan forward rates guidance berkorelasi erat, dengan spekulasi market bahwa perubahan pada QE menandakan perubahan juga dalam pandangan ekonomi The Fed, dimana hal ini mengimplikasikan potensi perubahan jalur kebijakan suku bunga. Sehingga The Fed menganggap forward guidance dalam prakteknya mungkin tidak terlalu kredibel  untuk menyetir spekulasi market ketimbang terus melanjutkan stimulus.

 

4. Beberapa anggota FOMC berpendapat bahwa menurunkan suku bunga pada excess reserve / cadangan likuiditas mungkin dapat diterapkan pada fase tertentu. Meskipun kemungkinan opsi ini masih kecil untuk diterapkan dalam waktu dekat, namun masih terbuka peluang kedepannya, jika The Fed memerlukan tools alternative pengganti kenaikan stimulus QE jika memang diperlukan.

 

5. Sejumlah anggota FOMC meyakini bahwa skala tapering surat berharga MBS dan Treasury seharusnya dilakukan secara imbang diantara keduanya.

 

Faktor tapering dan outlook Fed Funds rate diatas bila dikombinasikan dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi negara emerging berpotensi untuk mengakhiri siklus super komoditas,  terutama pada komoditas Emas yang berpotensi tertekan hingga Q1 & Q2 2014 seiring dengan kenaikan suku bunga riil The Fed secara bertahap serta faktor supply demand yang kurang mendukung komoditas Emas. Kapasitas produksi masih berlebih sehingga supply mampu melampaui permintaan yang datar cenderung menurun seiring pelambatan ekonomi China, India dan negara emerging lainnya.

Di jangka pendek, indikator teknikal seperti Stochastic, RSI, MACD dan CCI memang mengindikasikan oversold Emas sehingga potensi rebound masih terbuka lebar terutama jika data ekonomi AS khususnya nonfarm payrolls pada tanggal 6 Desember gagal mengkonfirmasi penguatan pasar kerja AS secara keseluruhan. Bagaimanapun kenaikan di jangka pendek justru dapat menyediakan peluang sell on rally. Resisten 1274 – 1310 – 1345, Support 1220 – 1180 – 1165.

 

 

Market Movers: Sentimen Positif Dari Iran

Monexnews – Beberapa market mover yang berlangsung dari pekan lalu masih berpengaruh pada awal pekan ini. Ketidakpastian kapan tapering akan dilakukan menyebabkan dollar AS melemah, harga emas tertekan dan indeks saham menguat.

Isu lainnya yang memberikan sentimen positif ke pasar adalah tercapainya kesepakatan antara Iran dan AS terkait isu nuklir dimana Iran sepakat untuk memperlambat program nuklirnya sementara AS akan melepaskan sebagian embargo ekonominya. Indeks saham Asia menguat terkait isu ini dan harga minyak mentah pun kembali tertekan.

Isu hedge fund besar yang tidak lagi mengoleksi emas di saat emas di level rendah memberikan tekanan bagi harga emas. John Paulson, pengelola dari hedge fund tersebut, mengatakan bahwa tidak adanya indikasi akan terjadinya inflasi tinggi di AS menyebabkan emas tidak lagi menarik sebagai tempat untuk mengamankan nilai aset, apalagi bila tapering jadi dilakukan.

Komentar dari Bank Sentral Australia yang masih membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga dan ancaman intervensi untuk melemahkan dollar Australia masih membayangi pergerakan dollar Australia yang tertekan terhadap dollar AS.

Komentar dari Gubernur Bank Sentral Jepang, Kuroda, yang optimis inflasi 2% akan tercapai pada akhir 2014 atau awal 2015 mendukung pelemahan yen terhadap dollar AS. Hal ini juga mendorong penguatan Nikkei.

Malam ini data penjualan rumah tertunda (pending home sales) bisa menjadi market mover bagi dollar AS. Data perumahan yang bagus biasanya bisa mendorong penguatan dollar AS.

Technical Outlook 22 November 2013

Posted on

Technical Outlook

·         EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga dapat menembus ke bawah area 1.3400 untuk memicu momentum bearish lanjutan setidaknya menuju area 1.3360 sebelum menuju support kunci pada area 1.3295. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3510, break konsisten ke atas area tersebut dapat memicu tekanan bullish lanjutan menuju area 1.3575 sebelum berbalik turun.

·         GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun diperlukan break ke bawah area 1.6035 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.5985. Resisten terdekat ada di sekitar area 1.6150, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji resisten pada area 1.6205.

·          USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga dapat menembus ke atas area 101.55 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju resisten kunci pada area 103.70. Untuk pergerakan turun, support terdekat ada di sekitar area 100.60, break ke bawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek. Namun secara keseluruhan skenario bullish akan tetap berlaku selama harga bertahan di atas area 99.00.

·         USD/CHF. Bias netral dalam jangka pendek seiring adanya potensi skenarip koreksi bearish setidaknya menuju area 0.9125 sebelum menuju area support 0.9090. Namun secara keseluruhan skenario utama bullish akan tetap berlaku selama harga bertahan di atas area 0.9025. Untuk pergerakan naik, hanya break konsisten ke atas area 0.9190 yang dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju 0.9250 dalam jangka pendek.

·         AUD/USD. Bias netral dalam jangka pendek seiring ada potensi koreksi bullish, terutama jika harga dapat menembus ke atas area 0.9270 untuk memicu momentum bullish lanjutan setidaknya menuju area 0.9380 sebelum kembali menguji area 0.9415. Untuk pergerakan turun, break konsisten ke bawah area 0.9195 dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 0.9020 sebelum pulih naik.

·         XAU/USD. Bias masih bearish selama harga bertahan di bawah area 1275, menguji support terdekat pada area 1220 sebelum menuju support psikologis pada area 1200 atau bahkan support kunci pada area 1180. Resisten terdekat ada pada area 1250, break ke atas area ini dapat memicu koreksi bullish untuk menguji area 1260 atau bahkan 1275.

·         Hang Seng Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 23730. Break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 23875. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 23510, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 23350.

·         Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 15600, break diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 15750. Kegagalan menembus diatas area 15600 dapat mengkoreksi harga ke 15380 akibat indikator stochastic dan RSI yang berada pada wilayah jenuh beli. Break dibawah area tersebut akan memberikan lebih banyak tekanan kebawah untuk menguji area 15260.

·         Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 261.00, break dibawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 259.70. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 263.50, break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 264.65.

TODAY ANALYSIS 21 Nov 2013 “Emas Cenderung Tertekan Di Bawah 1255”

Posted on

Emas Cenderung Tertekan Di Bawah 1255

Harga emas turun tajam kemarin malam, sekitar $20, ke area $ 1241 per troy ons akibat indikasi tapering dari notulen rapat bank sentral AS bulan Oktober yang dirilis dinihari tadi.

 

Harga kini berada di kisaran 1247 dan masih memiliki tendensi untuk kembali mencoba menguji level rendah 1241-1235. Namun bila harga bergerak menembus 1255, peluang penguatan ke area 1265 terbuka.

 

Hari ini, isu tapering masih akan membayangi pergerakan harga emas. Selain itu, data klaim tunjangan pengangguran dan indeks manufaktur wilayah Philadelphia juga akan menjadi market mover pergerakan harga emas. Bila data lebih bagus dari prediksi, harga emas bisa tertekan kembali.

Emas Cenderung Tertekan Di Bawah 1255

Market Movers: Masih Karena Isu Tapering

Monexnews – FOMC minutes atau notulen rapat bank sentral AS bulan Oktober mengungkapkan keinginan para pengambil keputusan untuk mengurangi kepemilikan obligasi. Indikasi ini langsung mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang utama dunia dinihari tadi karena terkait isu tapering. Dalam notulen tersebut memang tidak disebutkan waktu yang pasti kapan tapering akan dilakukan. Namun indikasi keinginan para pejabat Fed untuk melakukan tapering menyebabkan para pelaku pasar merespon dengan melepas aset-aset beresiko.

Aset-aset beresiko lain pun seperti indeks saham, komoditi dan instrumen keuangan emerging markets berguguran. Indeks saham Jepang, Nikkei, menjadi pengecualian. Indeks ini menguat seiring dengan pelemahan yen terhadap dollar AS.

Respon pasar terhadap FOMC minutes ini akan membayangi pergerakan pasar hari ini. Di samping itu, data-data PMI dari beberapa negara juga akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Dari China telah dirilis survei PMI aktivitas manufaktur dari HSBC yang mengungkapkan manufaktur China masih berekspansi meski di bawah prediksi pasar. Dari Eropa dan AS juga akan dirilis PMI manufaktur yang diperkirakan masih akan berekspansi di atas data sebelumnya. Pengecualian terjadi pada aktivitas manufaktur Perancis yang masih berada di zona kontraksi. Data PMI yang bagus ini bisa memberikan sentimen yang positif ke pasar keuangan masing-masing negara.

Dari Inggris, data CBI industrial orders (pesanan pabrik) bisa mendorong reboundsterling bila data lebih bagus dari prediksi.

AS masih belum kehabisan market movers. Selain data PMI manufaktur, malam ini akan dirilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan, indeks harga produsen (PPI) dan data indeks manufaktur di wilayah Philadelphia. Ketiga data ini bisa saja membalikan sentimen tapering menjadi No tapering bila rilis data lebih buruk dari prediksi.

 

 

Euro Keluar Dari Channel Bullish

Monexnews – Pada grafik harian, turunnya indikator Stochastic dapat menyediakan tekanan penurunan bagi euro. Keluarnya euro dari channel bullish isyaratkan berkurangnya tenaga untuk naik. Meski demikian, euro harus berhasil mencatatkan level penutupan harian di bawah MA 100 (1.3385) untuk melanjutkan kejatuhan; dimana kegagalan dapat memicu aksi bargain hunting dan mungkin akan membuat euro bergerak sideways seiring euro kini terperangkap di antara Moving Average (MA) 50 dan 100.

Fokus hari ini adalah indeks manufaktur Perancis (jam 15.00 WIB), manufaktur Jerman (jam 15.30 WIB), dan manufaktur zona-euro (jam 16.00 WIB). Data mungkin dapat memberikan harapan akan keberlanjutan momentum pemulihan ekonomi di zona-euro. Ini dapat memberikan sentimen positif untuk euro. Meski demikian, investor juga cemas dengan potensi pengurangan stimulus moneter Fed dalam waktu dekat pasca publikasi FOMC meeting minutes tadi pagi.

Untuk jangka pendek, posisi long lebih sesuai dengan stop-loss 1.3550. 1.3475 dan 1.3540 (harga terendah 18 November dan MA 50) adalah resisten. 1.3385 dan 1.3325 (MA 100 dan harga terendah 17 September) merupakan support.

Resistance Level : 1.3475, 1.3540, 1.3580

Support Level      : 1.3385, 1.3325, 1.3295

Euro Keluar Dari Channel Bullish

 

 

 

Minyak Masih Di Channel Bearish

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat memberikan peluang kenaikan bagi minyak. Namun, kenaikan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga batas atas channel bearish ($95.50). Sentimen masih bearish seiring minyak masih berada di dalam channel bearish dan diperdagangkan di bawah Moving Average (MA) 50-100-200.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan prospek melimpahnya supplai seiring meredanya resiko geo-politik di Timur Tengah. Harapan bahwa negosiasi Iran dengan negara Barat (yang sedang berlangsung) dapat menghasilkan pelonggaran sanksi ekspor minyak Iran juga turut memberikan sentimen negatif. Investor juga cemas dengan potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve dalam waktu dekat yang dapat membebani kinerja emas hitam.

Outlook minyak kini menjadi netral; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss $95.90.  $94.45 dan $97.00 (harga tertinggi 20 November dan 31 Oktober) adalah resisten. $92.50 dan $90.10 (harga terendah 14 November dan 1 Mei) merupakan support.

Resistance Level : $94.45, $97.00, $98.55

Support Level     : $92.50, $90.10, $89.30

Minyak Masih Di Channel Bearish