Bulan: Januari 2013

Market Update – 31/01/2013

Posted on

Rapat FOMC yang berakhir hari Kamis dini hari waktu Indonesia barat sempat membuat pasar forex menggeliat.  Federal Reserve mengumumkan kemarin hari bahwa kegiatan ekonomi pada beberapa bulan terakhir mengalami penurunan dan the Fed masih akan terus mengucurkan $85 milyar guna pembelian surat hutang.  Penerusan kegiatan stimulus ini akan dikombinasikan dengan interest rate yang sangat rendah akan masih diterapkan selama ekonomi AS masih menunjukan pelemahan atau paling tidak sampai tingkat pengangguran turun pada angak 6.5%.

Setelah pengumuman data GDP kemarin yang memburuk dari 3.1% menjadi -0.1% menjadikan Amerika masih di dalam posisi lemah dalam pertumbuhan ekonominya.  Euro dan logam mulia serentak naik setelah data GDP ini di rilis pada kemarin hari.  Harapan bahwa the Fed akan menarik program pembelian aset mereka menjadi redup biarpun sebenarnya keadaan ini sudah diantisipasi banyak pihak seiring dengan melambatnya kegiatan ekonomi AS pada kwartal ke empat.

EURUSD kemarin berhasil menembus resistance psikologis di 1.3500 dan mencapai harga high kemarin di 1.3586.  Euro sementara ini masih dalam trend bullish dan berpotensi meneruskan pergerakannya.  Beberapa katalis penting akan datang siang ini dari data ekonomi Jerman dan Perancis serta data Unemployment Claims dari Amerika Serikat.  Saat ini terapantau EURUSD running pada kisaran antara 1.3560 – 1.3574 dan jika berhasil melanjutkan relinya keatas maka EURUSD berpotensi untuk mencapai harga 1.3650 – 1.3660 yang mana akan menemukan resistance pada area tersebut.  Pada area support EURUSD akan menemukan tahanan pada kisaran harga 1.3500 – 1.3490 yang merupakan resistance yang berubah menjadi support pada pekan ini.  Setelah itu maka akan ada support pada kisaran 1.3440 – 1.3430 pada hari ini.

XAUUSD / Gold pada kemarin hari juga berhasil naik sekitar $20 dari level terendahnya 1662.35 naik mencapai 1683.50.  Namun demikian kenaikan gold ini masih teratahan beberapa resistance yang saat ini ada pada harga 1684.00 dan akan menemukan resistance kembali pada harga 1690.00.  Saat ini gold bergerak baru bergerak naik sebesar $6 dari harga low di 1674.55 dan mencapai high pada 1680.40.  Pada area support yang terlihat XAUUSD akan tertahan pada kisaran harga 1673.00 – 1671.00 dan jika support tersebut berhasil ditembus maka XAUUSD akan menuju area harga 1660.00 dimana XAUUSD sempat bertahan beberapa hari kebelakang ini.

Emas Target ke 1687, Support di 1673

Buruknya data GDP AS kuartal ke-4 yang mengalami kontraksi -0,1% dan Bank Sentral AS yang tetap mempertahankan pelonggaran moneter yang agresif, membuat harga emas kembali melejit menghampiri area di atas 1680. Buruknya data GDP AS ini membuka ekspektasi bahwa stimulus moneter dan fiskal belum akan diakhiri dalam waktu dekat. Stimulus identik dengan melimpahnya likuiditas di pasar yang mampu mendongkrak harga-harga komoditi termasuk emas. Momentum penguatan masih terjaga selama emas berada di area support 1673-1675 dengan potensi target ke area 1687. Dalam jangka pendek, potensi aksi koreksi terbuka ke area support tersebut. Sementara pergerakan di bawah 1673, membuka pelemahan ke area 1667. Hari ini pasar akan fokus ke data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang akan dirilis jam 20.30 WIB. Bila data ini membaik (klaim berkurang dibandingkan prediksi), harga emas bisa kembali melemah dan sebaliknya. Sebelum itu, beberapa data ekonomi Jerman seperti data penjualan ritel, inflasi dan tingkat pengangguran, yang akan dirilis sekitar jam 14.00-16.00 Wib juga bisa menggerakan harga emas. Membaiknya data-data Jerman bisa memberi sentimen positif ke harga emas.

 

Iklan

DiNapoli – The Godfather of Fibonacci Trading

Posted on Updated on

 Joe DiNapoli, seorang trader profesional yang telah berkecimpung di dunia trading selama lebih dari 40 tahun. Latar belakang pendidikannya adalah jurusan teknik elektro. Meskipun bukan berasal dari bidang ekonomi, Joe DiNapoli memiliki minat besar terhadap dunia trading. Karir trading Joe dimulai pada tahun 1967, setelah menyelesaikan perguruan tinggi. Ketika itu, Ia mulai serius menggeluti dunia trading pada perdagangan saham dan option. Baru pada tahun 1980, Joe mulai terlibat dalam perdagangan kontrak komoditi. Dan ternyata Joe lebih menyukai pasar komoditi karena strategi trading-nya mampu menghasilkan profit lebih besar dibandingkan saat Ia bertransaksi di produk lain.

Selain dipandang sebagai pembicara kawakan, Joe DiNapoli juga dikenal sebagai pengarang buku mengenai trading. Karyanya yang paling laris adalah ‘DiNapoli Levels’, terbitan tahun 1997. Buku ini menjadi panduan wajib bagi para trader yang ingin mempelajari teknik trading dengan menggunakan indikator Fibonacci. Sepanjang lebih dari 25 tahun, Joe telah menjadi pembicara dan pengajar di 23 negara, seperti Amerika Serikat, Eropa, Asia, Rusia, Timur Tengah dan Afrika Selatan. Selama beberapa hari dalam setiap tahun, Ia juga mengadakan private tutoring kepada beberapa orang di ruang trading-nya. Kiprah Joe pada bidang studi teknikal tidak bisa diragukan karena Ia terdaftar sebagai Certified Technical Analyst.

Di kalangan pelaku pasar, Joe dikenal sebagai sosok trader sukses karena mampu membaca arah pasar secara akurat dengan memakai indikator ciptaannya sendiri. Indikator buatannya adalah pengembangan dari indikator yang sudah ada. Teknik DiNapoli Levels sendiri merupakan sebuah pengembangan dari Fibonacci, yang mampu memberi petunjuk mengenai level support dan resisten utama. Lebih lanjut, Ia juga mengembangkan MACD dan Oscillator Predictor guna membaca volatilitas pasar dan tren. Dalam hal ini, Joe menggunakan MACD Predictor sebagai penentu level stop loss.

Perkenalan Joe DiNapoli dengan teori Fibonacci dimulai pada tahun 1985. Ketika itu, Ia merasa bahwa mempelajari Fibonacci adalah suatu hal yang sia-sia, bahkan Joe berpikir bahwa indikator ini sangat tidak berguna. Tetapi kemudian Ia memahami bahwa anggapan itu ternyata salah besar setelah seorang rekan membuka matanya. Dari Fibonacci, Joe justru berhasil mengembangkan indikator pribadinya, DiNapoli Levels, yang sangat membantu dalam aktifitas trading.

Sepanjang perjalanan karir puluhan tahun, Joe DiNapoli menemukan bahwa kunci dari kesuksesan seorang trader adalah dengan mengikuti rencana trading tertulis secara disiplin, kemampuan money management yang bagus dan tidak terlalu banyak berpikir. Rencana trading adalah langkah-langkah berurutan yang teroganisir untuk mencapai tujuan. Walaupun nantinya setelah mengikuti rencana trading tersebut, trader mengalami kerugian. Namun menurut Joe, kehilangan uang adalah bagian dari seni ber-trading. Bila seseorang mampu mengikuti rencana tradingnya, maka Ia layak disebut sebagai trader yang bagus. Seperti yang selalu Ia katakan, ketika Anda tidak mematuhi rencana awal, berapapun jumlah dana yang Anda kelola, maka Anda tetap tidak akan mampu mempertahankan uang tersebut.

Kemampuan money management yang bagus sangat berpengaruh pada keberhasilan seorang trader. Kemampuan ini merupakan aspek terpenting dari aktifitas trading. Joe DiNapoli sempat berbagi cerita tentang pengalaman salah satu muridnya. Seorang murid Joe dikenal sangat pintar dan mampu menyerap semua ilmu DiNapoli dengan cepat. Setelah masa pelatihan usai, sang murid mampu melakukan trading dengan baik dan menghasilkan pendapatan yang besar. Namun pada suatu saat, murid ini sudah merasa mampu membaca pasar dengan baik sehingga Ia mulai memperbesar lot-nya. Padahal jumlah margin yang Ia miliki tidak cukup aman untuk melakukan trade sebesar itu. Akhirnya, murid Joe DiNapoli tersebut kehilangan semua uang karena pasar ternyata berlawanan dengan posisinya.

Begitu banyak hal menarik bisa diambil dari pengalaman Joe DiNapoli. Ia mempunyai semboyan yang selalu ditempel pada dinding ruang trading-nya, berbunyi “We’re all just 1 trade away from humility”. Dalam dunia trading, satu kesalahan saja, seperti tidak disiplin dalam mematuhi rencana trading dan money management, maka seseorang dapat kehilangan seluruh uangnya hanya dalam 1 posisi trading!

Bahaya I-likuiditas Terhadap Pasar Saham Dunia Bagian 1

Saya melakukan transaksi setiap hari. Saya trading options Over-the-Counter pada tahun 1960-an. Saya juga trading kontrak indeks saham Amerika Serikat sejak 1982. Saya berada di sana pada bulan Oktober 1987, saat terjadi penurunan indeks Dow Jones sebanyak 500 poin hanya dalam sehari atau biasa kita kenal dengan sebutan ‘Black Monday’. Bahkan, saya telah memperkirakan hal itu terjadi sebelumnya. Black Monday adalah crash harian terbesar sejak 1929 dan bukan yang terakhir. Saya berada di Asia pada tahun 1997, ketika pasar uang dan saham mencatat penurunan dramatis. Saya benar-benar melihat dampaknya terhadap masyarakat! Tidak sampai di situ, saya juga trading satu hari setelah peristiwa 9/11. Kemudian pada Mei 2010, kita semua menyaksikan kemerosotan hingga 1000 poin hanya dalam beberapa jam. Sejak saat itu, kita telah menyaksikan penurunan harga secara cepat pada berbagai jenis saham.  Agensi pengawas telah menghabiskan beberapa bulan, mencoba untuk mencari tahu apa yang salah. Ratusan wawancara dengan begitu banyak pakar kian menambah setumpuk data yang terkumpul sampai hari ini, namun hanya sedikit petunjuk yang bisa menjelaskan jawabannya.

Namun sesungguhnya, tidak ada satupun aktivitas yang mengejutkan bagi mereka yang memahami segala hal tentang pasar. Saya bicara tentang mekanisme pasar, dan segala hal yang melatarbelakanginya. Mulai dari bid, ask hingga size. Semua crash di pasar saham memiliki penyebab yang sama dan penyebab itu disebut ‘i-likuiditas’ atau ‘kurangnya likuiditas’.

Masalahnya saat ini adalah pihak pengawas yang tidak mengerti situasi pasar, baik di Amerika, China atau Eropa, justru memperburuk situasi dengan merancang regulasi yang tidak terlalu diperlukan. Masalah utamanya cukup jelas yaitu likuiditas, dan partisipasi pasar yang lebih luas adalah jawabannya.

Pengamatan terhadap kurangnya likuiditas pada kontrak S&P pertengahan September 1986 memungkinkan saya untuk meramalkan penurunan harian sebanyak 500 poin pada Oktober 1987. Kekurangan likuiditas juga yang menyebabkan beberapa bursa saham Asia tersungkur pada tahun 1997, dan tidak diperbolehkannya aksi short sell turut berperan di dalamnya. Tidak diragukan lagi, kondisi i-likuiditas pada akhir 2008 berperan pula dalam crash harian yang terjadi pada Mei 2010. Sudah jelas bahwa kondisi pasar yang tidak imbang datang bersamaan dengan tingginya frekuensi trading komputer dan kurangnya akuntabilitas dalam struktur pasar kita. Apakah benar orang-orang yang menyediakan likuiditas makin menjauh dari bursa?

Kondisi seperti ini bertahan dan melemahkan pasar sejak siang hingga malam hari. Negara berkembang mungkin lebih berisiko hancur dibandingkan negara-negara mapan, yang keberadaannya terbukti bisa mempengaruhi seluruh dunia hanya dalam sepersekian detik.

Mari kita kembali ke tahun 1986, periode yang tidak akan pernah dilupakan oleh banyak trader karena Dow Jones kehilangan 500 poin hanya dalam satu hari. Pada hari itu di bulan September 1986, Dow mengalami salah satu penurunan harian terbesar dalam sejarah pasar modal.

Pertanyaan pertama yang harus dilontarkan adalah kondisi perdagangan di indeks S&P pada hari itu. Terjadi kelangkaan bid di pasar. Penjual tidak melepas posisi pada level yang cukup ideal dan pihak pembeli terbunuh oleh keadaan. Situasi seperti itu memberikan arti baru bagi istilah ‘trade execution’. Hari itu adalah hari di mana trader S&P di lantai bursa belajar untuk menaruh tangan mereka di kantungnya masing-masing. Salah satu penyebab terjadinya koreksi adalah ukuran dari kontrak S&P. Di 1986 tidak ada account mini, dan mekanisme kontrak bisa sangat mencelakakan trader-nya apabila ia tidak berhati-hati. Meski publik diperbolehkan untuk trading secara fair dengan persyaratan marjin yang rendah, mereka telah mempelajari bahwa pasar terlalu besar untuk dihadapi. Oleh karena itu, tepat setelah peristiwa itu terjadi, partisipasi investor berkurang drastis dan memicu ilikuiditas. Apabila trading adalah mata pencaharian anda, maka anda harus berjuang lebih keras atau kehilangan pendapatan hidup.

Black Monday, hari di mana Dow Jones mencatat pelemahan 500 poin, sesungguhnya tinggal menunggu waktu. Grafik di bawah (sekitar Oktober 1987, peristiwa Black Monday berulang) menunjukkan apa yang terjadi! — Bersambung ke bagian II…


Silahkan melihat teaser video MIC 2013 dari Joe DiNapoli di: Youtube.com/monexnews

http://www.youtube.com/watch?v=yf5m18M9O8s&list=UUMMkr0X5w26KOPpNhy23yiQ&index=7

Mr Joe DiNapoli akan hadir dalam event yang di selenggarakan MONEX INVESTINDO FUTURES yaitu MIC ( MONEX INVESTOR CLUB ) didampingi oleh Pakar Ekonomi Dr. Aviliani, S.E. M.Si, bergabunglah dengan MONEX sekarang dan dapatkan UNDANGAN EKSLUSIF: Jadilah salah satu ANGGOTA VIP di MONEX INVESTOR CLUB.

INFO 081289151142 / BBM 25D981A3

Analisa emas 30 Januari 2013 “Emas Coba Naik Ke 1671, Waspada Support 1663”

Posted on

Emas Coba Naik Ke 1671, Waspada Support 1663

Harga emas berhasil menerobos resisten 1663 pagi ini, mengindikasikan kuatnya dorongan naik sehingga masih membuka kemungkinan harga mendekati area resisten berikutnya di 1671.

 

Waspada aksi koreksi karena indikator stochastics (14, 3, 3) kini berada di area overbought. Support kini berada di kisaran 1663, Pergerakan di bawah area ini bisa mendorong pelemahan ke area 1655.

 

Data penting hari ini adalah data survei tenaga kerja AS oleh ADP, data GDP kuartal ke-4 AS dan hasil rapat kebijakan moneter bank sentral AS, FOMC. Volatilitas harga akan meninggi menjelang dan saat data dirilis.

Untuk grafik, silahkan buka: http://www.monexnews.com/today-analysis/4288/emas-coba-naik-ke-1671-waspada-support-1663.htm

 

Data ekonomi hari ini: http://www.monexnews.com/calendar/index.htm

 

Emas Coba Naik Ke 1671, Waspada Support 1663

 

 

Tanggal Jam (WIB) Mata Uang Dampak Aktual Prediksi Sebelumnya
Rabu
30 Januari 2013
6:50 JPY Medium Retail Sales y/y 0.4% 0.4% 1.3%
15:00 CHF Medium KOF Economic Barometer 1.21 1.28
15:00 EUR Medium Spanish Flash GDP q/q -0.6% -0.3%
16:30 GBP Medium Net Lending to Individuals m/m 0.9B -0.1B
17:03 EUR Medium Italian 10-y Bond Auction
20:15 USD High ADP Non-Farm Employment Change 164K 215K
20:30 USD High Advance GDP q/q 1.3% 2.0%
20:30 USD Medium Advance GDP Price Index q/q 1.5% 2.8%
22:30 USD Medium Crude Oil Inventories 2.8M

Technical Outlook

Posted on

XAU/USD. Seperti yang kita lihat pada grafik 1 jam, bias masih bullish dalam jangka pendek. Resisten terdekat berada di kisaran area 1670, break keatas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menguji area kunci resisten di 1680. Untuk sisi bawahnya, support terdekat terlihat dikisaran area 1660, break kebawah area tersebut seharusnya memicu bearish lanjutan menuju wilayah 1650.
BUY XAUUSD 1657.00, SL 1650.00, TP 1672.00

EUR/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji ke area 1.3485 yang mana harus menembus keatas untuk lanjutkan skenario bullish, menargetkan wilayah 1.3790 dalam jangka panjang. Support terdekat terlihat dikisaran area 1.3405, break dan harga penutupan dibawah area tersebut dapat menggagalkan outlook bullish untuk menguji ulang ke area support kunci di 1.3225 dalam jangka menengah.

BUY EUR/USD 1.3436, SL 1.3384, TP 1.3550

GBP/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek, namun kita perlu break konsisten dan harga penutupan dibawah area 1.5725 untuk memicu momentum bearish lanjutan untuk menguji ulang ke wilayah 1.5590. Untuk sisi atasnya, resisten terdekat terlihat dikisaran area 1.5795, break keatas kembali dari area tersebut dapat memicu fase koreksi bullish lanjutan menguji ulang area kunci resisten di 1.5890, namun hanya break keatas area 1.5990 yang dapat merubah skenario bearish setelah pola false breakout.

BUY GBPUSD 1.5706, SL 1.5651, TP 1.5829

USD/JPY. USDJPY sempat terkoreksi kebawah kemarin dengan level terendah di area 90.32 namun secara keseluruhan masih menjaga bias bullish. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji ke area 91.00 sebelum menargetkan ke wilayah 91.60. Support terdekat terlihat dikisaran 90.15, break kebawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji ke area 89.90, namun berbagai penurunan saat ini normal dan secara keseluruhan kami cenderung pilih bullish selama harga masih tetap diatas area kunci support di 89.00.

BUY AUD/USD 1.0425, SL 1.0381, TP 1.0500
BUY CLS10C 97.13, SL 96.55, TP 98.07

BUY XAGUSD 31.21, SL 30.97, TP 31.82

Technical Outlook

Posted on Updated on

Technical Outlook
XAU/USD. Seperti yang kita lihat pada grafik harian, XAUUSD telah menembus kebawah MA 200 dikisaran 1662. Bias bearish dalam jangka pendek dengan support terdekat terlihat dikisaran area 1645, break kebawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju area 1635. Resisten terdekat terlihat dikisaran area 1670, break keatas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menguji area 1682.
EUR/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu menembus keatas area 1.3495 untuk menguji ke wilayah 1.3555 atau lebih tinggi. Support terdekat terlihat dikisaran area 1.3400, break kebawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji area 1.3350, namun selama harga masih diatas channel bullish pada grafik perjam, kami masih cenderung pilih skenario bullish dan berbagai penurunan saat ini seharusnya terlihat sebagai koreksi normal.
GBP/USD.  Bias masih bearish dalam jangka pendek menguji ke area 1.5660-1.5600 sebagai bagian skenario bearish  false breakout. Resisten terdekat terlihat dikisaran area 1.5790, break keatas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek namun hanya  break kembali keatas area 1.5890 yang dapat menginterupsi outlook bearish.

GBP/USD saat ini masih berada di bawah tekanan bearish. Harga bergerak di sekitar support 1.5673 yang jika tembus diperkirakan akan memperbesar tekanan bearish yang mampu menekan GBP/USD hingga ke kisaran 1.5637 – 1.5596. Indikasi bullish masih terlihat pada CCI 1 jam, namun stochastic memperlihatkan indikasi jenuh beli. Meskipun demikian, kami menganggap perlu untuk mewaspadai kemungkinan pullback. Area resistance yang terdekat adalah 1.5750 dan juga trendline. Sinyal/pola bearish yang mungkin akan terkonfirmasi di area tersebut bisa menjadi sinyal bearish yang valid dan mengembalikan tekanan bearish hingga ke kisaran 1.5709 – 1.5673. Namun skenario bearish ini mungkin akan batal jika trendline/resistance di 1.5750 pecah, karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bullish dan membuka peluang bagi pergerakan naik ke kisaran 1.5789 – 1.5826.

 

USD/JPY.  Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji ke area 91.90, sebelum menuju ke
wilayah 92.45. Support terdekat terlihat dikisaran area 90.50, break kebawah area tersebut dapat
membawah harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji ke wilayah 89.95, namun
berbagai penurunan saat ini normal dan secara keseluruhan kami cenderung bullish selama harga
masih diatas area kunci support di 89.15.

NZD/USD saat ini menguji resistance di 0.8349. Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 1 jam. Berdasarkan hal tersebut, harga diperkirakan akan kembali bergerak turun menuju area support di 0.8305 – 0.8728, terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi sebelum resistance tersebut pecah. Skenario bearish ini kemungkinan akan batal jika resistance di 0.8349 pecah dan NZD/USD diperkirakan akan bergerak naik menuju kisaran 0.8366 – 0.8392.

 

 INFO 081289151142 / BBM : 25D981A3

Emas Stabil, Waspadai 1655.85 -1665.07

Posted on Updated on

XAU/USD

Pergerakan harga emas pada pada grafik satu jam terlihat  sideway pada kisaran 1655.85 hingga 1665.07. Waspadai pecahnya support 1655.85, apabila support tersebut pecah, hal tersebut berpotensi memicu pergerakan bearish lanjutan menuju support selanjutnya dikisaran 1646.63, hal tersebut di dukung juga oleh stochastic dan CCI yang terlihat cenderung bearish.

Sementara itu perhatikan resistance dikisaran 1665.07, waspadai jika resistance tersebut pecah, dimana ada kemungkinan harga terkoreksi lebih dalam hingga kisaran  1670.77-1675.38.

SELL 1675.40, SL 1685, TP 1655.00

 

Technical Outlook

Posted on

EUR/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 1.3500 atau lebih tinggi lagi. Support terdekat ada di sekitar area 1.3400, break kembali ke bawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek setelah arah menjadi tidak jelas menguji area 1.3350 – 1.3370, namun selama harga bergerak di dalam channel bullish secara keseluruhan bias teknikal masih bullish. eur/usd saat ini berada dalam bias bullish, menguji resistance di 1.3478. Bias bullish akan semakin kuat jika resistance ini pecah dan berpotensi mengangkat EUR/USD hingga kisaran 1.3508 – 1.3543. Meskipun demikian, waspadai kemungkinan koreksi seiring indikasi bearish yang terlihat pada CCI 1 jam. Sebagai alternatif, perhatikan area support di kisaran 1.3349 – 1.3398 untuk mencari konfirmasi sinyal/pola bullish sebagai sinyal beli. Jika ada, rebound diperkirakan akan terjadi ke kisaran 1.3429 – 1.3478.Berhati-hatilah jika support di 1.3349 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias menjadi bearish dan berpotensi menekan EUR/USD hingga ke kisaran 1.3299 – 1.3269.

BUY EUR/USD 1.3440, SL 1.3400, TP 1.3500

GBP/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek menguji area 1.5730 sebelum menuju area 1.5690. Resisten terdekat ada di sekitar area 1.5830, break kembali ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek namun hanya break setidaknya ke atas area 1.5900 yang dapat menghambat bias bearish pasca false breakout.

BUY GBP/USD 1.5700, SL 1.5650, TP 1.5830

USD/JPY. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 91.40, break konsisten ke atas area tersebut dapat memicu tekanan bullish lanjutan menuju resisten kunci pada area 92.00. Untuk pergerakan turun, support terdekat ada di sekitar area 90.50, break ke bawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji area 90.00 namun koreksi bearish saat ini masih normal dan secara keseluruhan kami masih bullish.

XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menuju area 1642 sebelum menguji area 1625. Hanya break ke atas area resisten pada 1665 yang dapat menghambat momentum bearish untuk bergerak naik menguji area 1675 sebagai resisten selanjutnya.

SELL XAU/USD 1662.50, SL 1667.50, TP 1642.00

AUD/USD saat ini berada di bawah tekanan bearish yang kuat, menguji support di 1.0402. Tembusnya support ini akan memperbesar tekanan bearish sehingga AUD/USD diperkirakan akan tertekan menuju kisaran 1.0363 – 1.0320.

Meskipun demikian, CCI 1 jam memperlihatkan indikasi bullish sehingga ada kemungkinan pullback akan terjadi hari ini. Perhatikan area resistance di kisaran 1.0465 – 1.0504 seandainya pullback terjadi ke area tersebut, untuk mencari konfirmasi sinyal/pola bearish. AUD/USD diperkirakan akan kembali berada di bawah tekanan menuju 1.0441 – 1.0402 jika sinyal tersebut terkonfirmasi.

Bias akan berubah menjadi bullish jika resistance di 1.0504 pecah. Jika itu terjadi, AUD/USD diperkirakan akan naik menuju kisaran 1.0528 – 1.0566.

SELL AUD/USD 1.0465, SL 1.0505, TP 1.0375