Bulan: Januari 2014

Monex Investor Club 2014 “TRADING for a LIVING”

Posted on Updated on

Gabung segera sebagai nasabah & dapatkan undangan Exclusive VIP
seminar Akbar Tahunan  kami ini: 

 
MONEX INVESTOR CLUB 2014. 

 
“TRADING for a LIVING” 
 
Bersama:  
# Fauzi Ichsan, senior VP Standard Chartered Bank Indonesia & 
# Fendy Susiyanto, senior investment & business value consultant PT Telkom Indonesia
 
SESION – 1 : Global Economic Outlook 2014
SESION – 2 : Trading For a Living
SESION – 3 : Panel Discussion + Q&A
 
BENEFITS 
– Tips, Trik & Strategi Trading
– Exlusive Seminar & Handout
– Coffee Break & Lunch
– Doorprize ( Ipad & Galaxy Tab, Iphone )
 
 
Sabtu, 22 Februari 2014
Pukul, 09.00 – 17.00 Wib
XXI ballroom, Djakarta theatre, Thamrin, Jakarta Pusat
 
Jangan lewatkan!!!!
Kursi terbatas, hanya bagi undangan Exclusive VIP
Hubungi kami segera untuk informasi lebih lanjut.
 
Contact Person : 081289151142 / 087878938588

 

 

Menampilkan E-Flyer MIC 2014.jpg
Iklan

Market Movers: FOMC Tidak Menimbulkan Riak, Fokus Pada Data Baru

Posted on

Monexnews – Hasil FOMC semalam yang memangkas kembali stimulus, tidak menimbulkan riak yang besar di pasar keuangan. Hanya emas yang terlihat volatil ketika keputusan diumumkan. Tampaknya pasar keuangan telah men-discount dan telah menduga keputusan Bank Sentral AS ini.

Sementara persoalan di beberapa emerging markets seperti Turki, Argentina dan Afrika Selatan masih menjadi pantauan para pelaku pasar. Bila terjadi depresiasi yang tajam pada mata uang masing-masing, tentu akan kembali menimbulkan kepanikan di pasar keuangan.

Pagi ini telah dirilis data survei final HSBC terhadap aktivitas manufaktur China dan menunjukkan hasil yang hampir sama seperti yang pertama yaitu terjadi kontraksi 49,5. Data ini sempat menekan AUDUSD tapi tidak berdampak negatif ke indeks saham regional Asia.

Sementara dari Eropa akan dirilis data CPI (inflasi) dan tingkat pengangguran Jerman dan GDP Spanyol. Dari AS akan dirilis data GDP,  klaim tunjangan pengangguran mingguan dan penjualan rumah tertunda. Setelah FOMC yang tidak menimbulkan gejolak, pasar mungkin akan mencari momentum baru dari data-data tersebut.

Laporan penghasilan perusahaan AS yang akan dirilis hari ini adalah 3M, Colgate, Conoco Philips, Exxon Mobil, Google, UPS dan Visa. Selengkapnya bisa dilihat di http://www.monexnews.com/calendar/earnings.htm

Market Movers: Kecemasan Terhadap Emerging Markets Mereda, Fokus Ke Tapering

Posted on

Monexnews – Kekhawatiran mengenai Emerging Markets atau pasar negara berkembang mulai mereda setelah beberapa bank sentral, seperti China, Argentina, Turki dan India, mengeluarkan kebijakan pengetatan untuk memperkuat nilai tukar mata uang masing-masing. Terlihat aset safe haven seperti yen, Swiss franc dan emas mulai terkoreksi kembali yang mengindikasikan kecemasan di kalangan pelaku pasar mulai mereda.

Fokus akan beralih ke keputusan rapat FOMC Bank Sentral AS dinihari nanti. Pasar menanti keputusan Fed mengenai kelanjutan tapering. Bank sentral bisa memangkas stimulus sebesar $5 milyar atau $10 milyar per bulan atau bisa juga tidak melakukan pemangkasan lagi untuk sementara waktu.

Menjelang FOMC, beberapa data ekonomi penting akan dirilis dari kawasan Eropa yang mungkin bisa mempengaruhi pergerakan harga di pasar terutama nilai tukar sterling dan euro serta indeks saham Eropa. Dari Inggris akan dirilis data Indeks Harga Rumah dan pidato Gubernur Bank Sentral Inggris Mark Carney. Sementara dari zona euro akan dirilis data Iklim Konsumen Jerman dan hasil penjualan obligasi Jerman bertenor 10 tahun.

Sementara AS akan merilis data stok minyak dari EIA (Energy Information Administration) yang diperkirakan akan ada peningkatan stok sebesar 2,2 juta barel. Beberapa laporan pendapatan (earnings) perusahaan AS juga akan dirilis di antaranya: Boeing, EMC, Facebook, Las Vegas Sands dan Qualcomm. Jadwal selengkapnya bisa dibaca di:http://www.monexnews.com/calendar/earnings.htm

Emas Stabil Jelang FOMC

Posted on

Monexnews – Emas diperdagangkan stabil dekat level $1.260 pada sesi Asia jelang dimulainya rapat FOMC hari ini, namun kemungkinan masih akan tertekan mengingat Fed diperkirakan akan kembali memangkas pembelian obligasi per bulan sebesar $10 miliar.

Emas sebelumnya berhasil rally dan mencapai level tertinggi 10 pekan akibat anjloknya mata uang negara berkembang, dan kejatuhan bursa saham global membuat daya tarik emas sebagai aset safe haven kembali bersinar. Namun pada perdagangan kemarin investor melakukan aksi profit taking untuk mengantiasipasi keputusan Fed jika kembali memangkas stimulus moneter.

Emas pada pekan lalu berhasil penguatan dalam lima minggu beruntun, menjadi penguatan mingguan terpanjang sejak 12 September 2012.

“Emas dapat berada dalam tekanan akibat langkah Fed. Meskipun pemangkasan kembali sebesar $10 miliar telah diantisipasi secara luas, pernyataan dari Fed  akan lebih memperngaruhi pergerakan.” Kata Edward Meir, analis di INTL FCStone di New York.

Emas saat ini diperdagangkan pada kisaran $1.257,88 dengan level terendah harian 1.254,63, dan tertinggi $1.258,98. 

Weekly Outlook 21 – 31 Januari 2014 “Fokus Ke Tapering”

Posted on

Weekly Outlook - monexnews.com
Weekly Outlook | 27 – 31 Januari 2014
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Monex Investindo Futures
 
 

Emas Dibayangi Sentimen Risk Off, Waspada Support 1265

Monexnews – Pengaruh sentimen risk off atau pengalihan resiko dan juga tingginya permintaan fisik emas musiman di kawasan Asia mendorong penguatan harga emas Jumat kemarin.

Harga emas berhasil menyentuh level tertinggi 2 bulan di kisaran $1279 pagi ini. Setelah itu harga emas perlahan terkoreksi dan kini berada di kisaran $1271 per troy ons. Harga masih bergerak di atas bullish trend channel (garis coklat) yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan. Resisten terdekat di 1279, selanjutnya di 1285.

Namun bila harga menembus ke bawah level support di 1265, harga berpotensi menuju support selanjutnya di kisaran 1256.

Hari ini data penjualan rumah baru AS mungkin bisa menjadi market mover bagi emas. Data yang lebih buruk dari perkiraan mungkin bisa mengangkat harga emas lagi.

Emas Dibayangi Sentimen Risk Off, Waspada Support 1265

 

 

Shooting Star Terlihat di Euro

Monexnews – Pada grafik harian, terbentuknya candle stick “shooting star” dapat menyediakan tekanan penurunan bagi euro. Meski demikian, potensi penurunan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga MA 50 (1.3635). Sentimen bullish masih ada dengan naiknya indikator MACD dan Stochastic serta euro yang masih diperdagangkan di atas MA 50-100-200. Sentimen cukup mixed dan ini mungkin akan mendorong pergerakan sideways di kisaran 1.3505 hingga 1.3810 untuk sementara waktu.

Fokus hari ini adalah data sentimen bisnis Jerman pada jam 16.00 WIB. Data mungkin dapat berikan harapan akan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi terbesar di zona-euro tersebut dan ini dapat berikan sentimen positif untuk euro. Meski demikian, investor mungkin akan bersikap waspada menjelang pertemuan FOMC pada 8-29 Januari dimana Federal Reserve akan mendiskusikan pengurangan pemberian stimulus moneter AS lebih lanjut. 

Outlook euro masih netral, dimana posisi short lebih sesuai untuk jangka pendek dengan stop-loss 1.3750 dengan potensi penurunan 1.3635.  

Sementara bila harga stabil di atas resistance 1.3740 maka euro berpotensi menguji 1.3830. Resisten berada di 1.3740 dan 1.3810 (harga tertinggi 24 Januari dan 18 Desember). Support di 1.3635 dan 1.3580 (MA 50 dan MA 100).

Resistance Level : 1.3740, 1.3810, 1.3850

Support Level     : 1.3635, 1.3580, 1.3505   

Shooting Star Terlihat di Euro

 

 

Kenaikan Aussie Bersifat Koreksi

Monexnews – Pada grafik harian, indikator Stochastic yang berada di area oversold dapat memberikan kesempatan naik untuk aussie. Namun, kenaikan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas. Sentimen masih bearish seiring aussie masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200, di dalam channel bearish, dan turunnya indikator MACD.

Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 0.8890 dan potensi penurunan hingga 0.8500.   

Sementara bila harga stabil di atas resistance 0.8890 maka aussie berpotensi menuju 0.8970. Resisten berada di 0.8775 dan 0.8820 (harga tertinggi 24 Januari dan terendah 18 Desember). Support terdekat di 0.8660 dan 0.8630 (harga terendah 24 Januari 2014 dan 19 Juli 2010).

Resistance Level : 0.8775, 0.8820, 0.8890 

Support Level      : 0.8660, 0.8630, 0.8590 

Kenaikan Aussie Bersifat Koreksi

 

 

Profit-Taking Sterling Dapat Berlanjut

Monexnews – Pada grafik harian, kegagalan sterling untuk mengatasi MA 200 bulanan (1.6635) masih dapat memberikan tekanan penurunan bagi sterling. Meski demikian, potensi penurunan masih bersifat profit-taking dan mungkin terbatas hingga MA 50 (1.6365). Sentimen bullish masih ada mengingat sterling masih diperdagangkan di atas MA 50-100-200 dan di dalam channel bullish. Sterling mungkin akan bergerak sideways di kisaran 1.6365 hingga 1.6660 untuk sementara waktu mengingat sterling sepertinya tengah mengalami konsolidasi seperti yang ditunjukan oleh mendatarnya indikator MACD dan Stochastic.

Untuk jangka pendek, posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss 1.6670 dengan potensi penurunan 1.6370.

Sementara bila harga stabil di atas resistance 1.6670 maka sterling berpotensi menuju 1.6745. Resisten berada di 1.6575 dan 1.6635 (harga tertinggi 27 Desember dan MA 200 bulanan). Support di 1.6470 dan 1.6400 (harga terendah 27 dan 21 Januari).

Resistance Level : 1.6660, 1.6700, 1.6745

Support Level      : 1.6470, 1.6400, 1.6365

Profit-Taking Sterling Dapat Berlanjut

 

 

GBPJPY Tertahan MA 50

Monexnews – Rebound GBPJPY pada perdagangan hari ini masih tertahan oleh MA 50 pada kisaran 169.00, pemebusan konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga terus bergerak naik menuju area 170.00. Indikator MACD dan stochastic yang masih bergerak turun dapat membatasi kenaikan GBPJPY.

Kegagalan menembus MA 50 dapat kembali menekan harga menuju support terdekat berada pada kisaran 168.25, dan selanjutnya 167.70, Penembusan di bawah area tersebut dapat membawa harga menuju support 166.75.

Penguatan yen pada pekan lalu ditopang oleh anjloknya mata uang negara berkembang serta bursa saham global yang membuat peningkatan permintaan yen sebagai mata uang safe haven.  Rebound bursa saham global dapat memberikan peluang penguatan GBPJPY. 

GBPJPY Tertahan MA 50

 

 

USDCHF Berpotensi Rebound

Monexnews – Franc pada pekan lalu berhasil menguat tajam terhadap dollar dua hari beruntun akibat kebijakan pemerintah Swiss yang menaikkan tingkat modal yang harus dimiliki bank umum untuk menjamin hipotek merekam yang mengakibatkan kondisi pasar uang menjadi lebih ketat. Selain itu aksi jual besar-besaran mata uang negara berkembang yang meningkatkan daya tarik franc sebagai safe haven hingga berhasil menyentuh level 0.8900 untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir.

Pada perdagangan hari ini sentiment bisa berbalik positif ke dollar jika data New Home Sales AS yang akan dirilis hari ini diatas ekspetasi. Indikator stochastic dan RSI yang berada pada wilayah jenuh jual juga menambah potensi rebound dollar. Resisten terdekat terlihat pada kisaran 0.8970, penembusan diatas area tersebut dapat membawa  harga naik menuju 0.9000 – 0.9025. Sementara jika data New Home Sales AS dirilis lebih rendah dari eskpetasi, USDCHF kemungkinan akan kembali bergerak ke bawah menguji kembali support 0.8900.

USDCHF Berpotensi Rebound

 

 

Yen Menguat 0.2% Dari Penutupan Jumat

Monexnews – Yen turun ke kisaran 101.75 pada awal hari Senin, level terendah sejak 6 Desember, sebelumnya diperdagangkan pada 102.22yen, dan turun sekitar 0.2%. posisi Yen sebagai Safe Haven nampak kembali mendominasi.

Bursa-bursa Asia melemah dan mata uang Yen menguat ke level terendah 7 minggu pada hari Senin, seiring pasar tetap tertekan dengan Federal Reserve US bersiap melanjutkan pemotongan stimulus dan pengetatan kondisi kredit di China meningkatkan ketakutan adanya perlambatan ekonomi.

Fed berpeluang melanjutkan pemotongan sebesar $10 billion lagi pada pertemuan 2 hari mereka yang akan dimulai hari Selasa (Rabu dini hari WIB), dan nampak masih tidak akan berubah terhadap kondisi pasar saat ini.

Investor tetap berhati-hati terhadap imbas pengetatan kondisi kredit di China seiring pemerintah pusat berniat memotong bertambahnya pinjaman-pinjaman beresiko tinggi.

Trend Bearish

Res         : 102.66 – 103.08 – 103.40

Sup        : 101.32 – 100.90 – 100.58

Yen Menguat 0.2% Dari Penutupan Jumat

Emas Dibayangi Sentimen Risk Off, Waspada Support 1265

Posted on Updated on

Monexnews – Pengaruh sentimen risk off atau pengalihan resiko dan juga tingginya permintaan fisik emas musiman di kawasan Asia mendorong penguatan harga emas Jumat kemarin.

Harga emas berhasil menyentuh level tertinggi 2 bulan di kisaran $1279 pagi ini. Setelah itu harga emas perlahan terkoreksi dan kini berada di kisaran $1271 per troy ons. Harga masih bergerak di atas bullish trend channel (garis coklat) yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan. Resisten terdekat di 1279, selanjutnya di 1285.

Namun bila harga menembus ke bawah level support di 1265, harga berpotensi menuju support selanjutnya di kisaran 1256.

Hari ini data penjualan rumah baru AS mungkin bisa menjadi market mover bagi emas. Data yang lebih buruk dari perkiraan mungkin bisa mengangkat harga emas lagi.

 

Market Movers: Sentimen Risk Off Bayangi Pergerakan Pasar

Posted on

Monexnews – Sentimen alih resiko atau risk aversion atau dikenal juga dengan risk off terlihat masih membayangi pergerakan pasar keuangan hari ini. Aksi risk off ini disebabkan oleh kecemasan terhadap melemahnya aktivitas manufaktur di China dan kelanjutan kebijakan tapering Bank Sentral AS.

Para pelaku pasar keluar dari aset yang lebih beresiko dan masuk ke aset yang lebih aman seperti Emas dan yen. Dollar AS yang sebelumnya menjadi salah satu mata uang safe haven, terlihat tidak menjadi pilihan para pelaku pasar. Bursa sahamregional Asia dibuka melemah, USDJPY masih di kisaran 102 meski sudah terlihat sedikit rebound.

Sore ini market mover akan datang dari data zona euro: survei Ifo terhadap iklim bisnis Jerman dan laporan bulanan Bank Sentral Jerman. Nilai tukar euro dan poundsterling terlihat masih beradu kekuatan. Data Jerman yang bagus mungkin bisa menambah kekuatan mata uang euro.

Dan malam ini dari AS akan dirilis data penjualan rumah baru. Data penjualan yang lebih besar dari perkiraan bisa mendukung kembali penguatan dollar AS. Sementara laporan pendapatan atau earnings perusahaan yang terdaftar di bursa saham AS yang akan dirilis hari ini adalah Apple, Caterpilar dan US Steel Corp. Laporan dari Apple, setelah tutup pasar, tentu bisa menjadi market mover pada pergerakan indeks Dow Jones futures esok hari.