Bulan: Desember 2013

Today’s Analysis: Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203

Posted on

 

E-mail ini tidak dapat dilihat secara sempurna? Buka di peramban web Anda.
Today's Analysis | www.monexnews.com
Jumat, 20 Desember 2013
 
Today's Analysis | monexnews.com  
Today’s Analysis: Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203
Monexnews – Harga emas rebound ke area $1196 per troy ons hingga siang ini setelah tertekan ke area 1187 semalam. Apakah rebound bisa berlanjut?…

Market Movers | www.monexnews.com
Jumat, 20 Desember 2013
Market Movers | monexnews.com  
Market Movers: Tapering Masih Hentakan Pasar
Monexnews – Seperti diduga, tapering masih memberikan dampak ke pasar keuangan kemarin. Menjelang tutup akhir tahun ini sudah tidak banyak market mover besar yang menggerakan pasar. Likuiditas mungkin akan mulai menyusut minggu depan …

 
Monex Investindo Futures
 
 
 

monexnews CFD-footer
 

Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203

Monexnews – Harga emas rebound ke area $1196 per troy ons hingga siang ini setelah tertekan ke area 1187 semalam. Harga yang tertekan mendekati level rendah 28 Juni 2013 di 1180 memang mengundang aksi bargain hunting dan juga short covering yang menyebabkan rebound-nya harga.
Harga emas memang berpotensi rebound. Tapi selama tidak melampaui resisten 1203, harga bisa kembali tertekan ke area 1180. Sementara pergerakan di atas 1203, membuka peluang penguatan ke area 1212.
Hari ini selain efek tapering, market mover lainnya adalah data GDP q/q Q3 final AS. Data GDP ini menunjukkan gambaran kesehatan ekonomi AS. Bila data di bawah prediksi 3,6%, dollar AS bisa tertekan dan mungkin bisa sedikit mendorong naik harga emas.
Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203
 
 

Minyak Terperangkap Oleh MA 50 & MA 100

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat menyediakan tenaga kenaikan bagi minyak. Meski minyak terlihat menguji MA (Moving Average) 200 namun minyak mungkin masih akan bergerak sideways untuk sementara waktu mengingat minyak masih terperangkap di antara MA 50 dengan MA 100.
Dari sisi fundamental, optimisme akan meningkatnya permintaan produk energi seiring masuknya musim dingin di sebagian negara di dunia masih berikan sentimen positif. Namun, investor masih waspada menantikan perkembangan lebih lanjut negosiasi Iran dengan negara Barat yang akan berlangsung hingga akhir pekan.
Outlook minyak kini menjadi netral; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss  $101.10.  Resisten berada di $99.45 dan $101.00 (harga tertinggi 19 Desember dan MA 100); sedangkan support di $97.75 dan $96.30 (harga terendah 19 Desember dan MA 50) merupakan support.
Resistance Level : $99.45, $101.00, $102.95
Support Level     : $97.75, $96.30, $94.50
Minyak Terperangkap Oleh MA 50 & MA 100
 
 

 

Thank’s & Regards,

Iyan Sauri I 081289151142

Demo Account : http://ow.ly/pBilWLive Account : http://ow.ly/pBiG5
 
YOUR No.1 Financial Partner

Today’s Analysis: Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203

Posted on

 

E-mail ini tidak dapat dilihat secara sempurna? Buka di peramban web Anda.
Today's Analysis | www.monexnews.com
Jumat, 20 Desember 2013
 
Today's Analysis | monexnews.com  
Today’s Analysis: Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203
Monexnews – Harga emas rebound ke area $1196 per troy ons hingga siang ini setelah tertekan ke area 1187 semalam. Apakah rebound bisa berlanjut?…

Market Movers | www.monexnews.com
Jumat, 20 Desember 2013
Market Movers | monexnews.com  
Market Movers: Tapering Masih Hentakan Pasar
Monexnews – Seperti diduga, tapering masih memberikan dampak ke pasar keuangan kemarin. Menjelang tutup akhir tahun ini sudah tidak banyak market mover besar yang menggerakan pasar. Likuiditas mungkin akan mulai menyusut minggu depan …

 
Monex Investindo Futures
 
 
 

monexnews CFD-footer
 

Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203

Monexnews – Harga emas rebound ke area $1196 per troy ons hingga siang ini setelah tertekan ke area 1187 semalam. Harga yang tertekan mendekati level rendah 28 Juni 2013 di 1180 memang mengundang aksi bargain hunting dan juga short covering yang menyebabkan rebound-nya harga.
Harga emas memang berpotensi rebound. Tapi selama tidak melampaui resisten 1203, harga bisa kembali tertekan ke area 1180. Sementara pergerakan di atas 1203, membuka peluang penguatan ke area 1212.
Hari ini selain efek tapering, market mover lainnya adalah data GDP q/q Q3 final AS. Data GDP ini menunjukkan gambaran kesehatan ekonomi AS. Bila data di bawah prediksi 3,6%, dollar AS bisa tertekan dan mungkin bisa sedikit mendorong naik harga emas.
Emas Potensi Rebound Bila Di Atas 1203
 
 

Minyak Terperangkap Oleh MA 50 & MA 100

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat menyediakan tenaga kenaikan bagi minyak. Meski minyak terlihat menguji MA (Moving Average) 200 namun minyak mungkin masih akan bergerak sideways untuk sementara waktu mengingat minyak masih terperangkap di antara MA 50 dengan MA 100.
Dari sisi fundamental, optimisme akan meningkatnya permintaan produk energi seiring masuknya musim dingin di sebagian negara di dunia masih berikan sentimen positif. Namun, investor masih waspada menantikan perkembangan lebih lanjut negosiasi Iran dengan negara Barat yang akan berlangsung hingga akhir pekan.
Outlook minyak kini menjadi netral; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss  $101.10.  Resisten berada di $99.45 dan $101.00 (harga tertinggi 19 Desember dan MA 100); sedangkan support di $97.75 dan $96.30 (harga terendah 19 Desember dan MA 50) merupakan support.
Resistance Level : $99.45, $101.00, $102.95
Support Level     : $97.75, $96.30, $94.50
Minyak Terperangkap Oleh MA 50 & MA 100
 
 

 

Thank’s & Regards,

Iyan Sauri I 081289151142

Demo Account : http://ow.ly/pBilWLive Account : http://ow.ly/pBiG5
 
YOUR No.1 Financial Partner

TAPERING TERJAWAB DI PENGHUJUNG TAHUN?

Posted on

 

Monexnews – Pekan ini, fokus perhatian pelaku pasar akan terpusat pada salah satu agenda penting di penghujung tahun 2013. Event tersebut tidak lain adalah pertemuan Dewan Kebijakan Federal Reserve yang akan berlangsung selama dua hari sejak Rabu (18/12) waktu Amerika Serikat. Poin pembahasan yang paling ditunggu tentunya putusan tentang wacana pengurangan stimulus atau tapering, yang selama tiga kuartal terakhir menjadi motor penggerak utama di pasar keuangan dunia.

Sejak pertama kali diluncurkan oleh bank sentral, program pembelian obligasi berdampak baik terhadap kinerja harga saham sepanjang 2013. Pengurangan stimulus di penghujung tahun tentunya akan mengganggu momentum kenaikan grafik indeks utama Wall Street dan rentan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Beberapa pihak meyakini langkah pengetatan moneter akan dimulai bulan ini. Salah satunya adalah Berenberg Bank, yang melihat peluang tapering dan no tapering makin berimbang jadi 50:50.
Sejak pertama kali merilis program pembelian obligasi senilai $85 miliar per bulan sejak September 2012, bank sentral belum sekalipun mengerem misi pelonggaran moneternya. Kebijakan yang dikategorikan ke dalam quantitative easing atau QE ini menandai program moneter jilid III sejak krisis keuangan melanda di tahun 2008. Lebih dari itu, QE seakan menjadi bahan bakar utama bagi ketiga indeks saham di New York pasca menyentuh titik nadirnya di bulan Maret 2009.
Awal Volatilitas Saham
Sejak Kepala the Fed, Ben S. Bernanke pertama kali mengeluarkan wacana penarikan stimulusnya di bulan Mei, indeks harga saham langsung mengalami gejolak. Kala itu dalam pidatonya sang bos bank sentral membuka peluang tapering ‘dalam beberapa pertemuan ke depan’. Istilah tersebut menimbulkan begitu banyak spekulasi di pasar karena tidak ada seorangpun yang tahu kapan tapering diputuskan atau parameter apa yang dipakai oleh dewan kebijakan bank sentral sebelum mengetuk palu moneternya.
Entah dari mana munculnya, beredar kabar kuat kalau tapering siap dilakukan pada pertemuan bulan September. Beberapa gubernur Fed memang melempar spekulasi itu ketika ditanya oleh awak media, namun tidak ada satupun yang terkonfirmasi. Volatilitas di pasar saham semakin tinggi jelang detik-detik menentukan pada pengumuman hasil rapat kebijakan 3 bulan lalu. Kekhawatiran pasar akhirnya tidak terbukti karena bank sentral akhirnya tetap mempertahankan strategi moneter longgar tanpa mencabut stimulusnya.
Tapering seakan menjadi sumber ketakutan tak berujung bagi pelaku pasar saham di tahun 2013 ini. Sama seperti sebelumnya, indeks-indeks utama di Wall Streen memang sempat menguat pasca gugurnya realisasi tapering di bulan September. Namun semakin mendekati pertemuan Desember, Dow Jones dan S&P500 perlahan ikut melemah karena investor takut pengurangan stimulus benar-benar terjadi sebelum datangnya tahun baru.
The Fed terus mempermainkan psikologi investor dengan sikap ketidaktegasannya. Entah karena takut untuk memberi kepastian atau memang tidak punya pegangan pasti, Ben S. Bernanke masih juga mengutarakan statement yang sama bahwa “kebijakan suku bunga rendah dan stimulus sangat tergantung pada laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat”. Namun bagi investor yang tidak terlalu ambil pusing dengan sinyal-sinyal yang sifatnya verbal, ada baiknya tetap berpegangan pada parameter yang bisa membuat skenario penarikan stimulus terbukti. Adapun tolok ukur yang dapat dijadikan acuan adalah data tenaga kerja dan inflasi, karena keduanya merupakan landasan kebijakan dana murah dalam setahun terakhir. Komite kebijakan sebelumnya sudah menyebutkan bahwa suku bunga acuan baru akan dikerek apabila rasio pengangguran turun ke level 6.5% dan inflasi meningkat ke level 2.5%. Target itu bisa dibilang masih jauh dibandingkan rasio pengangguran dan inflasi terkini yang masing-masing bertengger di level 5.8% dan kisaran 1%. Level ideal untuk sektor tenaga kerja bahkan terbukti sulit dicapai dalam jangka pendek dan menengah meskipun data non-farm payrolls beberapa bulan terakhir terus positif.
Pertanyaan seputar wacana tapering akan terjawab pada pertemuan pekan ini. Efek dari keputusan bank sentral akan tetap sama seperti pasca hasil pertemuan-pertemuan sebelumnya. Apabila stimulus tidak jadi dikurangi, maka indeks saham diyakini melonjak lagi sampai pada waktu di mana isu tapering mencuat kembali. Namun jika bank sentral nantinya bersikap berani, bursa ekuitas akan meresponnya dengan penurunan kinerja. Dinamikanya akan terus seperti itu sampai perekonomian Amerika benar-benar pulih ke level pra-krisis.

Technical Outlook 17 Desember 2013

Posted on

  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 1250, sementara support terdekat terlihat disekitar area 1235. Break diatas area 1250 akan memberikan dorongan pada harga untuk menguji area 1265. Disisi lain, break konsisten dibawah area 1235 seharisnya memicu momentum bearish menguji area 1220. 
         Signal XAUUSD : 1239.75 , Target Profit : 1251.00 – 1256.00, Resiko : 1227.50
 
  • EUR/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 1.3780, sebelum menguji kembali area 1.3835. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 1.3720, break konsisten dibawah area tersebut akan memicu tekanan bearish menuju area support kunci 1.3665.
 
  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 1.6210 namun secara keseluruhan skenario lebih bullish pada fase ini. Resisten terdekat terlihat disekitar area 1.6340, break diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral, namun memberikan kemungkinan skenario bullish menguji area 1.6385.
 
  • USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek, namun secara keseluruhan masih bullish dengan target area 103.55, sebelum menguji kembali area 104.20. Support terdekat terlihat disekitar area 102.65, break dan penutupan harian dibawah area tersebut dapat memicu koreksi bearish lebih lanjut menguji area 102.00.
 
  •  USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area support kunci 0.8865, break konsisten dibawah area tersebut akan memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju area 0.8780. Pada pergerakan keatas, break diatas area 0.8965 akan memicu skenario koreksi bullish lebih lanjut menuju setidaknya area 0.9020.
 
  • AUD/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang perdagangan antara area 0.8850 – 0.9020. break konsisten dibawah area 0.8850 akan memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju area 0.8700 dalam jangka yang lebih panjang. Pada pergerakan keatas, hanya break diatas area 0.9020 akan mengubah bias intraday kembali ke bullish menuju setidaknya area resisten 0.9060.
 
  • Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi perdagangan terlihat di antara area 23025 – 23475. Di perlukan break dari area tersebut untuk temukan petunjuk lanjutan. Break ke atas area 23475 dapat memicu bullish lanjutan menuju area 23655 dalam jangka menengah. Untuk sisi lainnya, break kebawah area 23025 dapat ciptakan momentum bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 22980 dalam jangka menengah.
 
  • Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 15250. Break dibawah area tersebut akan menambah tekanan bearish menguji kembali area 15150. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 15445, break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 15520.
 
  • Kospi Futures. Bias masih bearish dalam jangka pendek. Level support terdekat berada di kisaran area 256.30, break ke bawah dari area tersebut dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 255.50 atau bahkan ke area support kunci di 254.70. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 258.40 sebelum mencoba untuk meraih area kunci resisten di 259.50

Today’s Analysis 6 Desember 2013 “Emas Masih Tertekan Jelang NFP”

Posted on

Emas Masih Tertekan Jelang NFP
Tekanan turun masih membayangi harga emas pagi ini. Harga masih terlihat tertekan di bawah $1231 per troy ons dengan potensi ke area 1211-1216. Sementara pergerakan ke atas area 1231, kemungkinan terbatas di sekitar area 1237 menjelang rilisan data Non Farm Payrolls (NFP) malam ini.
Bila data NFP yang dirilis lebih bagus dari prediksi, harga mungkin bisa menyentuh area rendah di bawah 1207. Sementara bila yang terjadi sebaliknya, harga bisa melenggang ke area 1255.
Data NFP dan tingkat pengangguran AS akan menjadimarke mover penting harga emas hari ini.
Emas Masih Tertekan Jelang NFP
 
 

Waspadai Profit-Taking Euro

Monexnews – Pada grafik harian, indikator Stochastic yang berada di area overbought dapat menyediakan kesempatan profit-taking pasca rally kencang kemarin. Meski demikian, potensi penurunan masih terbatas dan bersifat koreksi. Sentimen bullish masih ada seiring euro diperdagangkan di dalam channel bullish, berada di atas Moving Average (MA) 100-200, dan naiknya indikator MACD.
Dari sisi fundamental, pernyataan ECB’s Draghi kemarin yang tidak begitu dovish telah berhasil mendorong penguatan euro. Fokus hari ini adalah data tenaga kerja (jam 20.30 WIB), dan sentimen konsumen AS (jam 21.55 WIB). Jika data menegaskan keberlanjutan momentum pemulihan ekonomi Paman Sam maka ini dapat membuat investor khawatir dengan potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve dalam waktu dekat. Ini dapat menjadi sentimen negatif untuk euro.
Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 1.3710. 1.3700 dan 1.3765 (harga tertinggi 18 Agustus dan terendah 24 Oktober) adalah resisten. 1.3620 dan 1.3570 (harga tertinggi 29 November dan MA 50) merupakan support.
Resistance Level : 1.3700, 1.3765, 1.3790
Support Level      : 1.3620, 1.3570, 1.3525 
 
Waspadai Profit-Taking Euro
 

Pin Terlihat Di Minyak

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat memberikan tenaga kenaikan lebih lanjut. Sentimen bearish telah berkurang setelah minyak berhasil keluar dari channel bearish. Meski demikian, waspadai aksi profit-taking pasca terbentuknya candle stick “pin” di MA (Moving Average) 50. 
Dari sisi fundamental, optimisme akan meningkatnya permintaan produk energi seiring masuknya musim dingin di sebagian negara di dunia masih berikan sentimen positif. Namun, sentimen cukup rapuh seiring investor menantikan data tenaga kerja AS nanti malam yang dapat berikan petunjuk lebih lanjut akan potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve.
Outlook minyak kini menjadi netral; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss  $98.70.  $98.60 dan $100 (MA 200 dan level psikologis) adalah resisten. $96.25 dan $95.35 (harga terendah 4 Desember dan tertinggi 11 November) merupakan support.
Resistance Level : $98.60, $100.00, $102.00
Support Level     : $96.25, $95.35, $93.90
Pin Terlihat Di Minyak
 
 

GBPJPY Mencoba Menguat

Monexnews – Naiknya indikator stochastic dan RSI memberikan peluang kenaikan lebih lanjut bagi GBPJPY. Sementara MACD cenderung mendatar sehingga belum memberikan konfirmasi penguatan lebih lanjut. Resisten terdekat berada pada kisaran 166.85 (MA 50) penembusan diatas area tersbeut akan memberikan dorongan tambahan untuk menguji area 167.00, sebelum menuju area 167.25. Pada pergerakan kebawah support berada pada area 166.00, konfrimasi penembusan dibawah area tersebut kembali akan menekan harga menguji area 165.60, sebelum menuju area 165.25.
Dari sisi fundamental hari ini Inggris akan merilis data harga rumah untuk bulan November, dan data ekpektasi inflasi Inggris dalam 12 bulan ke depan. Data-data tersebut dapat memberikan peluang penguatan bagi sterling. 
GBPJPY Mencoba Menguat
 
 

Penguatan EURJPY Kemungkinan Terbatas

Monexnews – Euro mulai bangkit setelah ECB mempertahankan suku bunga acuan sebesar 0,25%, dan tidak memberikan indikasi tentang pemberlakuan suku bunga deposito negatif kemarin. Namun data pesanan pabrik Jerman dapat mengganggu penguatan euro. Pesanan pabrik Jerman pada bulan Oktober diprediksi sebesar -0,4% dari bulan sebelumnya ketika naik 3,3%.
Resisten terdekat yang harus dilewati EURJPY berada pada kisaran 139.50, penembusan diatas area tersebut akan membawa harga ke atas menguji area 139.80, atau lebih jauh ke level 140.00. Sementara pada pergerakan kebawah, support terdekat berada pada kisaran139.00, keberhasilan menembus dibawah area tersebut seharusnya membawa harga ke level 138.65.
Penguatan EURJPY Kemungkinan Terbatas
 
 
 

USDCHF Menanti Data Swiss dan AS

Monexnews – Setelah berhasil menembus dibawah level 0.9000, USDCHF pada perdagangan hari ini tidak banyak bergerak menyusul data penting yang akan dirilis hari ini dari Swiss dan AS. Swiss akan merilis data CPI untuk bulan November yang diperkirakan sebesar -0,2%, jika dirlis seusai prediksi akan memberikan peluang rebound USDCHF. Namun data yang paling dinanti adalah data non-farm payrolls dari AS untuk bulan November, yang diprediksi lebih rendah dari bulan sebelumnya. Jika data NFP dirilis sesuai prediksi atau lebih rendah maka kembali akan menekan pergerakan USDCHF, begitu juga sebaliknya.
Indikator MACD yang bergerak turun memberikan tekanan pada harga. Pergerakan kebawah akan ditahan support 0.8950, penembusan dibawah area tersebut akan membawa harga ke support selanjutnya dikisaran 0.8920. Sementara indikator stochastic dan RSI yang berada pada wilayah jenuh jual memberikan peluang rebound  ke area 0.9000. konfirmasi penembusan diatas area tersebut akan mendorong harga menuju 0.9025.
USDCHF Menanti Data Swiss dan AS

“Market Outlook 2014 & Top Picks”

Posted on

Invitation MCS “NON BEGINNER”
 
 “Market Outlook 2014 & Top Picks
-Prospek Emas 2014-
-Mata uang paling Hot-
-3 Trik Sederhana Menaklukan Pasar-
 
Day / Date: Thursday, December 12th, 2013
Time: 14:30 – 17:00 Wib
Venue: Seminar Room
            Menara Ravindo 8th floor, Kebonsirih kav 75, Jakarta Pusat
 
Limited Seat!!!
Gambar
Contact Person :
Iyan Sauri
081289151142 / 25D981A3