Bulan: Maret 2014

Market Movers: Perbedaan Kebijakan Bank Sentral Jadi Fokus Pasar

Posted on

Monexnews – Data-data ekonomi AS yang dirilis kemarin malam masih menempatkan indeks dollar AS bertahan di kisaran 80. Data yang dirilis hasilnya cukup beragam. Data GDP Final kuartal ke-4 AS dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar, 2,6% vs 2,7%. Data Klaim Tunjangan Pengangguran dirilis lebih bagus dari ekspektasi pasar, 311 ribu klaim vs 326 ribu klaim. Dan data Pending Home Sales dirilis lebih rendah dari ekspektasi pasar -0,8% vs +0,2%.

Perbedaan potensi kebijakan moneter antara Bank Sentral Eropa yang berpotensi melonggar dengan Bank Sentral AS dan Inggris yang berpotensi lebih ketat, memberikan dampak tekanan turun pada nilai tukar euro terhadap dollar AS dan poundsterling.

Pagi ini telah dirilis beberapa data ekonomi Jepang yang hasilnya beragam. Data CPI (Indeks Harga Konsumen) Tokyo dirilis lebih bagus dari ekspektasi, data Belanja Rumah Tangga dirilis lebih buruk dari eksptektasi dan data Penjualan Ritel dirilis sesuai eksptektasi pasar. Hasil ini masih menahan USDJPY tetap di kisaran 102.

Dari kawasan Eropa akan dirilis data CPI Jerman yang diproyeksikan 0,4%. Bila CPI Jerman di bawah proyeksi, bisa menambah tekanan turun bagi nilai tukar euro yang didera masalah disinflasi. Sementara dari Perancis akan dirilis data Belanja Konsumen Perancis yang diperkirakan tumbuh 1%.

Inggris akan merilis data Neraca Berjalan (Current Account) yang diperkirakan masih mengalami defisit sebesar 13,5  milyar poundsterling. Defisit yang berkurang biasanya membantu penguatan nilai tukar. Selain itu Inggris juga akan merilis data GDP Final kuartal ke-4 yang diperkirakan sama dengan pengukurun yang pertama, 0,7%.

Malam hari, AS akan merilis data Core PCE Index (yang juga dipakai untuk menakar tingkat inflasi), data Belanja Personal dan data revisi survei Sentimen Konsumen. Kemungkinan tidak banyak pergerakan di pasar keuangan dari ketiga data ini.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

Emas Masih Dalam Tekanan Di Bawah 1301

Posted on

Monexnews – Harga emas masih menurun kemarin dan kembali membukukan level terendah di Bulan Maret 2014 di 1288.98.

Ini masih akibat dari pengaruh dari pernyataan pejabat Bank Sentral AS terkait kemungkinan kenaikan suku bunga acuan yang lebih cepat dari perkiraan dan masalah pelambatan ekonomi China masih menjadi market mover yang menekan harga emas.

Hingga siang ini harga bergerak di kisaran 1293, sedikit menguat dari level terendah kemarin. Namun tekanan turun masih belum pudar. Harga masih tertekan turun selama berada di bawah kisaran 1301 sehingga berpotensi menguji level support 1288.

Potensi rebound menuju area resisten 1301 juga masih terbuka dengan pergerakan turun yang sudah cukup dalam membuka peluang terjadinya rebound untuk ambil untung.

Sementara pergerakan di bawah 1288 berpotensi menekan harga ke area retracement 62% fibonacci antara 1182 dan 1392 di kisaran 1250-1270. Dan bila harga bertahan di atas 1301, potensi penguatan terbuka ke area 1307.

Emas Tertekan, Waspada Resisten 1307

Posted on

Monexnews – Harga emas masih tertekan turun dan kemarin berhasil mencapai level terendah $1298.54 per troy ons. Pengaruh dari pernyataan pejabat Bank Sentral AS terkait kemungkinan kenaikan suku bunga acuan yang lebih cepat dari perkiraan dan masalah pelambatan ekonomi China masih menjadi market mover yang menekan harga emas.

Hingga siang ini harga masih bergerak di bawah level 1307 yang menjadi level resisten terdekat. Meskipun tendensi masih ke arah bawah, waspada rebound ketika harga berhasil bertahan di atas 1307 dengan potensi target ke area 1318.

Dan selama harga bertahan di bawah 1307, potensi pelemahan masih terbuka ke area 1285-1295.

Hari ini data Klaim Tunjangan Pengangguran mingguan, data GDP final kuartal ke-4 dan data Pending Home Sales AS bisa menjadi market mover bagi pergerakan harga emas. Data yang positif bagi perekonomian AS, bisa mendukung penguatan dollar dan menekan turun harga emas kembali.

http://files.monexnews.com/src/Gambar%20Teknikal%20Komoditi/xauusdh1-27032014.jpg

Market Movers: Isu Sanksi Terhadap Rusia Dorong Sentimen Negatif Ke Pasar

Posted on

Monexnews – Sentimen negatif kembali mendera pasar keuangan yang dipicu oleh berita bahwa AS dan Uni Eropa akan meningkatkan sanksi terhadap Rusia karena melakukan aneksasi terhadap Crimea.

Indeks Dow Jones AS semalam melemah karena kabar ini dan mendorong pelemahan indeks saham regional Asia pagi ini. Harga minyak mentah WTI kembali mencapai level $100 per barel akibat kabar mengenai sanksi Rusia ini padahal data stok minyak mentah AS diberitakan naik melebihi proyeksi, 6,6 juta barel vs 2,9 juta barel.

Isu penyerapan likuiditas oleh Bank Sentral China juga memberikan sentimen negatif ke pasar keuangan terutama indeks saham Hang Seng. Penyerapan likuiditas bisa berujung pada menekan kredit yang bisa menurunkan ekspansi bisnis.

Pagi ini telah dirilis data Neraca Perdagangan Selandia Baru yang kembali surplus. Kali ini surplusnya sebesar 818 juta dollar dan melebihi ekspektasi 595 juta dollar. Surplus Neraca Perdagangan ini mendukung penguatan nilai tukar dollar New Zealand (NZD).

Sore nanti akan dirilis data Penjualan Ritel Inggris yang diprediksi naik 0,5% dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami penurunan 1,5%. Data yang lebih baik dari proyeksi bisa membantu penguatan poundsterling (GBP). Sterling kemarin mendapatkan dorongan penguatan dari komentar salah satu pejabat bank sentralnya, Martin Weale, yang memperkirakan bahwa suku bunga acuan Inggris tidak akan bertahan di 0,5% karena perekonomian Inggris sudah mulai pulih.

Sementara euro masih tertekan oleh pernyataan para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengkhawatirkan penguatan euro dan disinflasi.

Dari AS akan dirilis data penting Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan dan data GDP Final untuk kuartal ke-4. Data Klaim Tunjangan Pengangguran diperkirakan menjadi 326 ribu klaim untuk periode 1 minggu dari tanggal 16-22 Maret 2014. Ini sedikit lebih tinggi dari angka 320 ribu klaim yang tercapai minggu sebelumnya. Tapi secara keseluruhan data Klaim Tunjangan Pengangguran masih dalam tren penurunan yang positif untuk ekonomi AS.

Data GDP Final kuartal ke-4 AS diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,7%, lebih tinggi dari pengukuran sebelumnya yang 2,4%. Bila hasilnya sesuai proyeksi, tentu bisa memberikan sentimen positif bagi dollar dan indeks saham AS.

Selain data-data ekonomi, beberapa pejabat bank sentral akan memberikan pernyataan ke publik yang mungkin bisa menjadi market mover. Komite Kebijakan Keuangan Bank Sentral Inggris akan memberikan pernyataan dan merilis laporan mengenai kondisi sektor keuangan Inggris kuartalan. Sementara Presiden Federal Reserve Cabang Cleveland, Sandra Pianalto, akan berbicara di Universitas Dayton AS. Pianalto saat ini juga menjadi anggota FOMC yang memiliki hak suara.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm

http://www.monexnews.com/market-movers/market-movers-isu-sanksi-terhadap-rusia-dorong-sentimen-negatif-ke-pasar.htm

Emas Tertekan Di Bawah 1318

Posted on Updated on

Monexnews – Harga emas masih bergerak di bawah resisten 1321-1327 dan di dekat kisaran support kemarin 1307. Harga emas bergerak mengikuti pergerakan EURUSD yang naik turun mengikuti komentar para pejabat Bank Sentral Eropa, Jens Weidmann dan Mario Draghi yang berusaha menekan turun nilai tukar euro.

Hingga siang ini harga membentuk kisaran resisten di 1318. Di bawah resisten ini, tekanan turun masih membayangi pergerakan harga. Namun pelemahan lanjutan membutuhkan penembusan ke bawah area support 1305-1307 dengan potensi target ke area 1295-1298.

Sementara pergerakan stabil di atas 1318, mungkin bisa membawa harga menguat kembali ke area 1321-1327.

Market mover hari ini adalah data Durable Goods Orders AS ( 19.30 Wib ). Hasil yang di atas perkiraan pasar bisa mendorong penguatan dollar AS dan menekan harga emas, demikian pula sebaliknya.

http://files.monexnews.com/src/Gambar%20Teknikal%20Komoditi/xauusdh1-26032014.jpg

Market Movers: Komentar Pejabat Bank Sentral Goyangkan Nilai Tukar

Posted on

Monexnews – Komentar pejabat bank sentral dari AS dan Zona Euro menjadi market mover pasar keuangan semalam. Jens Weidmann, Anggota Dewan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Gubernur Bank Sentral Jerman, mengatakan bahwa suku bunga yang negatif bisa menjadi opsi untuk melemahkan nilai tukar euro dan pelonggaran kuantitatif bisa digunakan untuk memerangi deflasi. Mario  Draghi, Kepala Bank Sentral Eropa (ECB), mengungkapkan bahwa tidak ada gejala deflasi dalam belanja konsumen. Sementara Charles Plosser, Presiden Federal Reserve Cabang Philadelphia, mengungkapkan bahwa suku bunga acuan AS di tahun 2015 bisa naik menjadi 3% dan di 2016 bisa naik menjadi 4%.

ECB berusaha melemahkan euro lewat komentar para pejabatnya, sementara komentar Plosser bisa mendukung penguatan dollar AS ke depannya.

Sementara data Tingkat Keyakinan Konsumen AS yang bagus semalam memberikan sentimen positif ke pasar saham AS dan mendorong penguatan indeks saham Asia pagi ini.

Gubernur Bank Sentral Australia (RBA) Glenn Stevens baru saja menyampaikan pidatonya di hadapan peserta Konferensi Tahunan Credit Suisse Asian Investment ke-17 di Hong Kong. Dalam pidatonya, Stevens menyebutkan bahwa tingkat inflasi terlihat lebih tinggi dibandingkan pandangannya tiga bulan sebelumnya. Pidatonya ini semakin menguatkan nilai tukar dollar Australia.

Sore hari dari Zona Euro akan dirilis data survei Iklim Konsumen Jerman. Survei ini dari bulan ke bulan terlihat menunjukkan hasil yang positif sehingga mungkin bisa membantu penguatan euro kembali.

Dari AS akan dirilis data Durable Goods Orders (Pesanan Barang Tahan Lama). Pesanan Bulan Februari diperkirakan akan mengalami kenaikaan 1,1% dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami penurunan 1%. Hasil yang bagus bisa mendorong penguatan dollar dan indeks saham AS.

Malam ini juga akan dirilis data mingguan stok minyak mentah AS yang bisa mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah WTI. Stok minyak beberapa minggu terakhir selalu meningkat sehingga memberikan tekanan turun pada harga minyak. Kali ini stok minyak diprediksi naik sebesar 2,9 juta barel.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm

http://www.monexnews.com/market-movers/market-movers-komentar-pejabat-bank-sentral-goyangkan-nilai-tukar.htm

Minyak Sideways Di Kisaran $97.40 – $100.40

Posted on

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator Stochastic dan keluarnya minyak dari channel bearish dapat memberikan tenaga kenaikan. Namun, kesulitan minyak mencatatkan level penutupan harian di atas MA200 (100.40) dapat isyaratkan rapuhnya momentum kenaikan. Terbentuknya candle stick “pin” juga dapat memberikan tekanan penurunan. Sentimen cukup mixed dan ini mungkin dapat mendorong pergerakan sideways di kisaran $97.40 – $100.40 untuk sementara waktu seiring minyak terperangkap di antara MA 100 dengan MA 200, dan mendatarnya indikator MACD.

Dari sisi fundamental, meredanya kekhawatiran akan potensi terganggunya supplai energi dunia dapat memberikan  sentimen negatif untuk minyak. Transportasi minyak di kanal Texas telah mulai normal setelah ditutup dalam beberapa hari akibat tumpahan minyak. Kecemasan akan memburuknya konflik Rusia-Barat juga mereda setelah Presiden Obama utarakan tidak akan berikan sanksi ekonomi jika Rusia tidak bertindak lebih jauh melebihi Crimea.

Meski demikian, investor juga waspada menanti publikasi data cadangan minyak AS yang akan dirilis pada jam 21.30 WIB. Cadangan minyak AS diprediksi bertambah untuk minggu yang berakhir pada 22 Maret meski tidak sebanyak publikasi sebelumnya.

Outlook minyak Nymex cukup netral, namun minyak Nymex diprediksi dapat melemah dengan target penurunan $97.45 dan stop-loss  $100.50. Minyak mungkin akan diperdagangkan di kisaran $99.75 hingga $98.30 untuk hari ini.

Resistance Level : $99.75, $100.40, $101.35

Support Level     : $98.30, $97.40, 96.25