Bulan: Februari 2014

Emas Potensi Tertekan Selama Di Bawah 1331

Posted on

Emas Potensi Tertekan Selama Di Bawah 1331

Monexnews – Harga emas mengalami penurunan dalam semalam karena bagusnya data penjualan rumah baru AS yang mencapai level tertinggi selama 5,5 tahun dan kehati-hatian pelaku pasar menjelang testimoni Janet Yellen di hadapan Senat AS malam ini.

Tekanan turun mungkin bisa berlanjut hari ini dengan potensi jual di dekat garis downtrend dan resistance, 1330-1331 dengan potensi target ke area 1322. Di bawah 1322, harga berpotensi melemah lebih dalam ke area 1314.

Sementara penguatan di atas resisten 1331, membuka penguatan lanjutan ke area 1338.

Hari ini, selain testimoni Janet Yellen, data ekonomi penting AS lain yang akan dirilis adalah data Durable Goods Orders (Pesanan Barang Tahan Lama) dan Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan. Bagusnya kedua data ini bisa menekan harga emas. Namun fokus utama poada testimoni Yellen. Bila Beliau menekankan pengetatan moneter ke depannya, harga emas bisa tertekan dalam.

http://files.monexnews.com/src/Gambar%20Teknikal%20Komoditi/xauusdh1-27022014.jpg

 

Emas Potensi Tertekan Selama Di Bawah 1331

 

SUMBER ,http://www.monexnews.com/today-analysis/6994/emas-potensi-tertekan-selama-di-bawah-1331.htm

Iklan

Market Movers: Kehati-hatian Pasar Jelang Testimoni Yellen

Posted on Updated on

Senat AS

Monexnews – Indeks dollar AS mengalami penguatan kemarin berkat bagusnya data penjualan rumah baru AS Bulan Januari yang mencapai level tertinggi dalam 5 ½ tahun. Penguatan indeks dollar ini juga menunjukkan sikap kehati-hatian pasar menjelang testimoni Janet Yellen di hadapan Komite Perbankan Senat malam ini.

Kehati-hatian ini merefleksikan bahwa pasar mengantisipasi kejutan dari Janet Yellen. Bila arah pernyataan Yellen terkait kebijakan moneter ke depan lebih bullish, tentu dollar AS bisa menguat lebih lanjut.

Hari ini cukup banyak data penting yang dirilis yang bisa menjadi market mover bagi pasar keuangan. Pagi ini AUDUSD mendapatkan tekanan turun dari data Private Capital Expenditure kuartal ke-4 2013, yang menunjukan penurunan pengeluaran untuk investasi dari perusahaan swasta di Australia sebesar 5,2% di bawah kuartal sebelumnya yang menunjukan kenaikan 2,6%.

Sore hari dari kawasan Eropa akan dirilis data GDP Swiss kuartal ke-4 2013 yang diprediksi sedikit lebih rendah dari kuartal sebelumnya, 0,4% vs 0,5%. Swiss juga akan merilis data jumlah orang yang dipekerjakan di kuartal ke-4 yang diperkirakan naik 20 ribu orang dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara Jerman akan merilis perubahan jumlah pengangguran yang diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 10 ribu orang. Data yang positif mungkin akan menahan penurunan nilai tukar mata uang kawasan Eropa sore nanti.

Dan dari AS, selain testimoni Janet Yellen, malam ini akan dirilis data Pesanan Barang Tahan Lama (Durable Goods Orders) Bulan Januari yang diperkirakan masih akan mengalami penurunan, namun penurunannya lebih kecil dibandingkan Bulan Desember. Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan juga akan dirilis dengan proyeksi 333 ribu klaim, lebih rendah dibandingkan klaim minggu sebelumnya yang sebesar 336 ribu klaim. Meski data-data ini dapat menjadi penggerak pasar yang besar namun fokus pasar tetap pada testimoni Yellen dimana pernyataan tertulisnya biasanya telah dirilis beberapa saat sebelumnya.

Laporan penghasilan atau earnings perusahaan yang terdaftar di bursa AS yang akan dirilis malam ini adalah Best Buy dan GAP. Jadwal selengkapnya bisa dilihat di http://www.monexnews.com/calendar/earnings.htm

Sumber = http://www.monexnews.com/market-movers/market-movers-kehati-hatian-pasar-jelang-testimoni-yellen.htm

Emas, Instrumen Beresiko Di Februari 2014

Posted on

 

chart

Monexnews – Harga emas sering dihubungkan dengan pergerakan harga instrumen lain seperti indeks dollar AS, indeks saham AS, EURUSD, AUDUSD, Minyak Mentah WTI, dan lainnya.

Dulu emas pernah dilihat berkorelasi positif dengan AUDUSD. Bila harga emas naik, dollar Australia juga menguat terhadap dollar AS, dan sebaliknya bila harga emas turun, dollar Australia juga turun terhadap dollar AS.

Emas juga diasosiasikan dengan penguatan atau pelemahan dollar AS. Bila dollar AS menguat, harga emas kemungkinan akan melemah, dan sebaliknya, bila dollar AS melemah, harga emas akan menguat.

Sementara terhadap indeks saham AS yang diwakili Dow Jones, harga emas dianggap berkorelasi negatif dengan Dow Jones. Emas dianggap safe haven sementara Dow Jones dianggap aset beresiko sehingga bila harga emas turun, Dow menguat dan sebaliknya bila harga emas naik, Dow turun.

Namun asumsi-asumsi di atas terasa tidak pas ketika kita menghitung korelasi dari data penutupan harian harga emas dengan harga penutupan instrumen-instrumen lainnya yang disebutkan di atas.

Ternyata bila kita menghitung secara bulanan dalam satu tahun, tidak ada korelasi yang konsisten dalam pergerakan harga emas dengan yang lain. Kadang di satu bulan harga emas berkorelasi kuat, kadang di bulan lain malah menunjukkan korelasi yang lemah. Sebagai informasi, korelasi yang kuat bila menghasilkan angka di atas 70%. Korelasi yang hasilnya positif berarti dua harga bergerak beriringan sementara korelasi yang hasilnya negatif berarti dua harga bergerak berlawanan arah.

Pada tahun 2013, korelasi Indeks Dollar AS dengan harga emas ternyata sangat lemah (hanya 7,44%). Tapi kalau kita melihat korelasi bulanan, memang ada beberapa bulan, indeks dollar berkorelasi negatif yang kuat dengan harga emas. Pada Maret dan September 2013 malah terlihat korelasi yang positif.

Sementara korelasi tahun 2013 antara indeks saham Dow Jones dengan harga emas sangat kuat berlawanan arah. Tapi bila kita menilik korelasi tiap bulannya, tidak selalu demikian. Pada beberapa bulan kita dapati berkorelasi positif kuat atau bergerak beriringan seperti pada bulan Juli 2013 dan Februari 2014.

Sehingga kita bisa mengambil kesimpulan bahwa korelasi tidak bisa kita generalisir karena setiap bulannya tidak sama. Ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor fundamental seperti data-data dan peristiwa ekonomi yang berbeda yang terjadi pada waktu tersebut.

Mari kita melihat korelasi harga emas pada Bulan Februari 2014 ini. Pada Februari 2014 ini, harga emas ternyata memiliki korelasi positif yang kuat dengan Indeks Dow Jones, EURUSD, Minyak Mentah WTI dan AUDUSD. Sementara terhadap Indeks Dollar AS berkorelasi negatif yang kuat. Ini bisa disimpulkan bahwa emas pada Bulan Februari ini sedang dipandang sebagai komoditas yang merupakan instrumen beresiko dan bukan dipandang sebagai aset safe haven. Ini karena harga emas bergerak beriringan dengan Dow Jones, Minyak Mentah, AUDUSD dan EURUSD.

Sumber  :  http://www.monexnews.com/market-commentary/118/emas-instrumen-beresiko-di-februari-2014.htm

Technical Outlook 26 Februari 2014

Posted on

 

Screenshot_1

  •  EUR/USD. Bias masih netral dalam jangka pendek. Rentang perdagangan harian penting yang diperhatikan pada kisaran 1.3660 – 1.3755, penembusan diatas area 1.3775 dapat memicu tekanan bullish lebih jauh menguji area resisten kunci 1.3815. Pada pergerakan kebawah, penembusan dibawah area 1.3660 dapat memicu tekanan bearish menguji kembali area 1.3635. Secara keseluruhan scenario ascending triangle bullish seharunya tetap valid, Namun tetap di butuhkan penembusan diatas area triangle untuk memberikan konfirmasi scenario bullish lebih lanjut.
 
  • GBP/USD. Pada fase ini bias bearish, dan dibutuhkan penembusan dan penutupan harian dibawah area 1.6630 untuk memicu fase koreksi bearish lebih lanjut menguji area 1.6550. Resisten terdekat terlihat disekitar area 1.6740, selanjutnya pada area 1.6775 yang perlu ditembus untuk memberikan potensi kenaikan dan mengakhiri fase koreksi bearish.
 
  • USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang potensi perdagangan antara area 101.80 – 102.50. Penembusan diatas area 102.50 dapat memberikan potensi berakhirinya fase koreksi bearish menguji kembali area 102.90 – 103.00. Pada pergerakan kebawah, penembusan dibawah area 101.80 dapat memicu tekanan bearish lebih lanjut menguji garis tren support pada kisaran area 101.40.
 
  • USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 0.8845 – 0.8830. Resisten terdekat terlihat disekitar area 0.8920, penembusan konsisten diatas area tersebut dapat memicu tekanan bearish lebih lanjut menguji area 0.8950 – 0.8970.
 
  • AUD/USD. Bias bullish namun dibutuhkan penembusan diatas area 0.9030 untuk memicu skenario koreksi bullish lebih lanjut menguji area 0.9065. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat terlihat disekitar area 0.8960, penembusan konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, akibat arah pergerakan tidak jelas kemungkinan menguji area support kunci 0.8930 – 0.8910.
 
  • XAU/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 1352 – 1355 . Penembusan di atas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 1355. Harga kemungkinan terkoreksi ke area 1338 akibat indikator RSI dan stochastic berada pada wilayah jenuh beli. Penembusan dibawah area tersebut akan membawa harga turun menguji area 1327.
 
  • Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 22450 area, sementara support terdekat terlihat disekitar area 22190. Penembusan diatas area 22450 seharusnya membawa harga naik untuk menguji 22600. Disisi lain, penembusan konsisten dibawah area 22190 akan memicu tekanan bearish menguji area 22030.
 
  • Nikkei Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 15000. Penembusan diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 15150. Disisi lain, support terdekat terlihat disekitar area 14850, penembusan konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 14710.
 
  • Kospi FuturesBias bullish dalam jangka pendek menuju target bullish selanjutnya pada area 258.40 sebelum menguji area 261.50. Bagaimanapun juga, stochastic dan RSI yang overbought pada grafik 4 jam dapat memicu koreksi bearish kembali ke area 254.00. Break ke bawah area ini dapat melanjutkan koreksi bearish menuju area 251.00. Kami masih lebih memilih outlook bullish selama harga bertahan di atas area 250.00.

Penawaran Beli Emas dengan Cicilan, Cermati Plus Minusnya!!!

Posted on

Ternyata bukan cuma kendaraan, barang elektronik, atau rumah yang bisa dicicil. Kini, sudah banyak pihak yang menawarkan pembiayaan alias kredit kepemilikan emas.

Yang terbaru, Bank Danamon Syariah menawarkan jasa itu lewat program Solusi Emas. Apa yang ditawarkan Danamon ini mirip dengan yang ditawarkan oleh Perum Pegadaian melalui program Mulia.

Jika Danamon membatasi pembiayaan emas maksimal senilai Rp 150 juta, Pegadaian membatasi maksimal pembiayaan 1 kg emas. Layaknya pembiayaan lain, ada batas mencicil yang disyaratkan. Selain itu, ada syarat uang muka yang harus disetor lebih dulu.

Tentu saja, karena mencicil, ada biaya bunga yang harus ditanggung oleh debitur.
Manajer Divisi Syariah Perum Pegadaian Wartono menjelaskan, ada nilai bagi hasil yang mesti dibayar kepada Pegadaian dengan besaran yang diketahui nasabah.

Besarnya bisa sampai 3% dari nilai emas yang dibeli.

Selain Pegadaian dan Danamon, tidak sedikit pula toko-toko emas online yang menyodorkan skema mencicil emas termasuk beragam nama yang dipakai. Biar gampang, kita sebut saja skema ini dengan tabungan emas.

Penjelasannya begini, Anda bisa membeli emas dengan uang berapa pun. Yang dicatat di tabungan emas bukan nilai rupiah tetapi berat emas yang terbeli.

Ambil contoh, harga sekeping emas berberat 4,25 gram adalah sekitar Rp 2,3 juta atau tepatnya Rp 2.270.679. Namun, Anda hanya memiliki uang Rp 1 juta.

Maka, “saldo” emas yang tercatat di buku tabungan Anda adalah 1,87 gram. Hitungan ini berasal dari uang Anda sekarang dibagi nilai sekeping dinar, lantas dikalikan bobot dinar tersebut

(Rp 1 juta : Rp 2.270.679) x 4,25 gram = 1,87 gram.

 

Apa pendapat para perencana keuangan tentang cicilan emas seperti ini?

salah seorang Financial planner dari Finansia Consulting  berpendapat, pembelian aset memang bisa secara tunai atau berutang.

“Untuk membeli mobil yang harganya turun saja kita bisa menerima sistem cicilan, apalagi emas yang memberi bukti historis kenaikan nilai selama kurun waktu puluhan tahun. Ini menjadi pembenaran alasan untuk berutang demi mendapatkan emas,” kata Eko.

Namun, mencicil emas ternyata tak luput dari risiko…

Skema kredit / cicilan sebenarnya adalah membayar dengan total harga lebih mahal ketimbang membeli tunai.

Harga lebih mahal ini bisa dilihat dari pungutan bunga, imbal hasil, dan biaya-biaya kredit lain.

Dengan skenario kredit / cicilan emas, risiko makin tinggi ketika harga emas ternyata jatuh seperti sepanjang tahun 2013 lalu sampai saat ini.

“Karena, tidak ada yang bisa memastikan emas selalu naik meskipun secara historis dalam puluhan tahun harga emas cenderung naik,” kata Pandji dari Fin-Ally Financial Planning and Consulting.

Hal ini berbeda dengan jenis investasi emas lain seperti trading online emas, Tidak perduli harga emas naik atau turun, investor tetap bisa menikmati keuntungan ketika harga emas sedang turun seperti ubahnya ketika harga emas naik.
Berbeda dengan Eko, perencana keuangan dari Fahima Advisory, Dida Nurhaida terang-terangan tak menyarankan pembiayaan emas. Alasan Dida, fluktuasi harga emas menyebabkan seseorang seperti berspekulasi untuk mendapatkan emas dengan cara tersebut.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, seseorang yang mencicil emas harus menyadari bahwa ada biaya-biaya tambahan yang harus ia tanggung. Jika tidak mau tekor atau tak mendapat manfaat investasi setelah cicilan lunas, Anda wajib menghitung dengan cermat proyeksi imbal hasil bersih yang bisa Anda diterima.

Caranya adalah dengan menghitung semua biaya, seperti bunga atau margin, biaya titip, biaya administrasi, dan biaya lain-lain yang harus dikeluarkan. Biaya-biaya itu harus dikurangkan dari proyeksi pertumbuhan harga emas selama tenor cicilan yang Anda pilih. “Total biaya tahunan jangan sampai melebihi proyeksi pertumbuhan emas per tahun,” saran Pandji.
Akhir kata ….
Demikian pembaca yang budiman, investasi emas fisik saat ini tampaknya mulai tersaingi dengan investasi emas online (trading emas online).

Hal ini dikarenakan pada investasi emas fisik, diperlukan biaya-biaya tambahan yang cukup besar seperti biaya penyimpanan, selisih kurs jual beli yang cukup besar, resiko pencurian dan sebagainya.

Sedangkan pada Investasi online (trading emas online). Kelemahan investasi emas fisik tersebut hampir semuanya bisa diminimalisir.

Perdagangan komoditi emas online memberikan Anda keleluasaan untuk berinvestasi emas tanpa resiko kehilangan emas fisik dan tanpa biaya tambahan penyimpanan yang mahal.

Transaksi emas online juga memiliki keuntungan lain yaitu pergerakan harga yang real time sesuai dengan harga di pasar komoditi emas dunia sehingga para investor dapat memetik keuntungan dari hasil investasinya kapanpun juga.
Cukup dengan 3 langkah mudah dan anda sudah dapat langsung melakukan perdagangan emas online secara praktis dan aman.

http://www.mifx.com/open-live-account/y2d4v2t2

CP : 081289151142