Minyak Menguat, Rencana Stimulus Dan Kerusuhan di Timteng

Posted on

Minyak diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam empat bulan pada spekulasi langkah-langkah stimulus ekonomi yang diumumkan oleh AS sehingga meningkatkan permintaan bahan bakar dan meningkatnya kekhawatiran akan kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara yang akan mengganggu pasokan.

Harga minyak sedikit berubah setelah naik ke level tertinggi dalam dua minggu kemarin. The Fed akan melakukan pembelian utang hipotek sebesar $ 40 miliar perbulan untuk meningkatkan perekonomian. Para pengunjuk rasa berusaha menyerbu Kedutaan Besar AS di Yaman dan demonstran berkeliling kota di Mesir dan Iran untuk menentang sebuah film yang dilihat menghina Islam. Iran juga meningkatkan ketegangan dengan memperluas program nuklirnya, menurut Robert Wood, utusan AS di Badan Energi Atom Internasional.

Minyak saat ini bergerak di kisaran $ 98,95 per barel, menguat 80 sen, dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 08:04 WIB. Minyak kemarin naik 1.0 persen menjadi $ 98,09, penutupan tertinggi sejak 4 Mei. Harga 1,8 persen pada lebih tinggi minggu ini dan turun 0,7 persen pada tahun ini.

Iklan

Kecemasan Inflasi Lejitkan Emas

Posted on

Emas melonjak ke level tinggi 6 bulan pada hari Kamis, naik sebanyak 2% setelah Federal Reserve AS meluncurkan program stimulus yang agresif dan bejanji akan terus membeli aset hingga outlook tenaga kerja membaik secara substansial. Emas mendapat dorongan kuat setelah bank sentral mengganti arah kebijakan moneter AS dengan mengaitkan pembelian obligasi dengan kondisi ekonomi saat ini seara langsung.

Pelaku pasar mengatakan Federal Reserve sebenarnya mengubah fokusnya pada ketenagakerjaan dari mempertahankan stabilitas harga. Dua tujuan ini seiring disebut dua mandat Fed. “Mereka sedang menekankan mandat pertumbuhan, dan itu artinya mereka tidak perduli mengenai inflasi selain hanya berkomentar mengenai hal itu,” ucap Axel Merk, kepala bagian investasi apda Merk Funds. “Harga emas akan berperforma baik hingga beberapa tahun ke depan,” ucap Merk.

The Fed Luncurkan Stimulus Hingga Sektor Tenaga Kerja Pulih

Posted on

Federal Reserve kembali meluncurkan program stimulus yang agresif pada hari Kamis, mengatakan akan membeli obligasi kredit perumahan senilai 40 milyar dollar dan melanjutkan pembelian aset hingga outlook tenaga kerja membaik secara substansial. Dalam perubahan secara signifikan pada arah kebijakan moneter AS, Fed telah mengaitkan program pembelian obligasi yang tidak konvensional dengan kondisi ekonomi, langkah yang mungkin menjadi kontroversi diantara kritik-kritik untuk bank sentral.

“Jika outlook pasar tenaga kerja tidak membaik secara substansial, komite akan meneruskan pembelian obligasi berlatar belakang kredit perumahan, menambah pembelian aset, dan juga kebijakan lainnya yang diperlukan hingga mengalami kemajuan dalam konteks stabilitas harga,” menurut Fed dalam pernyataannya.

Fed Luncurkan QE, Jepang Ambil Ancang-Ancang

Posted on

Pasar mata uang asing terlihat waspada untuk kemungkinan adanya intervensi untuk menekan penguatan Yen mengikuti pengumuman dari Federal Reserve terkait adanya pelonggaran kuantitatif hari Kamis lalu, menurut beberapa sumber.

Bank sentral Jepang, BoJ, yang memiliki tugas dalam melakukan intervensi di pasar mata uang dibawah petunjuk Departemen Keuangan, melakukan pertimbangan terhadap tingkat suku bunga pasca rilis pernyataan keputusan Fed, dilaporkan Dow Jones Newswire dan CNBC secara terpisah.

Sebuah pertimbangan tersebut, dimana pertimbangan dilakukan terhadap pergerakan dollar AS-Yen dengan para trader, dijadikan pedoman sebelum melakukan intervensi.

Dollar AS turun (melemah) terhadap Yen di angka 77.39 setelah pengumuman dari Fed, turun dari 77.87 Yen di hari sebelumnya, sebelum akhirnya  berakhir di angka 77.63 Yen di awal hari Jumat, di sesi perdagangan Tokyo.

Euro Terkonsolidasi Nantikan FOMC Meeting

Posted on

Euro stabil dekat level tertinggi 4 bulan di hari Kamis masih dalam trend positif semenjak keputusan Jerman yang melegakan pasar, selanjutnya para investor masih menantikan potensi stimulus tambahan dari The Fed.

Terpantau sejauh ini pairing EURUSD terkonsolidasi cenderung menguat 0.08% di level 1.2909, setelah meraih titik tertinggi intraday di 1.2930 dan level terendah hariannya di 1.2897.

Hasil pemilu Belanda yang berjalan lancar, dan menghapus ketakutan para pelaku pasar atas berkuasanya partai yang anti bailout turut membantu penguatan Euro.

Melihat kedepan, Euro masih berpotensi menguat lebih lanjut jika The Fed membuka jalan pada program pembelian aset baru, atau yang dikenal sebagai QE3. Namun sebaliknya jika The Fed menghindari pelonggaran moneter, maka reli Euro kemungkinan besar akan terhenti.

Emas Dapat Uji Support 1725

Posted on

Pergerakan emas pada grafik 1 jam-an terlihat berada dalam tekanan bearish dimana ada kemungkinan harga emas akan bergerak ke bawah untuk meneruskan pergerakan koreksinya dengan menguji support 1725.15. Seiring kondisi indikator stochastic yang berpotensi berada dalam kondisi bearish.

Sebaliknya waspadai jika harga emas menguat maka resistan 1733.46 harus terlebih dahulu ditembus dimana ada peluang emas akan bergerak ke atas menuju resistan berikutnya pada kisaran 1736.06 hingga 1738.59.

Permintaan Emas China Meningkat 10 %

Posted on

Meningkatnya permintaan fisik untuk emas di China memberikan dukungan untuk logam kuning, seorang pedagang yang berbasis di Singapura mengatakan. Dia mencatat bahwa dia melihat permintaan emas untuk saat ini naik lebih dari 10% dari catatannya pada tahun lalu, dengan beberapa investor membeli emas , secara historis emas dipandang sebagai aset yang aman, di tengah ketidakpastian politik menjelang transisi kepemimpinan di China pada bulan Oktober atau November. “Ada sejumlah pembelian besar emas di Cina pada saat ini,” katanya. Harga emas diperdagangkan di $ 1,731.50 per troy ounce, naik $1.10 dari harga pembukaan pagi ini . Emas bergerak dalam kisaran ketat pada hari Kamis ini, karena investor menunggu isyarat dari pernyataan Fed setelah pertemuan dua hari FOMC.