Bearish Divergence Pada Emas Hari Ini

Posted on

Harga emas meski berhasil menguat ke area 1698 kemarin namun masih bergerak konsolidatif. Para pelaku pasar masih menantikan hasil rapat moneter bank sentral Eropa Kamis Besok (6/9). ECB diindikasikan akan melakukan pembelian obligasi pemerintah tenor 3 tahun untuk menurunkan tingkat imbal hasil. Rapat besok akan mengkonfirmasikan apakah ada kebijakan ECB yang baru.

Harga emas masih dalam pergerakan konsolidasi. Namun beberapa indikator menunjukan kondisi bearish divergence yang menunjukkan potensi tekanan turun. Jika harga emas berhasil menembus support di 1686, area 1672 menjadi target selanjutnya. Area konsolidasi di 1687-1698.

Monex Trader H1, 05/09/2012

INFO : Iyan / 081289151142 / bbm: 275ee014

Profit Dengan Sistem 123

Posted on

Suatu sistem diperlukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam trading. Sistem ini haruslah dibuat sesederhana mungkin sehingga dapat digunakan secara konsisten oleh pemakainya. Dari riset saya menemukan sistem trading yang terbilang simple dan mudah diaplikasikan. Sistem ini dibahas dalam suatu forum trading di internet dan mungkin dapat menjadi sumber inspirasi untuk membuat sistem trading yang sesuai dengan karakter trading para pembaca.

Sistem ini mengambil teknik 123 yang sudah lama diterapkan di pasar keuangan. Teknik 123 semacam teknik yang menghitung gelombang pergerakan harga untuk memprediksi kemungkinan arah pergerakan selanjutnya. Danteknik ini digunakan untuk mencari kemungkinan pembalikan tren (trend reversal).

 

Mungkin yang akan menjadi pertanyaan anda bagaimana cara menentukan titik 1, 2, dan 3. Pada saat pergerakan harga sedang trending kemudian harga mengalami koreksi yang dalam, titik awal koreksi itu kita jadikan titik 1. Sedangkan ujung dari level koreksi yaitu level dimana harga mengalami konsolidasi merupakan titik 2. Sementara titik 3 kita pilih kondisi pergerakan harga yang memenuhi kriteria retracement Fibonacci 61.8% dari titik 1 dan 2 atau lebih namun tidak melewati titik 1.
Lalu level masuk kita letakkan saat harga melewati titik 2 dengan menempatkan level stop loss di bawah titik 3 untuk posisi beli atau di atas titik 3 untuk posisi jual. Atau bila pergerakan harga sangat fluktuaktif, kita bisa menempatkan levelstop loss di bawah/ atas titik 1. Kemudian jarak pips antara titik 2 dan 3 kita jadikan besaran target profit. Cukup mudah bukan? Dan kita tidak perlu menggunakan indikator teknikal lainnya.
Kita ambil contoh pergerakan 15 menit GBP/USD pada tanggal 13 Desember 2010. Pada pukul 15.20 WIB harga berada di level 1.5793 kemudian harga berangsur turun hingga mulai koreksi di level 1.5718 pada pukul 17.15 WIB. Level ini kita jadikan titik 1.
Titik 2 kita peroleh pada pukul 19.15 WIB di 1.5765 dimana pergerakan koreksi mulai tertahan. Lalu kita menggunakan Fibonacci retracement untuk mengukur kemungkinan titik 3 berada. Dengan pengukuran retracement 61.8% antara titik 1 dan 2, kita peroleh titik 3 kira-kira di level 1.5736. Dan harga ternyata melebihi level tersebut namun tidak melampaui titik 1. Titik 3 tersebut valid.
Setelah kita dapatkan titik 123, kita menunggu harga menembus ke atas titik 2 untuk dijadikan level masuk beli (di kisaran level 1.5767 entry point) dengan level stop loss beberapa pips di bawah titik 3 (di kisaran level 1.5716 SL1) atau di bawah titik 1 dan besaran target profit disamakan dengan jarak antara titik 2 dan 3 dan didapat di level 1.5814 TP1.
Kita bisa menerapkan risk management dengan membuka 2 lot. Lot pertama kita keluarkan saat TP1 tercapai. Kemudian SL1 kita naikan ke sl2, sehingga untuk lot ke-2 ini kita bebas resiko. Lalu lot kedua kita keluarkan di tp2.
Sistem ini sangat cocok di sesi perdagangan yang volatilitas harganya besar yaitu mulai dari sesi perdagangan Eropa dan Amerika.
Gambar  Titik 123 di GBPUSD 15M
Gambar  Penempatan entry point,SL dan TP

Selamat mencoba.

 

INFO

Iyan / 081289151142 / bbm: 275ee014

Crossing MA Bisa Menguntungkan

Posted on

Indikator Moving Average (MA) adalah indikator yang umum dipakai oleh para trader dunia. Bahkan banyak sistem trading menggunakan indikator Moving Average sebagai acuannya. Salah satu sistem yang sudah lama diterapkan adalah sistem Crossing MA.

Crossing MA atau perpotongan antara 2 MA atau lebih dapat memberikan sinyal masuk untuk membuka posisi beli atau jual. Memang Moving Average adalah indikator lagging atau indikator yang terlambat, akan tetapi bila Kita gabungkan dengan indikator lain justru dapat memberi sinyal yang bagus.
Pada artikel ini, Kita memakai Moving Average periode 4 exponential dan periode 20 exponential. Kita kombinasikan penggunaannya dengan MACD 12,26,9 yang umum dipakai. Sebelumnya, mari Kita analisa grafik EURUSD 30 menit berikut ini:
Grafik 1: EUR/USD M30 monex trader
Aturan dari sistem ini adalah sinyal beli terjadi jika MA 4 baru memotong ke atasMA 20 dan histogram MACD berada di atas garis 0 dan garis signal. Sementara sinyal jual terjadi jika MA 4 baru memotong ke bawah MA 20 dan histogramMACD berada di bawah garis 0 dan garis signal.
Pada grafik 2 di bawah ini, terjadi crossing antara MA 4 dengan MA 20 ke arah atas, tetapi pada MACD belum terlihat histogram berada di atas garis signal dan nol. Baru pada batang ke-tiga setelah perpotongan terjadi, histogram MACDberada di atas garis signal dan nol. Pada saat itu, Kita dapat membuka posisi beli dengan target profit pada resisten terdekat dan stop loss jika harga kembali memotong dan tutup di bawah MA 20.
 
Grafik 2: Sinyal Beli monex trader                        Grafik 3: Sinyal Jual monex trader
Sementara untuk sinyal jual, Kita perhatikan grafik 3, harus terjadi perpotonganMA 4 terhadap MA 20 ke arah bawah dan histogram sebaiknya berada di bawah garis signal dan nol. Pada grafik 3, batang ke-8 setelah terjadi perpotongan, baru Kita bisa membuka posisi jual. Target profit kita siapkan pada supportterdekat dan lakukan stop loss  jika harga kembali menembus dan tutup di atasMA 20.
Meski sistem ini cukup sederhana untuk dijalankan, tetapi cukup berpotensi menghasilkan keuntungan dalam trading. Melalui latihan serta pengamatan yang kontinyu dan konsisten, Kita akan terbiasa menggunakan sistem ini dengan target profit dan stop loss yang diharapkan.
INFO:
IyaN / 081289151142 / bbm: 275ee014

Strategi Trading

Posted on Updated on

Bentengi Kerugian Dengan R3

Ketika berhadapan dengan floating loss (posisi rugi), investor biasanya cenderung mempertahankan posisi hingga kerugian naik beberapa ratus poin. Hal ini seringkali terjadi bukan karena tuntutan trading system, namun lebih disebabkan karena Kita tidak siap dalam menerima kerugian, sekecil apapun itu.

Demi menjaga supaya kesalahan tersebut tidak terulang pada episode trading selanjutnya, maka Kita perlu berusaha untuk mendapatkan aplikasi terbaik dari rangkaian ilmu yang sudah ada. Di bawah ini merupakan hal penting yang mungkin terlewatkan, namun perlu Kita susun ulang sebelum kembali memulai transaksi.

Risk to Reward Ratio (R3)

Risk to Reward Ratio (R3) diartikan sebagai rasio antara resiko dengan imbal hasil dari transaksi instrumen finansial. Secara eksplisit, R3 memperhitungkan peluang tingkat kerugian berbanding keuntungan yang diperoleh dalam aktifitas transaksi. Trader saat ini cenderung lebih kritis dalam menghadapi sesuatu. Bisa jadi, sikap kritis inilah yang membuat mereka menentang penggunaan rasio dalam aktifitas trading-nya. Sebelum beranjak ke pembahasan selanjutnya, mari Kita simak ilustrasi berikut ini:

Asumsikan Anda telah memasukkan deposit dana sebesar 100 juta rupiah atau $10,000 dan bertransaksi sebanyak 10 kali dengan perhitungan sebagai berikut; Setiap transaksi sebesar 1 lot dengan target keuntungan $1,500 (Rp15 juta) dan batas kerugian (stop loss) sebesar $500 (Rp.5 juta).  Dengan demikian, perbandingan R3 adalah 3 berbanding 1 atau keuntungan transaksi 3 kali lebih besar dibanding kerugian.

Tabel 1

Seandainya sistem trading hanya mampu memberi keuntungan 3 kali dari 10 transaksi (7 transaksi rugi), Anda masih tetap mendapatkan laba sebesar $1,000 atau Rp10 juta (Lihat tabel 1). Anggap saja komisi yang dibayar untuk pialang (broker) sebesar $50 (Rp.500 ribu) per transaksi, sehingga total feeuntuk 10 transaksi menjadi $500 (Rp.5 juta). Anda masih meraih sisa keuntungan $500 atau Rp5 juta rupiah.

Indah bukan? Konsep sederhana namun sangat membangun. Tapi tunggu dulu, keindahan R3 belum berhenti di situ. Bagaimana jika dalam kesempatan 10 transaksi lain, keuntungan Anda bertambah 1 kali lagi saja?

Bagaimana jika dari 10 transaksi tersebut, 4 di antaranya menghasilkan keuntungan (sebelumnya hanya 3). Sementara 6 sisanya masih mengalami kerugian?

Mari Kita amati kembali ilustrasi di bawah:

Tabel 2

Dari hasil perhitungan tabel, lalu dikurangi total komisi $500 maka total keuntungan Anda telah mencapai $2,500.

Mungkin Anda beranggapan bahwa konsep tersebut hanya sekedar teori. Bagaimana mungkin mendapat keuntungan dan kerugian secara persis seperti itu, padahal kondisi pasar sangat dinamis? Jumlah $1,500 berarti 150 poin untuk sebagian besar instrumen Forex, yang rata-rata pergerakannya tidak setinggi Indeks saham. Jawabannya, Ya! Memang benar-benar sesederhana itu.

Rata-rata range harian sangat membantu dalam menentukan R3, tetapi Kita tidak harus memaksakannya. Apabila range hari ini tidak memadai, masih adarange esok hari. Metode tersebut juga tidak harus dipaksakan secara identik pada setiap transaksi. Sekali lagi, tidak harus seperti itu!

Kita dapat menggunakan rata-rata kerugian dan keuntungan dalam jumlah tertentu. Parameternya adalah jumlah kerugian maksimal, trailing stopdigunakan sebagai alat untuk mengubah level stop loss dan mengunci keuntungan.

Misalnya, kerugian setiap transaksi tidak boleh lebih dari 10% dari modal, yaitu $1,000 (dari $10,000). Jika Kita tetap menggunakan rasio 3 berbanding 1, maka target keuntungan per transaksi adalah $3,000. Kemudian, langkah-langkah yang dapat diterapkan selanjutnya adalah sebagai berikut:

  1. Menempatkan level stop awal (initial stop) pada harga 100 poin di bawah posisi beli atau di atas posisi jual.
  2. Menempatkan target likuidasi pada harga 300 poin di atas posisi beli atau 300 poin di bawah harga posisi jual.
  3. Menggunakan trailing stop dengan basis pergerakan 30 atau 50 poin. Artinya, setelah mencapai keuntungan 30 atau 50 poin, level stop yang tadinya sebesar 100 poin akan terus berkurang sesuai dengan pergerakan harga.

Dengan demikian, stop Anda tidak berbentuk angka yang sama setiap saat, namun berubah sesuai dengan pergerakan harga. Apabila rata-rata posisi sebesar 50 poin atau $500 dan rata-rata keuntungan sebesar 150 poin (karena target 300 poin bisa jadi sulit tercapai), maka hasil transaksi Anda akan sama dengan tabel 1 atau 2 di atas.

Seandainya sistem Anda mampu menghasilkan 3 posisi untung dan 6 posisi rugi, maka rekening masih tumbuh $500 setelah dipangkas komisi. Atau jika sistem trading Anda ternyata mampu menghasilkan keuntungan 4 posisi dan rugi hanya 6 posisi, maka laba tetap tercapai dengan jumlah yang sama seperti tabel 2, yakni $2,500 setelah komisi.

Tapi tunggu dulu! Bagaimana jika sistem saya hanya mampu menghasilkan keuntungan pada 2 posisi saja, sementara 8 posisi lagi mencatat kerugian? Apakah risk to reward ratio-nya perlu di tingkatkan? Misalnya menjadi 4:1, atau lebih dari itu? Jawabannya juga sederhana, Anda tidak perlu mengubah rasio Anda. Anda hanya perlu membuang jauh-jauh sistem trading tersebut.

GBPUSD: Breakout European Session

Breakout European Session mungkin merupakan salah satu metode favorit di kalangan trader. Terdapat banyak sekali jenis metode breakout dengan variasi aturan masing-masing. Sebagaimana yang terlihat dalam berbagai forum analisa teknikal. Pada edisi kali ini, Kami akan mencoba menjelaskan tentang satu jenis metode breakout yang diaplikasikan pada sesi perdagangan Eropa. Adapun pasangan mata uang pilihan Kami adalah Poundsterling/Dollar AS (GBPUSD).

Sistem Breakout European Session memakai aturan breakout level terendah atau tertinggi yang terjadi pada masa peralihan dari Asia ke Eropa, yaitu antara pukul 13.00 15.00 WIB. Adapun kemungkinan terjadinya breakout saat sesi Eropa dimulai sejak pukul 15.00 WIB.
Dengan menggunakan grafik GBPUSD 15 menit di bawah ini, Anda dapat melihat ilustrasi pergerakan harga. Antara pukul 13.00 dan 15.00 terbentuk level highdan Low. Setelah melewati pukul 15.00, baru terlihat potensi harga breakout. Arah breakout juga dapat Anda konfirmasi dengan mengacu pada formasi garis-garis MA (hijau,5 dan kuning,14) dan MACD (12,26,9). Ilustrasi tersebut menggambarkan MA 5 berada di bawah MA 14, yang menunjukan kecenderungan harga dalam tekanan ke bawah. Sedangkan MACD forest berada di bawah garis signal (biru), yang juga mendukung pergerakan harga ke bawah. Dengan demikian, benar terlihat bahwa harga breakout melampaui levellow dan terus bergerak ke bawah.
Dengan sedikit perubahan aturan, level breakout terjadi pada level terendah(new Low) yang terbentuk setelah pukul 15.00.
Berdasarkan gambaran di atas, Anda dapat membuat sistem breakout dengan aturan sebagai berikut:
Untuk membuka posisi Buy atau Sell:
  • Tarik garis high dan low yang terbentuk antara pukul 13.00 dan 15.00.
  • Setelah pukul 15.00, Buka posisi Buy jika menembus high, 3-5 pips di atas garis high tersebut.
  • Atau buka posisi Sell jika menembus low, 3-5 pips di bawah garis low tersebut.
  • Perhatikan konfirmasi tren harga dari indikator MA 5-14 dan MACD 12,26,9.
  • Tentukan Profit 25-50 pips dan Stop Loss 25-50 pips (sesuai kondisi pasar).
Namun, terdapat kondisi yang dapat mengubah aturan breakout tersebut. Jika jarak antara level high dan low antara pukul 13.00 dan 15.00 sudah mencapai kisaran 80-100 pips (cukup jauh), sementara harga bertahan lama dalam kisaran, Anda dapat menggunakan level terendah atau tertinggi baru (new low/new high) yang terjadi setelah pukul 15.00. Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini.
Anda bisa mencoba mempraktikkan sistem breakout sesi Eropa pada demo account. Kemudian lakukan penyempurnaan yang dianggap perlu, atau Anda bahkan bisa membuat Expert Advisor-nya.
Semoga tulisan ini dapat menginspirasi Anda untuk memperoleh sistem trading yang lebih menguntungkan. Selamat mencoba!

Protect Your Profit!

Apa yang paling Anda harapkan dari aktifitas trading di pasar keuangan? Profit ! Tentunya itulah kata pertama yang muncul dalam benak anda.

Dalam dunia trading, kombinasi antara profit dan kerugian merupakan konsekuensi yang lazim. Namun bukan berarti Anda membiarkan mekanisme pasar menentukan return Anda. Tentunya Anda ingin memaksimalkan trading sehingga rekening investasi tetap menghasilkan keuntungan optimal.
Demi mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah yang harus dipersiapkan yakni:
  • menentukan sistem trading yang handal (posisi masuk, target profitstop lossdan sebagainya)
  • menentukan manajemen resiko, dan
  • menyiapkan psikologi trading.
Pada kali ini, pembahasan terpusat pada seluk beluk manajemen resiko agar Anda bisa meraih hasil maksimal.  Walaupun traders telah menerapkan sistem trading yang handal, ada kalanya mereka tidak kunjung berhasil mendapat return yang memuaskan. Profit di depan mata bisa hilang seketika, hanya karena harga yang tercapai kurang 1 poin saja dari target labayang ditetapkan.
Lalu, bagaimana cara Anda menyiasatinya? Terdapat beberapa trader yang menggunakan cara spesifik, yaitu menggunakan 3 lot untuk membuka posisi. Masing-masing lot memiliki target profit dan stop loss yang dibedakan untuk memaksimalkan hasil trading.
Contoh:
Trader A, dengan sistem trading breakouts, membuka posisi buy GBPUSD di level 1.5300 pada tanggal 15 Juli 2010. Trader tersebut langsung membuka 3 posisi pada level yang sama di saat yang hampir bersamaan. Lot 1 menggunakantarget profit (TP) 30 poin dan stop loss (SL) 60 poin. Lot 2 menggunakan TP 60 poin dan SL 60 poin. Lot 3 hanya diberikan SL 60 poin.
Pada titik ini, saat harga sudah mencapai +30, lot 1 ditutup dengan profit 30 poin. Kini yang tersisa adalah lot 2 dan 3. Letak stop loss juga belum diubah. Kemudian pada saat harga mencapai +60 dari posisi buka, lot 2 ditutup denganprofit +60. Lalu letak stop loss ditarik dari -60 poin menjadi 0 poin atau sama dengan posisi buka. Dengan demikian untuk lot 3 tidak ada lagi kekhawatiran akan terjadinya kerugian, karena Anda telah memindahkan stop loss ke posisibreak even dan Anda dapat membiarkan lot 3 ini bergerak bebas untuk mendapatkan profit sebesar-besarnya, sesuai dengan harapan.
Meskipun demikian, cara seperti ini juga memiliki kelemahan, yaitu bila ketiga lot yang Anda buka terpaksa harus mengenai level stop loss yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam hal ini, Anda harus mempertimbangkan besaran persentase dari margin, resiko maksimal per satu kali trading? Secara teoritis,rasio idealnya sekitar 1 3% dari margin yang Anda miliki dalam rekening trading.
Tentunya, manajemen resiko di atas tidak selalu relevan untuk diterapkan pada semua sistem trading. Anda harus menganalisa sistem trading dijalankan sebelum mencari manajemen resiko yang cocok. Semoga kiat ini berguna untuk mengasah kemampuan trading Anda.

No Plan No Gain

Salah satu kunci kesuksesan trading tak lain adalah konsistensi dalam menjalankan rencana investasi. Layaknya sebuah bisnis konvensional, seorang trader harus terlebih dahulu menerjemahkan tujuan utama. Business plan pada umumnya mencakup strategi jitu, target market yang jelas, kalkulasi biaya dan probabilitas keberhasilan. Ketika rencana awal tidak berjalan sempurna, ada baiknya untuk merancang plan B agar tujuan bisnis tidak berhenti.

Bayangkan bila Anda memulai bisnis tanpa rencana yang tersusun rapi, bagaimanakah hasilnya?
Banyak trader menjalankan trading dengan hanya mengandalkan feeling, rumor atau bahkan spekulasi semata. Tipikal trader seperti ini meyakini bahwa pasar mengarah pada trend tertentu tanpa dilandasi oleh sistem trading yang jelas. Aksi trading dengan cara demikian tetap dapat menghasilkan keuntungan, tapi pasti tidak akan bertahan lama.
Demi meraih hasil yang optimal di pasar keuangan, ada baiknya Anda mulai membuat rencana matang. Masterplan ini nantinya akan menjadi panduan bagi seluruh aktifitas trading Anda di lantai bursa. Sehingga segala tindakan transaksi tidak akan keluar dari jalur yang ditetapkan.
Salah satu anggota grup Turtle Trader, Curtis M. Faith, menekankan pentingnya perencanaan trading ke dalam sebuah buku berjudul Way of the Turtle. Pada literatur tersebut, sang legenda pasar berjangka membagi trading plan ke dalam 6 komponen utama, yakni:
Pasar: Instrumen yang akan diperjual belikan
Keputusan pertama adalah menentukan di pasar mana Kita akan trading, misalnya: GBP/USD, XAU/USD, hk_hkk50 dan sebagainya. Pilihlah pasar yang karakternya sesuai dengan sistem trading Kita.
Jumlah Posisi: Besaran lot yang akan diperjual belikan
Jumlah lot menentukan manajemen resiko dengan mentoleransi besaran resiko yang bisa Kita terima.
Titik masuk: Waktu yang tepat untuk membuka posisi beli atau jual
Titik masuk ditentukan oleh sinyal dari sistem trading yang kita jalankan.
StopWaktu yang tepat untuk keluar dari posisi rugi
Titik keluar dari pasar ketika merugi menentukan eksistensi Anda selanjutnya. Lakukan Stop sebelum kita membuka posisi lagi, hal ini penting untuk menjaga Anda tetap berada di pasar.
Exit:Waktu yang tepat untuk keluar dari posisi untung
Titik keluar ketika telah meraup keuntungan bisa mencegah Anda kehilangan profit di depan mata.
Sebelum membuat rencana trading, Anda harus menentukan sistem trading yang akan dipakai. Misalnya dengan menggunakan sistem breakout, kombinasi antara stochastic dan MA, ataupun mengkolaborasikan Fibonacci bersama MACDdan lain sebagainya. Sistem trading tersebut akan memberi gambaran bagi Anda untuk membuka dan menutup posisi, menambah jumlah lot dan seterusnya. Dengan berpedoman pada sistem trading, Anda dapat membuat rencana trading yang baik sekaligus handal.
Jangan lupa untuk tetap konsisten menjalankan rencana awal. Lakukan evaluasi secara periodik hingga mencapai keuntungan optimal. Selamat Mencoba!

Minimalisasi Kerugian via Stop Loss Order

Apakah Anda pernah menggunakan stop loss order dalam trading? Para trader, terutama yang baru memulai trading sering kali enggan memakai perintah ini. Stop loss order lazim diartikan sebagai langkah penghilang kesempatan untuk meraup profit maksimal. Banyak trader pemula cenderung menyalahkan stop loss order ketika gagal meraih profit optimal, benarkah demikian?

Memang benar bahwa stop loss order dapat membatasi optimalisasi profit. Tetapi coba Anda bayangkan bila trading tanpa menggunakan stop loss order. Saat mendapati posisi trading Anda tidak sejalan dengan arah pasar, potensi kerugian akan jauh lebih besar jika Anda tidak menggunakan stop loss order.
Trader biasanya baru bertindak ketika jumlah kerugian sudah terlalu besar. Dengan berasumsi bahwa dirinya telah merugi terlalu besar, trader cenderung memutuskan untung tidak melakukan cut pada saat itu. Langkah tersebut sama dengan membiarkan trading mengalir berdasarkan harapan bahwa harga akan berbalik, harga tidak meluncur lebih jauh dan kerugian bisa tertutup. Menyerahkan langkah eksekusi pada pada diri sendiri tanpa disertai stop loss order bisa menyebabkan nilai account turun drastis
Stop loss order dapat membiarkan Anda tetap memegang kendali atas aktifitas trading. Kerugian bisa dihentikan sebelum jumlahnya bertambah besar. Perintah ini juga dapat mengunci keuntungan trading yang sudah di depan mata, atau sering disebut dengan trailing stop. Dengan kata lain, perintah penghentian potensi kerugian akan sangat membantu dalam menjaga nilai modal. Tujuannya adalah agar Anda tetap mempunyai kesempatan untuk membukukan profit di kemudian hari. Tentu dengan rasio yang lebih besar dibandingkan kerugian terdahulu.
Tidak hanya itu, stop loss order  berfungsi untuk membebaskan trader dari aktifitas pengamatan grafik atau posisi secara non-stop setiap hari. Cukup dengan memasang stop loss order di awal trading, Anda dapat tetap melakukan aktifitas lain pada jangka waktu tertentu. Kemudahan ini berguna untuk melepaskan pikiran Anda dari potensi stress, sehingga Anda dapat menghasilkan keputusan jernih pada trading selanjutnya.
Beberapa cara mengimplementasikan stop loss order adalah sebagai berikut:
1.    Stop dengan Equity
Anda bisa menempatkan stop loss order  berdasarkan persentase penurunan total equity. Bagi trader konservatif, persentase bisa sebesar 2% atau maximum 5% dari total equity. Contoh: Anda memiliki total dana $1000 dalam account. Anda tetapkan stop loss order 2% dari $1000. Jadi, apabila dana Anda berkurang jadi $980, trading langsung berhenti saat itu juga.
Meskipun demikian, cara stop loss  ini memiliki kelemahan, yaitu sifatnya tidak fleksibel atau statis. Walaupun berdasarkan analisa Anda, harga dapat kembali lagi sesuai arah posisi semula, stop loss order ini otomatis menghentikannya.
Sementara keuntungan dari stop loss jenis ini adalah untuk memberi kriteria jelas mengenai posisi tepat untuk memasang stop loss order.
2.    Stop dengan Grafik
Dengan mengacu pada grafik, Anda tidak memasang stop loss orderberdasarkan titik harga tertentu dengan besaran nilai stop sama. Penempatanstop loss mempertimbangkan titik harga yang diberikan oleh analisa grafik. Stop loss ini bersifat dinamis, contoh: Anda bisa memasang stop loss orderberdasarkan level Fibonacci, level support atau resisten. Terlihat divergence pada indikator MACD, perpotongan garis-garis MA dan sebagainya.
Kelemahan stop loss  ini terletak pada besaran nilai stop loss yang tidak sama atau lebih besar dari keinginan Anda. Di samping terdapat kemungkinan trading tidak langsung terhenti ketika grafik sudah menunjukkan bahwa Anda harus keluar, seperti saat Anda menggunakan stop dengan equity.
Akan tetapi, stop loss dengan grafik tebilang lebih fleksibel dan terpercaya karena menyesuaikan dengan pergerakan harga dan volatilitas pasar.
3.    Stop dengan Margin
Sebenarnya stop dengan margin ini bukanlah stop loss order. Namun membiarkan seluruh dana yang kita miliki dalam account membatasi kerugian trading Anda. Bila Anda memiliki $1000 di dalam account, maka trading akan terhenti saat $1000 habis atau terkena margin call.
Stop jenis ini mencerminkan ketidakdisiplinan trader yang melakukan trading berdasarkan harapan semata.
4.    Stop dengan Data/Kejadian Penting
Lazimnya, stop jenis ini dilakukan oleh trader yang sangat mengerti fundamental ekonomi, dapat memahami pengaruh suatu data/kejadian terhadap pergerakan mata uang atau indeks saham ke depannya. Contoh: pengaruh krisis hutang di Eropa akan mendepresiasi nilai Euro terhadap Dollar AS. Trader akan melakukan sell EURUSD dan menentukan stop jika ada konfirmasi, pernyataan atau tindakan dari otoritas terkait bahwa Eropa sudah aman dari krisis tersebut.
Para trader dapat menyesuaikan penggunaan stop loss order dengan kondisi psikologis masing-masing serta sistem trading dan manajemen resiko yang digunakan. Pertimbangkan stop loss order sebagai asuransi proteksi trading Anda. Penerapan dengan disiplin tinggi menjadi kuncinya!
INFO : Iyan / 081289151142 / bbm : 275ee014

Meraih Untung Lewat Trading di Pasar Keuangan

Posted on

Anda tentunya sudah sering mendengar ada sebagian orang yang mendapatkan penghasilan dengan berdagang di pasar keuangan dan bahkan ada yang hidup hanya dari trading di pasar keuangan.

Trading di pasar keuangan sudah menjadi hal yang lazim bagi masyarakat yang tinggal di negara-negara maju. Bisa disebut sudah menjadi way of life mereka. Mereka mengambil kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari pasar keuangan sebagai tambahan penghasilan ataupun satu-satunya sumber penghasilan mereka.
Apa itu pasar keuangan? Menurut Wikipedia, pasar keuangan adalah sebuah mekanisme dimana orang dapat melakukan transaksi membeli atau menjual surat-surat berharga (obligasi, saham), komoditi (seperti logam berharga atau produk pertanian) dan barang lainnya yang bisa diperjualbelikan dengan biaya transaksi yang rendah dan harga yang merefleksikan suatu pasar yang efisien.
Dari definisi di atas, kita sudah dapat membayangkan apa yang diperjualbelikan di pasar keuangan. Salah satu tempat yang mengakomodir transaksi di pasar keuangan adalah bursa. Di Indonesia kita mengenal bursa saham dan bursa berjangka. Bursa saham adalah tempat untuk memperjualbelikan saham dan di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia. Sementara bursa berjangka adalah tempat untuk memperjualbelikan kontrak-kontrak berjangka dan option untuk valas, indeks saham, komoditi, saham, dan instrumen keuangan lainnya dan di Indonesia diselenggarakan oleh Bursa Berjangka Jakarta dan Bursa Komoditi Derivatif Indonesia.
Sebelum anda terjun ke dunia trading, anda harus mempelajari seluk-beluk perdagangan di pasar keuangan seperti mengetahui produk-produk dan karakteristiknya, mempelajari cara-cara melakukan transaksi, mengkalkulasi resiko, mempelajari cara menganalisa pergerakan harga dan strategi trading. Ini sama seperti bisnis, anda harus melakukan persiapan sebelum membuka dan menjalankan bisnis anda.
Dengan melakukan persiapan dan pengetahuan yang memadai, kesempatan anda untuk meraih untung yang sebesar-besarnya dari pasar keuangan tentunya lebih besar.

Mengenal Dunia Forex

Forex, singkatan dari Foreign Exchange, yakni kegiatan memperjualbelikan satu mata uang dengan mata uang lainnya. Ini adalah pasar keuangan terbesar dan terlikuid dengan volume perdagangan harian mencapai $4 triliun. Tidak seperti saham, forex diperdagangkan interbank, over-the-counter (OTC) yang artinya tidak ada satu bursa yang mendominasi perdagangan. Pasar forex beroperasi 24 jam per hari antara individu dengan broker, broker dengan bank, dan bank dengan bank. Jika sesi Asia berakhir maka sesi Eropa akan dimulai, dan dilanjutkan oleh sesi AS sehingga perdagangan dapat dilanjutkan tanpa terputus.

Sebagian pelaku pasar forex hanya sekedar menukar mata uang untuk keperluan bisnis. Seperti perusahaan multinasional yang harus membayar upah dan biaya lainnya di berbagai negara yang menjual produk mereka. Perusahaan dan pemerintah yang membeli dan menjual produk atau jasa dari negara lain maupun konversi pendapatan ekspor.

Sebagian besar adalah trader yang prediksi pergerakan nilai mata uang demi mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual yang dilakukan. Investor biasanya memanfaatkan informasi signifikan yang belum diantisipasi pasar.
Forex selalu bergerak, berfluktuasi mengikuti aliran dana dan antisipasi kondisi makroekonomi global. Ada peluang yang dapat dimanfaatkan dari fluktuasi mata uang. Mengenali fundamental ekonomi, gunakan indikator teknikal, dan terapkan money management akan membantu trader untuk eksploitasi peluang investasi di pasar forex. EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF, AUD/USD adalah mata uang yang paling sering diperdagangkan. Pasar forex tidak hanya terbatas pada mata uang tersebut, juga mencakup USD/CAD, USD/SGD, EUR/JPY, EUR/CHF, GBP/JPY, dsb.
Konsep trading adalah beli di harga rendah dan jual di harga tinggi. Nilai suatu mata uang selalu berubah, dipengaruhi oleh jumlah perdagangan internasional, suku bunga, kebijakan bank sentral dan pemerintah, sentimen, dan indikator ekonomi lainnya. Tentukan tren dan beli mata uang yang akan menguat atau jual mata uang yang akan melemah.
Menerjuni dunia forex untuk pertama kali mungkin terasa menakutkan, investor harus membuat rencana trading-nya hingga familiar dengan pola pergerakan mata uangnya. Kasino adalah tempat untuk para penjudi, beda dengan tradingforex. Forex merupakan tempat bagi para yang tertarik untuk berinvestasi, bukan kaya mendadak dalam waktu singkat.
Practice makes perfect! Sebelum mulai suntikan dana ke dalam real account, berlatih lah lebih dahulu dengan demo account. Belajar menganalisa dan trading sebelum mulai dengan dana sungguhan. Forex merupakan metode analisa trendpasar, jadi jangan melawan trend.
Terus belajar dan analisa akan terbukti ampuh dari sekedar mengandalkan keberuntungan atau hoki. Kesabaran merupakan salah satu elemen penting trading. Jangan berharap untuk dapatkan uang banyak dalam sekali perdagangan. Bangun ekuitas perlahan tapi pasti, dengan kombinasi money management maka anda akan mampu mendapatkan return investasi yang signifikan.

Kecipratan Untung Dari Minyak Mentah

Minyak mentah atau Crude Oil merupakan komoditi dengan volatilitas paling tinggi dibandingkan komponen lainnya. Atas alasan inilah, investor sangat meminati komponen investasi yang juga lazim dijuluki emas hitam. Kontrak berjangka untuk minyak disebut Crude Oil Futures, dengan salah satu kode perdagangannya yaitu CLc1.

Dalam beberapa dekade terakhir, harga komoditi minyak banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Akan tetapi, konsep supply-demand sangat melekat dalam pergerakan nilai minyak di lantai bursa. Dengan kata lain, semakin sedikit persediaan minyak mentah dunia, maka semakin tinggi pula harga yang mungkin dicapai (dan sebaliknya).
Di Amerika Serikat (AS), crude oil dikenal dengan sebutan light sweet oil dan diperdagangkan di New York Mercantile Exchange (NYMEX). Nilai kontrak berdasarkan atas pengiriman minyak setiap bulan dengan harga yang dinamis mengikuti pergerakan pasar. Adapun di bursa komoditi London, minyak mentah lazim disebut brent oil.
Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga komoditi minyak mentah:
1.    Faktor Geografis dan Politik
Peristiwa yang menyangkut stabilitas sosial dan politik di negara atau kawasan penghasil minyak rentan memicu gejolak harga. Dalam hal ini, investor konsisten mengawasi situasi di Timur Tengah, wilayah produsen minyak terbesar dunia. Oleh karena itu, harga crude oil cenderung sensitif dalam merespon segala pemberitaan yang terkait dengan kawasan ini. Seperti yang terjadi di awal 2011, penyebaran konflik Mesir ke Libya dan negara tetangga membuat harga minyak meroket ke atas $100 per barel hanya dalam hitungan hari.
Korelasi: Negatif
Semakin buruk situasi politik dan ekonomi di wilayah produksi, makin positif dampaknya bagi pergerakan harga minyak mentah (vice versa).
2.    Pergerakan Nilai Tukar Dollar AS (USD)
Kurs Dollar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama lainnya merupakan salah satu indikator kuat bagi pergerakan harga minyak mentah. Hal ini karena USD merupakan satuan harga minyak yang diakui dunia internasional.
Korelasi: Negatif
Semakin lemah nilai tukar Dollar AS, makin tinggi pula harga minyak mentah dunia (vice versa).
3.    Laporan Energy Information Administration (EIA)
EIA merupakan sebuah lembaga pemerintah AS yang dibentuk pada tahun 1977 dan berperan sebagai penasihat bagi Departemen Energi. Lembaga ini bertanggung jawab mengumpulkan data tentang ketersediaan sumber daya energi, termasuk melakukan analisa dan membuat perkiraan. Laporan terpenting yang dirilis lembaga AS ini adalah data yang terkait dengan permintaan dan persediaan, baik secara aktual maupun proyeksi masa depan.
Korelasi: Negatif
Apabila EIA melaporkan terjadinya kenaikan persediaan minyak AS, maka harga cenderung bergerak turun (vice versa).
4.     Faktor Cuaca
Faktor cuaca merupakan salah satu penentu pergerakan harga minyak yang cukup penting, misalnya ketika musim dingin menyerang AS. Temperatur dingin membuat volume pemakaian pemanas ruangan oleh warga naik drastis. Dengan demikian, harga bahan bakar pemanas (minyak) juga turut melambung seiring tingginya permintaan.
Korelasi: Negatif
Semakin buruk iklim di suatu kawasan penting, semakin tinggi pula harga minyak di pasar komoditi (vice versa).
5.     OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)
OPEC adalah gabungan dari negara-negara eksportir minyak yang dibentuk pada tahun 1961. Pendiriannya merupakan wujud kesepakatan bersama untuk mengorganisasi produksi dan penjualan antara beberapa negara penghasil minyak mentah. Laporan yang dikeluarkan oleh OPEC menjadi rujukan kuat bagi pergerakan harga minyak dunia.
Korelasi: Negatif
Semakin minim volume persediaan minyak yang dilaporkan OPEC, maka peluang harga untuk naik kian terbuka lebar.
6.    API (American Petroleum Institute)
API adalah lembaga yang mewakili sekitar 400 perusahaan dengan unit bisnis di industri minyak dan gas, termasuk aspek penyulingan dan distribusi. Badan ini juga cukup familiar dengan sebutan AOI atau American Oil Industry. Sejak tahun 1924, API sudah membuat standar khusus untuk keperluan Industri Minyak dan Gas Alam dunia.
Korelasi: Negatif
Semakin buruk laporan persediaan yang dirilis API, maka harga minyak akan terpicu naik.
Volume permintaan minyak mentah biasanya tergantung pada tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Makin besar dan baik tingkat perekonomian sebuah negara, maka permintaan minyaknya juga bertambah besar. Dalam hal ini, AS masih mendominasi volume permintaan crude oil dunia.
Berikut ini adalah gambaran pergerakan harga minyak mentah di tengah situasi politik yang memanas di Timur Tengah (Maret 2011).
 sumber: Monex Trader MT-4

Daya Tarik Kemilau Emas

 

Emas merupakan komoditi logam yang paling diminati investor karena nilainya terus meningkat dan memiliki daya jual tinggi. Kontrak berjangka emas disebut dengan Gold Futures dengan basis transaksi di Commodity Exchange of New York atau biasa disebut COMEX. Bursa berjangka komoditi ini adalah salah satu divisi dari New York Merchantile Exchange (NYMEX).

Kode perdagangan emas adalah XAU dan merupakan komoditi dengan tingkat likuiditas yang sangat tinggi dibandingkan komoditi lain. Satuan ukur dari harga emas menggunakan kuantitas berat yang dimilikinya, yakni per ons atau troy-ounce.
Emas lazim digunakan investor ketika kondisi pasar tidak memberikan kepastian investasi. Misalnya saat  indeks bursa saham sedang jatuh, bersamaan dengan gejolak pada perdagangan valuta asing. Situasi tersebut umumnya mempersempit peluang meraih keuntungan. Di sinilah emas mengambil peran sebagai sarana penyelamat atau biasa disebut safe haven. Aksi investor untuk menghindari instrumen investasi beresiko (risk aversion) mendorong naiknya permintaan terhadap aset pelindung nilai.
Berikut ini adalah beberapa faktor penting yang mempengaruhi pergerakan komoditi Emas:
1.    Dollar Amerika Serikat (USD)
Dollar AS menjadi salah satu faktor penentu jual beli emas. Hal ini karena satuan harga emas dinyatakan dalam bentuk valuta dollar AS.
Korelasi: Negatif
Semakin tinggi nilai tukar Dollar AS terhadap mata uang lain, maka harga emas cenderung menurun (berlaku pula sebaliknya).
2.    Ancaman Inflasi
Inflasi merupakan ancaman serius bagi banyak negara, khususnya yang berskala sedang maupun besar. Kenaikan tingkat inflasi adalah momentum tepat bagi investor untuk mengoleksi emas sebagai media pelindung nilai aset. Lebih dari itu, lonjakan harga emas juga bisa memberi keuntungan bagi investor. Inflasi berdampak buruk bagi dunia investasi karena membuat nilai berbagai aset jadi lebih rendah.
Korelasi: Positif
Semakin tinggi inflasi pada suatu negara, maka peluang kenaikan harga emas kian terbuka lebar.
3.    Kondisi Pasar Keuangan
Kondisi sektor finansial bisa mencerminkan baik atau buruknya perekonomian sebuah negara.  Situasi pasar keuangan yang tidak kondusif akan mendorong investor untuk berburu emas. Hal ini karena investor kehilangan pedoman atau arah investasi yang akurat untuk menentukan strategi investasi masa depan. Sektor keuangan biasanya banyak dipengaruhi oleh pemberitaan media maupun kebijakan yang ditempuh oleh suatu negara/lembaga berwenang.
Korelasi: negatif
Semakin buruk perekonomian atau pasar sebuah negara, maka makin tinggi pula harga emas.
Berikut ini adalah ilustrasi pergerakan harga emas dunia.
 

Peluang Tersembunyi Di Perak

Perak ( silver ) mungkin komponen logam mulia yang kurang mendapat perhatian utama dari para investor. Pelaku pasar secara umum memandang komoditi ini sebagai substitusi lemah terhadap emas karena fluktuasi dan tingkat harganya tidak sekuat emas. Investor biasanya baru melirik perak setelah harga emas sudah terlalu tinggi. Akan tetapi, alasan tersebut tampaknya tidak terlampau valid apabila mengacu pada beberapa fakta berikut ini:

Di tengah tren kenaikan harga emas, persentase lonjakan harga perak selalu lebih tinggi dibandingkan harga emas sendiri. Perak bisa naik tiga kali lebih mahal saat harga emas hanya meningkat dua kali lipat. Dalam beberapa pergerakan, harga perak bahkan mampu melonjak empat kali lipat ketika emas naik 100%. Kelebihan lainnya adalah dari sisi permintaan, mengingat penggunaan perak pada berbagai industri lebih luas dibandingkan emas. (Sumber: CMI)
Pada umumnya, pergerakan harga perak selalu mengikuti harga emas. Kecenderungan tersebut merupakan pengaruh dari posisi perak sebagai komoditi pendamping emas. Apabila diperhatikan seksama, setiap pergerakan harga emas, akan disusul oleh pergerakan serupa oleh perak, baik naik maupun turun.
Dalam perdagangan futures, kode perdagangan bagi perak adalah XAG. Tidak berbeda dengan emas, komoditi ini juga diperdagangkan di COMEX, yang merupakan bagian dari New York Mechantile Exchange (NYMEX).
Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga perak antara lain:
1.    Harga Emas
Seperti telah dijelaskan di atas, pergerakan harga perak cenderung mengikuti harga emas.
Korelasi: Positif
Kenaikan harga emas berdampak pada peningkatan harga perak.
2.    Volume Persediaan
Apabila berhembus berita bahwa tingkat persediaan emas merosot atau harga emas terlalu tinggi, investor umumnya akan mengambil peluang meraih keuntungan dalam perdagangan singkat (choppy trade). Penempatan posisi perdagangan akan tergantung pada sinyal kenaikan yang tidak normal dalam pergerakan harga perak.
Korelasi: Negatif
Semakin buruk laporan persediaan, maka harga perak akan semakin tinggi. Namun korelasi seperti ini jarang terjadi, mengingat faktor harga emas (nomor 1) lebih mendominasi pergerakan harga.
Berikut ini adalah ilustrasi pergerakan harga perak
Info :
Iyan / 081289151142 / BBM: 275EE014

Akhirnya, Degradasi Emas Terjadi

Posted on Updated on

Emas beringsut turun pada hari Rabu, menarik kembali posisinya dari posisi tertingginya nyaris selama enam bulan yang terjadi di sesi sebelumnya  dimana data AS yang lemah memperkuat spekulasi tindakanstimulus, karena investor menunggu pertemuan kunci dari Bank Sentral Eropa pekan ini.
Spot emas turun tipis 0.2 persen menjadi $ 1,691.31 per ounce, berkurang dari posisi $ 1,698.45 yang terjadi pada Selasa, tertingginya dalam hampir enambulan. Emas AS kehilangan daya 0.1 persen menjadi $ 1,693.80.
Manufaktur di Amerika Serikat menyusut padakejatuhan terdalamnya, dalam lebih dari tiga tahun bulan lalu, sebuah survei menunjukkan pada hari Selasa,sebuah sinyal terbaru bahwa melambatnya ekonomi global sudah membebanipemulihan AS yang sudah lemah.
Sementara data yang lemah terus menaikkan harapan untuk langkah-langkah pelonggaran lebih oleh Fed, dimana ECB berada di bawah tekanan yang meningkat untuk memotong biaya pinjaman yang berlebihan menjelang pertemuan kebijakan pengaturan pada Kamis.

Emas Masih Bisa Ke 1698, Waspada Koreksi

Posted on

Harga emas masih bertahan di level atas karena masih besarnya harapan bahwa stimulus akan digelontorkan dari dua bank sentral dunia, US Federal Reserve dan European Central Bank. Pidato Presiden ECB, Mario Draghi, semalam memberikan indikasi bahwa ECB bersiap untuk mengintervensi pasar obligasi dengan membeli obligasi pemerintah bertenor 3 tahun untuk menurunkan tingkat imbal hasil (yield) obligasi di negara-negara euro yang bermasalah seperti Spanyol dan Italia. Memang rencana ini masih belum pada tahap implementasi namun ekspektasi dari pasar sudah cukup untuk tetap menahan emas di level atas.

Hari ini emas masih berpotensi melaju hingga ke level resisten berikutnya di kisaran $1698-1703 per troy ons. Waspada koreksi saat harga telah menyentuh level resisten. Penembusan support 1684 bisa membawa emas melemah ke area sekitara 1672.

Hari ini data yang perlu diperhatikan adalah data ISM manufacturing dari AS jam 21.00 wIB. Karena saat ini pasar fokus pada ekspektasi stimulus Fed, maka data yang lebih buruk dari prediksi bisa mendorong kembali penguatan harga emas.

 

Emas Masih Bisa Ke 1698, Waspada Koreksi

XAUUSD , H1 MONEX TRADER