Bulan: Agustus 2015

Emas Tertopang Sentimen Risk Aversion

Posted on

Emas melemah tipis di awal pekan namun sentimen risk aversion masih menjaga perdagangannya di dekat level tertinggi 7-pekan. Sebagian pasar keuangan gugup menghadapi kejatuhan pasar mata uang negara berkembang, pasar saham global, serta pasar komoditas.

Pelemahan lebih dari 8% indeks Shanghai Composite pada hari ini telah menghapuskan keuntungannya tahun ini. Indeks utama China tetap melemah meskipun pemerintah dan insitusi terkait telah mengeluarkan serangkaian stimulus dan kebijakan untuk menahan kejatuhan pasar saham China. Namun pesimisme terhadap perekonomian China, yang ditakutkan akan menulari perekonomian global, masih sulit diredam.

Potensi perlambatan perekonomian global ini membuat pelaku pasar berspekulasi Federal Reserve akan menahan diri menaikkan suku bunga pada bulan depan. Peluang penundaan keaikan suku bunga membuat investor lebih memilih aset yang tidak terpengaruh perubahan suku bunga seperti emas.

Pada pekan ini, data penting hari Kamis yaitu estimasi awal Produk Domestik Bruto (GDP) AS untuk kuartal kedua akan menjadi penantian investor emas sebelum simposium tiga hari Jackson Hole di AS yang dimulai pada hari Jumat. Simposium yang akan dihadiri para petinggi bank sentral dunia ini diharapkan akan memberikan petunjuk yang lebih jelas waktu kenaikan suku bunga AS.

Menjelang pembukaan sesi Eropa, pukul 13:30 WIB harga emas diperdagangkan di kisaran $1154.24 per troy ons di dekat level terendah harian $1152.26.

Untuk belajar trading emas bisa Klik Link ini

Ref : http://www.monexnews.com/news/gold-updates/emas-tertopang-sentimen-risk-aversion-1440397924.htm

Iklan

Top Traders { George Soros: The Man Who Broke the Bank of England }

Posted on Updated on

Siapa yang tidak pernah mendengar nama George Soros? Orang-orang yang berkecimpung di dunia investasi pasti sudah familiar dengan sosok kontroversial asal Amerika Serikat ini. George Soros dikenal sebagai seorang trader yang brilian karena mampu menghasilkan miliaran Dollar hanya dari sebuah transaksi. Tidak heran jika ia dijuluki sebagai mahaguru oleh investor lainnya di seluruh dunia.

Aksi pertama George Soros yang berhasil melambungkan namanya tercatat pada tahun 1992. Ketika itu ia sukses “mempermalukan” Bank Sentral Inggris di pasar uang dengan strategi jual terhadap Poundsterling. Melalui perusahaan investasinya, Quantum Fund, Soros memegang posisi jual Poundsterling sebanyak lebih dari $10 miliar dan membeli Deutsche Mark (DM). Lewat analisa yang mendalam, pria keturunan Hungaria ini melihat kerapuhan pada mata uang Inggris dan percaya bahwa sudah waktunya bagi Poundsterling untuk melemah. Soros diyakini mendapatkan keuntungan lebih dari $1 milyar.

Pemerintah Inggris pada saat itu sudah menjadi anggota ERM (Exchange Rate Mechanism) Eropa yang merupakan sistem pertukaran mata uang yang diperkenalkan oleh Komunitas Eropa pada tahun 1979. Sistem ini bertujuan untuk mengurangi fluktuasi nilai tukar dan menjaga stabilitas moneter di Eropa. Sistem ini sebagai cikal bakal penerapan mata uang tunggal Eropa. Dan Inggris menjadi anggota ERM pada Oktober 1990.

Menjadi anggota ERM, nilai tukar poundsterling diharuskan berada di atas level 2,778 DM per satu poundsterling. Pemerintah diwajibkan untuk melakukan intervensi ketika nilai tukar GBP berada di bawah level itu. Pada masa itu, kondisi ekonomi Inggris membuat nilai tukar GBP melemah. Di tahun 1992, tingkat pengangguran Inggris meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun 1990. Selain karena perekonomian domestik, GBP juga mendapatkan tekanan dari upaya Bank Sentral Jerman untuk menekan tingkat inflasi. Pemerintah Inggris menaikan suku bunga acuan menjadi 10% dan melakukan intervensi di pasar uang dengan membeli poundsterling senilai milyaran pounds.

Pada September 1992, George Soros lewat Quantum Fundnya mulai melakukan penjualan poundsterling besar-besaran. Sebagai anggota ERM, Bank Sentral Inggris (BoE) diwajibkan untuk menerima semua order jual yang masuk. Di sinilah kekuatan likuiditas (BoE) diadu dengan kekuatan jual Quantum Fund. Namun BoE merasa usahanya sia-sia karena poundsterling tidak menguat. Pemerintah Inggris kemudian mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dari 10% menjadi 12% untuk menahan laju penurunan sterling. Namun pasar masih memproyeksikan nilai tukar poundsterling melemah karena kondisi ekonomi Inggris sehingga tekanan jual terhadap poundsterling tetap tinggi. Pemerintah Inggris akhirnya dihadapkan pada dua pilihan yaitu menaikan suku bunga lagi atau keluar dari ERM. Pilihan kedua lah yang diambil sehingga nilai tukar poundsterling kembali terdevaluasi.

Grafik GBP vs DM 1990-1993

Sumber: fxtop.com

Berdasarkan kisah di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa George Soros meneliti semua faktor yang mempengaruhi pergerakan instrumen secara mendalam, khususnya dari kacamata makroekonomi. Setelah itu ia akan memasang posisi dengan nominal yang kecil, sesuai dengan hasil analisanya. Selama harga instrumen tersebut bergerak searah dengan skenario maka ia akan menambah posisi dalam jumlah yang lebih besar. Metode seperti inilah yang membuat Soros mampu memperoleh laba spektakuler dalam satu kali transaksi.

Namun betapapun hebatnya George Soros, pria kelahiran 12 Agustus 1930 ini bukanlah manusia super. Gaya trading-nya yang agresif pernah juga menghadirkan kerugian yang jumlahnya tidak main-main, yakni mencapai miliaran Dollar. Pada tahun 2000, Soros merugi sekitar $4 miliar dari kepemilikan aset saham sektor teknologi. Enam tahun sebelumnya, ia juga sempat kehilangan uang meskipun jumlahnya lebih kecil, yakni $600 juta, akibat salah dalam memegang posisi jual Yen.

Keberanian dalam bertransaksi dengan jumlah dana yang besar dan kemampuan menghasilkan profit yang angkanya cukup besar pula telah menjadikan George Soros sebagai trader yang disegani di seluruh dunia. Pengambilan posisi trading-nya kemudian kerap diikuti oleh banyak trader sehingga menjadi keuntungan bagi Soros sendiri. Kejatuhan nilai tukar Poundsterling 20 tahun silam bisa menjadi contoh valid yang layak dituliskan dalam buku sejarah. Strategi pemegang gelar Doktor dari 4 lembaga pendidikan di Amerika, Hungaria dan Inggris ini ditiru oleh begitu banyak investor sehingga pergerakan nilai tukar Sterling semakin anjlok kala itu.

Soros sangat mengandalkan analisa fundamental yang mendalam dari suatu instrumen sebelum menentukan posisi. Analisa yang mendalam membuat Soros yakin terhadap posisinya sehingga dia berani bertransaksi dalam jumlah besar.

Sejak mengalami kerugian besar di tahun 2000 akibat pecahnya gelembung pada saham-saham teknologi, gaya trading Soros berubah menjadi lebih konservatif. Ia secara bertahap mengurangi tingkat risiko dan aksi-aksi spekulatif di lantai bursa. Namun demikian, bukan berarti masa kejayaan Soros sudah habis. Pada tahun 2010, perusahaan manajemen asetnya tercatat menghasilkan keuntungan sebesar $32 miliar sejak pertama kali didirikan pada tahun 1973.

Pelaku pasar keuangan di Asia tentu tidak lupa bagaimana krisis tahun 1997 merusak sistem finansial kawasan dalam waktu lama. Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad sempat menuding Soros berada di balik keruntuhan nilai aset keuangan Asia Tenggara melalui perusahaan investasinya. Baru pada tahun 2006 keduanya bertemu dan Mahathir kemudian meralat tuduhannya atas keterlibatan Soros dalam krisis menahun itu.

Terlepas dari berbagai tindakan kontroversial yang dilakukan oleh George Soros di masa lampau, kejeniusannya dalam hal pengelolaan dana sulit dijiplak oleh trader manapun. Sampai sekarang, apa yang dikatakan olehnya seakan menjadi titah bagi pelaku pasar dalam pengambilan posisi transaksi. Pergerakan mata uang dan komoditi emas dalam beberapa tahun terakhir juga tidak lepas dari kontribusi verbal sang mahaguru.

Ingin menjadi seperti Soros yang mendapat untung besar dari trading forex? Ambil langkah pertama dengan mendaftar demo account di LINK ini

Ref : http://www.monexnews.com/top-traders/8/george-soros-the-man-who-broke-the-bank-of-england.htm

Top Trader : Dan Zanger: A Natural Born Trader

Posted on Updated on

Jika anda bertanya bagaimana menyulap modal puluhan ribu dollar menjadi aset senilai $18 juta dalam satu setengah tahun, maka hanya ada satu orang di dunia yang mampu menjawabnya. Ia adalah Daniel J. Zanger, seorang trader asal Los Angeles yang bahkan tidak pernah menamatkan pendidikan di bangku kuliah. Kiprahnya seakan membuktikan bahwa lantai bursa adalah panggung tanpa batas, karena siapapun bisa sukses di dalamnya.

Latar Belakang Pendidikan dan Karir

Daniel J. Zanger sejak kecil tumbuh di daerah di San Fernando, Los Angeles Amerika Serikat. Layaknya bocah Amerika kebanyakan, ia menjalani hari-hari dengan bermain dan bersekolah. Memasuki fase remaja, masa depan Zanger sempat tidak jelas karena ia memutuskan untuk drop-out dari perguruan tinggi hanya demi menekuni olahraga ekstrim yaitu ski di pegunungan Colorado dan Idaho. Sementara untuk menghidupi dirinya, Zanger muda kerap bekerja secara serabutan, mulai dari menjadi porter hotel, koki masak hingga supir taksi.

Sekian tahun berselang, putra dari seorang dokter ini memutuskan turun gunung dan mengadu nasib di kota asalnya. Zanger memulai karir di perusahaan tata ruang dan mendapat lisensi kontraktor bangunan. Berbekal sertifikat itu, ia memberanikan diri untuk membuka kantor kontraktor independen di kawasan elit Beverly Hills dengan bisnis utama pada proyek pembuatan kolam renang.

Meski menjalani profesi sebagai kontraktor, darah trader sudah terlanjur mengalir dalam diri Zanger. Kecintaannya pada pasar saham menular dari sang ibu, Elaine, seorang psikolog yang juga menggemari investasi saham. Mereka berdua kerap menghabiskan waktu bersama dengan mengamati pergerakan bursa melalui siaran televisi. Titik awal karir trading Zanger dimulai pada suatu hari di tahun 1978. Ketika itu ia sedang menyaksikan televisi yang menyiarkan berita penurunan harga sebuah saham hingga mencapai $1. Hanya berbekal naluri kuat, Zanger memutuskan untuk memborong portofolio saham tersebut dan berhasil menjualnya kembali beberapa pekan kemudian seharga $3 per unit. Sejak merasakan manis profit transaksi saham, ia lebih intens memperhatikan pergerakan harga di tengah rutinitasnya sebagai kontraktor.

Pada tahun 1989, Zanger membeli komputer pertamanya dan langsung meng-install perangkat lunak AIQ Trading Expert, yaitu aplikasi untuk menampilkan ratusan grafik dalam satu malam. Ia juga mempersenjatai diri dengan ilmu baru melalui sebuah seminar yang dipandu oleh William O’Neil, seorang broker saham yang terkenal kala itu. Berbekal pengetahuan seadanya, sang trader muda giat mengamati kinerja harga selama 25 hingga 30 jam dalam sepekan sebelum memilih saham-saham unggulan. Nyatanya butuh waktu lama bagi Zanger untuk fasih bertransaksi karena puncak kejayaan baru datang 8 tahun kemudian atau tepat setelah ia menjual mobil Porsche klasik miliknya seharga $ 10.775. Seluruh uang dari penjualan mobil itu dibelikan saham di lantai bursa. Buah dari keputusan tersebut sungguh sulit dipercaya, Zanger mampu menyulap modal ribuan Dollar menjadi $18 juta hanya dalam waktu 18 bulan (Juni 1998 – Desember 1999). Prestasi fenomenal itu membuat majalah-majalah bisnis tertarik untuk menampilkan profilnya di halaman depan, mulai dari Fortune, Forbes hingga Stocks Commodities Magazines.

Karakteristik Trading

Daniel J. Zanger dikenal sebagai pribadi yang tidak pelit berbagi ilmu dengan rekan sejawat. Melalui buletin ekonomi, The Zanger Report, ia mendistribusikan proyeksinya ke ratusan trader aktif maupun investor pro-aktif sebanyak tiga kali dalam sepekan. Pada tahun 1998, buletin ini berkembang menjadi sebuat portal bernama Chartpattern.com, yang berisi rangkuman isi faksimili trading milik Zanger. Selama 16 tahun berdiri, Chartpattern.com menyediakan segala kebutuhan analisa bagi ribuan anggotanya di seluruh dunia. Dalam ulasannya, Zanger mengingatkan setiap trader untuk selalu memegang unsur terpenting dalam trading, yaitu:

  • Memahami pola grafik: cup & handle, flat base, ascending triangle, wedge formation, channel formation, symmetrical triangle, descending triangle, flags & pennants, head & shoulders, invested head & shoulders.
  • Mengetahui 10 peraturan baku dalam dunia trading.
  • Mempelajari dan menyetel eSignal software.
  • Membaca buku-buku trading dan data ekonomi yang mempengaruhi pasar saham.

Adapun 10 peraturan baku yang tercantum pada poin nomor 2 di atas adalah sebagai berikut:

  1. Pilih saham yang benar-benar bagus sebelum memutuskan untuk membeli.
  2. Beli saat harga bergerak di atas trendline dan pastikan volume di atas rata-rata, namun jangan beli saham yang berada di atas trendline 5%. Ketahui juga volume pergerakan saham dalam 30 hari.
  3. Segera lepas saham saat harga bergerak di bawah trendline. Pasang stop loss sekitar $1 di bawah level breakout. Untuk saham yang lebih mahal, pasang stop loss tidak lebih dari $2. Beberapa orang menetapkan stop loss sekitar 5%.
  4. Jual 20-30% posisi saat saham bergerak naik 15-20% dari level breakout.
  5. Tahan saham yang paling kuat dan lepas saham yang bergerak terlalu cepat. Saham yang baik adalah saham yang selalu bergerak naik.
  6. Kenali saham yang kuat dan pilihlah saham yang benar-benar sehat.
  7. Tetapkan garis trend baru yang lebih tinggi dan pelajari pola pembalikan. Pelajari juga pergerakan  saham secara lengkap dari buku Encyclopedia of Chart Patterns yang ditulis oleh Thomas N. Bulkowski.
  8. Kenali pergerakan saham dan reaksinya terhadap volume perdagangan. Volume merupakan kunci dari pergerakan saham.
  9. Banyak saham, yang diulas dalm buletin ekonomi, menampilkan sinyal buy, namun bukan berarti saham harus dibeli saat level itu tercapai. Perhatikan kinerja saham dan kombinasikan dengan volume pada hari itu sebelum memutuskan untuk membeli.
  10. Jangan tetapkan marjin hingga anda benar-benar menguasai pasar, grafik dan emosi anda.

Daniel J. Zanger mungkin adalah satu dari sedikit orang yang dikaruniai bakat besar untuk menjadi trader handal. Namun tanpa inovasi dan kerja keras, ia tentu tidak akan dikenal oleh banyak orang seperti saat sekarang. Kisahnya dapat menjadi pembelajaran bagi para trader muda bahwa sesungguhnya kesuksesan bisa menghampiri siapa saja yang berkehendak. Meski tidak dibekali sertifikat perguruan tinggi dan ilmu keuangan mumpuni, Daniel J. Zanger terbukti mampu meraih kejayaan di pasar keuangan.

Ikuti jejak Dan Zanger dengan langkah pertama anda di dunia trading….Daftar demo account Klik Link ini

Ref : http://www.monexnews.com/top-traders/12/dan-zanger-a-natural-born-trader-bagian-2.htm

Monex Corporate Seminar (MCS) | Rabu, 26/08/2015 | Non Beginner { Autochartist: FREE trading signal }

Posted on Updated on

Daftar ke 081289151142
Hari : Rabu / 26 Agustus 2015
Pkl : 18.00 s/d 20.00 wib
Tempat : PT. Monex Investindo Futures
                 The City Tower 29th Floor
                 Jl. MH. Thamrin No. 81
                 Jakarta 10310
image002(2)

Seminar “Pendalaman Penggunaan Pola-pola Chart sebagai Indikasi Pasar”

Posted on

Daftar ke 081289151142
Hari : Kamis / 27 Agustus 2015
Pkl : 18.30 s/d 20.30 wib
Tempat : PT. Monex Investindo Futures
                 The City Tower 29th Floor
                 Jl. MH. Thamrin No. 81
                 Jakarta 10310
27agustus

Technical Outlook 20 Agustus 2015

Posted on Updated on

EUR/USD. Bias intraday masih bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah

area 1.1030 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 1.0960. Resisten terdekat tampak

di area 1.1135, berbalik secara konsisten diatas area tersebut berisiko merubah

bias intraday menjadi bullish menguji area 1.1190 atau bahkan lebih tinggi.

GBP/USD. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun dibutuhkan 

penembusan konsisten diatas area 1.5670 untuk menambah tekanan bullish

lebih lanjut mengincar area 1.5720. Support terdekat tampak di area 1.5570, berbalik lagi secara konsisten

dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka

pendek kemungkinan menguji area support 1.5515.

USD/JPY. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus

dibawah area 123.75 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 123.00.

Resisten terdekat tampak di area 124.40, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat

membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area resisten 124.90.

USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 0.9610. Penembusan di bawah area tersebut akan

membawa harga turun menuju area 0.9560. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 0.9740 akan membawa bias

kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 0.9810.

AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 0.7280. Penembusan di bawah area 

tersebut akan membawa harga turun menuju area 0.7240. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area

0.7370 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 0.7410.

XAU/USD. Bias terlihat bullish pada grafik 4-jam, meskipun masih diperlukan penembusan

secara konsisten di atas area 1137.60 untuk mendorong keberlanjutan rally menuju area 1144.80

sebelum mengincar area 1149.40. Namun kita harus mewaspadai kondisi stochastic dan RSI yang

telah overbought. Break kembali di bawah area 1131.60 berpotensi memicu skenario koreksi bearish

untuk menguji ulang area 1127.70 atau bahkan area 1123.80.

Hang Seng Futures. Bias terlihat bearish dalam jangka pendek untuk Hang Seng seiring harga

yang masih di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam dan indikator MACD jauh di bawah midline

mereka. Namun kita harus berhati-hati untuk potensi rebound seiring indikator Stochastic di area 

jenuh jual. Level support terdekat terlihat dikisaran area 22700, break di bawah area tersebut seharusnya 

memicu bearish lanjutan menuju ke 22545 sebelum menargetkan ke area kunci support di 22395.

Untuk sisi atasnya, area 22905 adalah level resisten terdekat, break di atas area tersebut harga mungkin

akan bergerak netral seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 23040 sebelum menuju ke area kunci resisten di 23160.

Nikkei Futures. Bias untuk Nikkei bearish, terutama selama harga masih bergerak di bawah

MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Namun, kita mungkin dapat melihat pergerakan rebound seiring indikator

Stochastic berada di area jenuh jual. Level support terdekat berada di 20070, break di bawah area tersebut

seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menuju ke area 19980 sebelum mencoba untuk

menyentuh level kunci support di 19860. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat dikisaran 

area 20245, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menguji ke 20355 sebelum menargetkan ke area kunci resisten di 20450.

Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 232.45. Dibutuhkan penembusan

di bawah area tersebut untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 231.20.

Pada pergerakan ke atas, penembusan dan gerakan konsisten di atas area 234.40 akan

membawa bias kembali ke netral, berpotensi menguji area 236.20.

Pola atau Pattern Candlestick

Posted on

Para trader sering kali menggunakan analisa teknikal, di samping analisa fundamental, untuk melakukan trading. Analisa teknikal ini menggunakan beragam alat/tool di antaranya: indikator teknikal seperti moving average, garis fibonacci, hitungan pivot point, melihat pola / pattern candlestick, dan lain sebagainya.

Di artikel ini kita akan membahas cara menganalisa pergerakan harga dengan pola / pattern candlestick. Ada beberapa pola candlestick yang menjadi fokus para pelaku pasar seperti candle stick pattern engulfing, doji, hammer dan hanging man, harami, dan marubozu.

Kita akan membahas satu per satu pola-pola candlestick ini:

1. Pola Candlestick Engulfing
Pola engulfing ini adalah pola candlestick yang mengindikasikan akan terjadinya reversal atau pembalikan arah. Untuk reversal naik disebut bullish engulfing dan untuk reversal turun disebut bearish engulfing. Pola disebut bullish engulfing bila ada sebuah candlestick dengan body panjang yang menunjukkan kenaikan yang menutupi candlestick turun sebelumnya. Dan sebaliknya, pola disebut bearish engulfing bila ada sebuah candlestick dengan body panjang yang menunjukkan penurunan yang menutupi candlestick naik sebelumnya.

Gambar Contoh Bearish Engulfing

2. Pola Candlestick Doji
Pola doji adalah pola candlestick yang terbentuk karena harga pembukaan dan penutupan sama sehingga membentuk tanda palang. Pola doji ini menunjukkan kekuatan pembeli dan penjual yang seimbang di satu waktu. Pola ini juga menunjukkan pasar masih belum bisa menentukan kemana arah pergerakan harga selanjutnya. Namun kebanyakan pola candlestick doji ini mengindikasikan pasar akan berbalik arah sesudah doji terbentuk. Candlestick pattern yang biasa menggunakan doji adalah Morning Doji Star (reversal naik), Evening Doji Star (reversal turun), Gravestone Doji (potensi naik), Dragonfly Doji (potensi turun), dan Long-Legged Doji (sideway).

Gambar Contoh Doji

3. Pola Candlestick Hammer dan Hanging Man
Dua pola ini adalah candlestick dengan body kecil dan ekor/tail yang panjang ke bawah dengan ukuran dua kali panjang body-nya. Dua pola ini mengindikasikan akan terjadi reversal. Pola Hammer mengindikasikan reversal naik, sementara pola Hanging Man mengindikasikan reversal turun.

Gambar Contoh Hammer

Gambar Contoh Hanging Man

4. Pola Candlestick Harami
Pola candlestick disebut harami bila muncul candlestick dengan body kecil dan ekor/tail yang pendek setelah candle stick dengan body yang panjang. Munculnya Harami ini menunjukkan kekuatan tren mulai memudar dan akhirnya bisa berujung pada reversal atau pembalikan arah.

Gambar Contoh Harami

5. Pola Candlestick Marubozu
Pola candlesstick Marubozu menunjukkan arah pergerakan harga saat itu. Marubozu adalah candlestick dengan body yang panjang dan hampir tanpa ekor/tail. Jadi bila Marubozu ditutup di atas berarti sedang terjadi pola White Marubozu yang artinya ada momentum penguatan harga. Dan sebaliknya bila Marubozu ditutup di bawah berarti sedang terjadi pola Black Marubozu yang artinya ada momentum pelemahan harga.

Gambar Contoh Marubozu

Demikian beberapa pola candlestick yang bisa memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya. Pola-pola ini bisa membantu kita dalam menentukan posisi yang tepat di pasar keuangan.

Bagi Anda ingin mencoba pola diatas gunakan demo account dan untuk mendaftar Klik Link ini 

Ref http://www.monexnews.com/belajar-trading/3/67/pola-atau-pattern-candlestick.htm