TODAY ANALYSIS 21 Nov 2013 “Emas Cenderung Tertekan Di Bawah 1255”

Posted on

Emas Cenderung Tertekan Di Bawah 1255

Harga emas turun tajam kemarin malam, sekitar $20, ke area $ 1241 per troy ons akibat indikasi tapering dari notulen rapat bank sentral AS bulan Oktober yang dirilis dinihari tadi.

 

Harga kini berada di kisaran 1247 dan masih memiliki tendensi untuk kembali mencoba menguji level rendah 1241-1235. Namun bila harga bergerak menembus 1255, peluang penguatan ke area 1265 terbuka.

 

Hari ini, isu tapering masih akan membayangi pergerakan harga emas. Selain itu, data klaim tunjangan pengangguran dan indeks manufaktur wilayah Philadelphia juga akan menjadi market mover pergerakan harga emas. Bila data lebih bagus dari prediksi, harga emas bisa tertekan kembali.

Emas Cenderung Tertekan Di Bawah 1255

Market Movers: Masih Karena Isu Tapering

Monexnews – FOMC minutes atau notulen rapat bank sentral AS bulan Oktober mengungkapkan keinginan para pengambil keputusan untuk mengurangi kepemilikan obligasi. Indikasi ini langsung mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang utama dunia dinihari tadi karena terkait isu tapering. Dalam notulen tersebut memang tidak disebutkan waktu yang pasti kapan tapering akan dilakukan. Namun indikasi keinginan para pejabat Fed untuk melakukan tapering menyebabkan para pelaku pasar merespon dengan melepas aset-aset beresiko.

Aset-aset beresiko lain pun seperti indeks saham, komoditi dan instrumen keuangan emerging markets berguguran. Indeks saham Jepang, Nikkei, menjadi pengecualian. Indeks ini menguat seiring dengan pelemahan yen terhadap dollar AS.

Respon pasar terhadap FOMC minutes ini akan membayangi pergerakan pasar hari ini. Di samping itu, data-data PMI dari beberapa negara juga akan menjadi penggerak pasar hari ini.

Dari China telah dirilis survei PMI aktivitas manufaktur dari HSBC yang mengungkapkan manufaktur China masih berekspansi meski di bawah prediksi pasar. Dari Eropa dan AS juga akan dirilis PMI manufaktur yang diperkirakan masih akan berekspansi di atas data sebelumnya. Pengecualian terjadi pada aktivitas manufaktur Perancis yang masih berada di zona kontraksi. Data PMI yang bagus ini bisa memberikan sentimen yang positif ke pasar keuangan masing-masing negara.

Dari Inggris, data CBI industrial orders (pesanan pabrik) bisa mendorong reboundsterling bila data lebih bagus dari prediksi.

AS masih belum kehabisan market movers. Selain data PMI manufaktur, malam ini akan dirilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan, indeks harga produsen (PPI) dan data indeks manufaktur di wilayah Philadelphia. Ketiga data ini bisa saja membalikan sentimen tapering menjadi No tapering bila rilis data lebih buruk dari prediksi.

 

 

Euro Keluar Dari Channel Bullish

Monexnews – Pada grafik harian, turunnya indikator Stochastic dapat menyediakan tekanan penurunan bagi euro. Keluarnya euro dari channel bullish isyaratkan berkurangnya tenaga untuk naik. Meski demikian, euro harus berhasil mencatatkan level penutupan harian di bawah MA 100 (1.3385) untuk melanjutkan kejatuhan; dimana kegagalan dapat memicu aksi bargain hunting dan mungkin akan membuat euro bergerak sideways seiring euro kini terperangkap di antara Moving Average (MA) 50 dan 100.

Fokus hari ini adalah indeks manufaktur Perancis (jam 15.00 WIB), manufaktur Jerman (jam 15.30 WIB), dan manufaktur zona-euro (jam 16.00 WIB). Data mungkin dapat memberikan harapan akan keberlanjutan momentum pemulihan ekonomi di zona-euro. Ini dapat memberikan sentimen positif untuk euro. Meski demikian, investor juga cemas dengan potensi pengurangan stimulus moneter Fed dalam waktu dekat pasca publikasi FOMC meeting minutes tadi pagi.

Untuk jangka pendek, posisi long lebih sesuai dengan stop-loss 1.3550. 1.3475 dan 1.3540 (harga terendah 18 November dan MA 50) adalah resisten. 1.3385 dan 1.3325 (MA 100 dan harga terendah 17 September) merupakan support.

Resistance Level : 1.3475, 1.3540, 1.3580

Support Level      : 1.3385, 1.3325, 1.3295

Euro Keluar Dari Channel Bullish

 

 

 

Minyak Masih Di Channel Bearish

Monexnews – Pada grafik harian, naiknya indikator MACD dan Stochastic dapat memberikan peluang kenaikan bagi minyak. Namun, kenaikan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga batas atas channel bearish ($95.50). Sentimen masih bearish seiring minyak masih berada di dalam channel bearish dan diperdagangkan di bawah Moving Average (MA) 50-100-200.

Dari sisi fundamental, investor masih cemas dengan prospek melimpahnya supplai seiring meredanya resiko geo-politik di Timur Tengah. Harapan bahwa negosiasi Iran dengan negara Barat (yang sedang berlangsung) dapat menghasilkan pelonggaran sanksi ekspor minyak Iran juga turut memberikan sentimen negatif. Investor juga cemas dengan potensi pengurangan stimulus moneter Federal Reserve dalam waktu dekat yang dapat membebani kinerja emas hitam.

Outlook minyak kini menjadi netral; dimana posisi short  lebih sesuai dengan stop-loss $95.90.  $94.45 dan $97.00 (harga tertinggi 20 November dan 31 Oktober) adalah resisten. $92.50 dan $90.10 (harga terendah 14 November dan 1 Mei) merupakan support.

Resistance Level : $94.45, $97.00, $98.55

Support Level     : $92.50, $90.10, $89.30

Minyak Masih Di Channel Bearish

Tinggalkan Balasan, Alamat Email dan No HP, supaya kami bisa menghubungi Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s