Bulan: September 2013

Pin Terlihat di Minyak

Posted on

Monexnews – Pada grafik harian, terbentuknya pola candle stick “pin” dan indikator Stochastic yang berada di area oversold dapat menyediakan peluang kenaikan. Namun, potensi kenaikan minyak masih terbatas dan masih bersifat koreksi. Sentimen bearish masih ada dengan turunnya indikator MACD, dan minyak yang kini diperdagangkan di bawah Moving Average (MA) 50.

Dari sisi fundamental, merebaknya harapan akan terwujudnya solusi PBB atas Syria, keinginan Iran untuk negosiasikan program nuklir, pulihnya produksi minyak Irak dan Nigeria telah mengurangi kecemasan atas potensi gangguan supplai dari Timur Tengah. Ini masih bisa menjadi sentimen negatif untuk minyak. Meski demikian, investor terlihat waspada menjelang publikasi data cadangan minyak AS nanti malam yang diprediksi berkurang untuk 4 minggu berurutan.

Outlook minyak kini menjadi netral; dimana posisi long  lebih sesuai dengan stop-loss $101.80.  $104.20 dan $105.10 (harga terendah 2 September dan tertinggi 23 September) adalah resisten. $102.20 dan $101.10 (harga terendah 8 Agustus dan 4 April) merupakan support.

Resistance Level : $104.20, $105.10, $106.60

Support Level     : $102.20, $101.10, $100.40

 

Iklan

Citigroup, Morgan Stanley: Downtrend Emas Masih Belum Berakhir

Posted on Updated on

Monexnews –  Emas akan terus turun seiring perekonomian AS membaik, menurutCitigroup Inc. dan Morgan Stanley, yang mana mengatakan bahwa keputusan mengejutkan oleh Federal Reserve yang mempertahankan stimulus untuk saat ini hanya akan membantu harga emas dalam jangka pendek. Emas mungkin akan turun ke bawah level $1,250 per ons sebelum akhir tahun ini seiring data ekonomi membaik dan investor memperkirakan the Fed akan mulai memangkas pembelian asetnya, menurut Ed Morse dan Heath Jansen analis Citigroup. Harga rata-rata emas akan berada pada $1,250 tahun depan, turun dari $1,405 di tahun 2013, menurut mereka. Morgan Stanley memperkirakan emas akan berrada pada level rata-rata $1,200 hingga $1,350 pada tahun depan sebelum bergerak turun, menurut laporannya.

Emas sedang menuju penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun seiring sinyal pemulihan AS melukai tingkat permintaan emas sementara bursa saham dan dollar menguat. Emas sempat menguat pada tanggal 18 September lalu setelah Federal Open Market Committee menahan diri untuk memangkas stimulus, berkebalikan dengan ekspektasi pemangkasan oleh ekonom. Rally tersebut memicu Societe Generale SA untuk menjual emas. “Penundaan pada keputusan tapering oleh FOMC hanya memberikan nafas lega dalam jangka pendek untuk emas,” menurut analis Citigroup. “Apakah ini artinya trend turun emas berakhir? Menurut kami, menurut fundamental dan jawabannya adalah tidak.”

TODAY ANALYSIS 24 September 2013

Posted on

Penurunan Sterling Masih Bersifat Koreksi

Monexnews – Pada grafik harian, indikator Stochastic yang berada di area overbought dapat menyediakan peluang profit-taking pasca rally belakangan. Meski demikian, penurunan masih bersifat koreksi dan terbatas. Sentimen bullish masih ada seiring sterling diperdagangkan di dalam channel bullish, di atas Moving Average (MA) 50-100-200, dan naiknya indikator MACD.

Fokus hari ini adalah data persetujuan kredit perumahan Inggris pada jam 15.30 WIB. Data diprediksi akan memberikan bukti tambahan akan berlanjutnya pemulihan ekonomi terbesar No.6 di dunia tersebut. Ini dapat memberikan sentimen positif untuk sterling.

Untuk jangka pendek, posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 1.5970. 1.6070 dan 1.6160 (harga tertinggi 23 dan 18 September) merupakan resistance. 1.5985 dan 1.5935 (harga terendah 20 September dan tertinggi 17 September) adalah support.

Resistance Level : 1.6070, 1.6160, 1.6200

Support Level      : 1.5985, 1.5935, 1.5890

(Zulfirman Basir)

 

Euro Masih di Channel Bullish

Monexnews – Pada grafik harian, indikator Stochastic yang berada di area overbought dapat menyediakan kesempatan penurunan bagi euro. Meski demikian, potensi penurunan masih bersifat koreksi dan mungkin terbatas hingga batas bawah channel bullish. Sentimen masih bullish seiring euro masih diperdagangkan di atas Moving Average (MA) 50-100-200, di dalam channel bullish, dan naiknya indikator MACD.

Fokus hari ini adalah data sentimen bisnis Jerman pada jam 15.00 WIB. Data diprediksi akan memberikan bukti tambahan akan berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi terbesar di zona-euro tersebut. Ini dapat memberikan sentimen positif untuk euro.

Untuk jangka pendek, posisi long lebih sesuai dengan stop-loss 1.3430. 1.3565 dan 1.3595 (harga tertinggi 19 September dan 5 Februari) adalah resisten. 1.3440 dan 1.3400 (batas bawah channel bullish dan harga tertinggi 8 Agustus) merupakan support.

Resistance Level : 1.3565, 1.3595, 1.3660

Support Level      : 1.3440, 1.3400, 1.3345

 

Pola Bearish Divergence Pada Grafik 4H GBPJPY

Monexnews – Bearish divergence pada grafik 4H GBPJPY dapat memberikan tekanan turun pada harga, terutama jika harga dapat menembus ke bawah level rendah kemarin pada area 158.10 menuju MA100 di sekitar area 157.00. Resisten terdekat ada pada area 159.00, hanya break ke atsa area ini yang dapat melanjutkan outlook bullish jangka panjang untuk menguji resistne kunci pada area 160.00.

Nantikan Data Jerman, EURJPY Mencoba Kembali ke Atas 133.60

Monexnews – Menjelang dirilisnya data iklim bisnis Ifo Jerman, EURJPY mencoba bergerak naik kembali ke atas area 133.60. Pergerakan konstan di atas area ini dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju area 134.15 sebelum menguji area 135.00. Bagaimanapun, jika data yang dirilis buruk, EURJPY kemungkinan akan tertekan turun menuju level rendah kemarin pada area 133.00 sebelum menguji level support pada  132.10.

USDCHF Kesulitan Tembus ke Bawah 0.9080

Monexnews – Seperti terlihat pada grafik 4 jam, USDCHF masih berkonsolidasi dekat level rendah, mencoba menembus support pada level 0.9080 untuk dapat melanjutkan outlook bearish menuju support psikologis pada 0.9000 atau bahkan area 0.8920. Namun MACD menunjukkan momentum bearish yang mulai memudar, kegagalan untuk menembus ke bawah 0.9080 dapat memicu koreksi naik menuju resisten terdekat pada area 0.9170 sebelum menguji level 0.9270 sebagai MA100.

Emas Masih Berpotensi Tertekan Di Bawah 1335

Monexnews – Harga emas membentuk pola segitiga konsolidasi seperti yang terlihat pada grafik 4 jam. Dengan tekanan masih ke arah bawah seperti yang terlihat pada indikator MACD 4 jam dan harian.

Tekanan turun hari ini masih terjadi selama harga berada di bawah resisten 1335 dan bila harga menembus ke bawah level support 1321, harga berpotensi melemah lebih jauh mendekati 1305.

Sementara pergerakan di atas 1335, berpotensi membuka penguatan ke area 1350.

Data yang bisa menjadi market mover emas hari ini adalah data survei ifo Jerman dan tingkat keyakinan konsumen AS, selain isu tapering dan debt ceiling AS.

Emas Masih Berpotensi Tertekan Di Bawah 1335

Posted on

Monexnews – Harga emas membentuk pola segitiga konsolidasi seperti yang terlihat pada grafik 4 jam. Dengan tekanan masih ke arah bawah seperti yang terlihat pada indikator MACD 4 jam dan harian.

Tekanan turun hari ini masih terjadi selama harga berada di bawah resisten 1335 dan bila harga menembus ke bawah level support 1321, harga berpotensi melemah lebih jauh mendekati 1305.

Sementara pergerakan di atas 1335, berpotensi membuka penguatan ke area 1350.

Data yang bisa menjadi market mover emas hari ini adalah data survei ifo Jerman dan tingkat keyakinan konsumen AS, selain isu tapering dan debt ceiling AS.

 

Market Movers: Taper, No Taper?

Posted on

Monexnews – Beberapa pejabat Fed masih mengungkapkan pandangannya mengenai kemungkinan tapering. Presiden Fed New York William Dudley mengatakan kebijakan yang akomodatif masih dibutuhkan saat ini (yang masih mendukung no tapering) sementara Presiden Fed Dallas Richard Fisher mengatakan bahwa pada rapat terakhir, dia mengusulkan untuk memperlambat laju pembelian aset (ini mengisyaratkan mendukung tapering). Ketidakjelasan mengenai nasib taperingsempat melemahkan indeks saham dan harga komoditi.

Sementara isu batas atas utang (debt ceiling) AS masih bergulir. Ini juga bisa menjadi sentimen negatif untuk indeks saham AS seiring perdebatan yang kian memanas tanpa ada penyelesaian yang jelas. Bila batas atas utang tidak segera dinaikan pada pertengahan Oktober, Pemerintah Obama terancam lumpuh alias tidak bisa beroperasi karena ketiadaan dana.

Hari ini data yang bisa menjadi penggerak pasar adalah survei Ifo Jerman yang mengukur kondisi bisnis di Jerman dimana data yang bagus bisa menjadi penguat mata uang euro dan indeks saham Eropa.

Di AS akan dirilis data tingkat keyakinan konsumen yang mengukur pandangan konsumen mengenai kondisi perekonomian AS. Data yang bagus bisa mendorong penguatan dollar dan indeks saham AS.

Dinihari, para pelaku pasar akan mendengarkan pidato dari Presiden Fed Kansas City Esther George dimana pada rapat FOMC terakhir menjadi satu satunya pengambil keputusan yang menolak keputusan No tapering. Pandangan George mengenai tapering bisa mempengaruhi pergerakan pasar keuangan.

Prospek Wall Street Pasca Kejutan Manis the Fed

Posted on

Monexnews – Harga saham-saham di lantai bursa Wall Street melesat setelah Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memberi ‘kejutan manis’ kepada pelaku pasar. Bank sentral berbaik hati memperpanjang masa berlaku stimulus $85 miliar per bulan demi menyokong laju perekonomian. Sikap the Fed direspon dengan lonjakan dua indeks saham utama ke posisi tertingginya masing-masing.

Federal Reserve akhirnya menunda rencana pengurangan stimulus moneter (tapering) pada pengumuman resminya semalam. Program pembelian obligasi, yang telah mendongkrak kinerja indeks sebanyak 20% sejak awal tahun ini, dipastikan berlanjut setidaknya sampai akhir tahun 2013.

Pada penutupan sesi perdagangan hari Rabu (18/09), indeks Dow Jones menguat sebanyak 0.95% atau 147.21 poin ke level 15676.94. Sedangkan indeks S&P 500 rally 20.76 poin atau setara 1.22% untuk menutup hari di posisi 1725.52. Indeks sektoral Nasdaq juga ditutup naik 1.01% atau 37.942 poin dan ditutup pada level 3.783,641. Sebagai catatan, rekor tertinggi yang pernah diraih S&P 500 dan Dow Jones sebelumnya berada di level 1709.67 dan 15658.36. Keduanya diraih pada waktu yang bersamaan, yakni pada penutupan sesi perdagangan 2 Agustus 2013 lalu.

Pada penghujung rapat rutin edisi September yang berlangsung selama dua hari, Federal Open Market Committee (FOMC) membutuhkan lebih banyak bukti untuk bisa menyimpulkan bahwa tren pemulihan berjalan dalam jalurnya. Bahkan di akhir pertemuan malam tadi, Ben S. Bernanke menyatakan keengganannya untuk berkomitmen tentang pengurangan stimulus tahun ini. Ia menyerahkan masa depan kebijakan moneter kepada hasil data-data ekonomi Amerika. Di saat yang sama, Federal Reserve juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dari kisaran 2.3% – 2.6% menjadi 2.0% – 2.3% untuk tahun 2013.

Pasca putusan mengejutkan dari bank sentral, pelaku pasar keuangan kini bertanya-tanya tentang sampai kapan penguatan harga saham bisa bertahan. Mengingat the Fed pada akhirnya harus mengurangi stimulus moneter karena keterbatasan anggaran pemerintah.

Fundamental Kokoh

Apabila kita tengok ke belakang, kinerja fundamental ekonomi Amerika belakangan ini memang cukup memuaskan. Dalam laporan Beige Book di awal bulan September, tersirat bahwa perekonomian nasional tumbuh dalam laju ‘pelan hingga sedang’ di periode Juli s/d Agustus. Fakta tersebut kian memperkuat asumsi akan diakhirinya program pembelian aset lebih cepat dari jadwal semula.

Menurut the Fed, penjelasan dalam Beige Book mengacu pada rilis data-data ekonomi yang membaik belakangan ini. Sepanjang bulan September saja, sederet data ekonomi dirilis menguat. ISM manufacturing PMI bulan Agustus naik menjadi 55.7 dari catatan bulan sebelumnya di 55.4. Sedangkan angka construction spendingmelonjak 0.6% di bulan Juli, dibandingkan data bulan sebelumnya yang unchanged. Sementara Non-farm Payrolls bertambah 169.000 di bulan Agustus atau lebih baik dibandingkan laporan satu bulan sebelumnya (104.000). Tingkat pengangguran juga berhasil diturumkam dari 7.4% menjadi  7.3%.

Masih di bulan September, pemerintah juga melakukan revisi naik terhadap angka pertumbuhan ekonomi (GDP) triwulan II. Kalau pada pengumuman sebelumnya pertumbuhan GDP hanya mencapai 1,7%, maka pada proyeksinya bulan lalu pemerintah merevisinya jadi sebesar 2.5%. Selain itu, data manufaktur PMI wilayah distrik Chicago meningkat dari 52.3 menjadi 53.0 di bulan Agustus dan indeks sentimen konsumen versi University of Chicago direvisi naik dari 80 menjadi 82.1.

 

Meskipun konsisten menguat sepanjang tahun 2013, bursa saham Amerika Serikat diprediksi bergerak lebih rapuh setidaknya sampai dengan akhir tahun. Investor masih dihantui oleh bayang-bayang tapering plus kekhawatiran geopolitik Timur Tengah. Fakta mencatat, untuk kali pertama tahun ini, isu geopolitik mengambil peranan besar terhadap peta pergerakan harga instrumen keuangan dunia.

Eskalasi ketegangan di Timur Tengah belakangan mulai kondusif setelah ancaman invasi militer Amerika ke Suriah perlahan redup. Mengendurnya sikap keras Amerika disebabkan oleh adanya tawaran resolusi damai yang diprakarsai oleh Rusia.  Sampai dengan akhir September, jalan diplomasi terbukti ampuh dalam meredam gejolak politik antara pihak-pihak yang bertikai.

Kolaborasi antara wacana tapering dan kekhawatiran perang Suriah dipastikan telah memudarkan optimism investor terhadap suatu iklim investasi yang kondusif. Prospek harga produk-produk keuangan, baik saham maupun komoditi, sangat bergantung pada kepastian dari dua isu utama tersebut. Namun di tengah bagusnya hasil data-data ekonomi dari dalam dan luar negeri, aksi beli sektoral diprediksi berlanjut sehingga terbuka peluang untuk tercapainya rekor penutupan baru.

 

Studi Teknikal

Setelah sempat terkoreksi ke area 14700-an, indeks Dow Jones akhirnya berhasil kembali ke jalur tren bullish. Fakta bahwa indikator Stochastic, Moving Average (MA-50 dan MA-100) serta MACD berdurasi weekly yang menunjukkan tren penguatan, masih akan menopang indeks untuk melanjutkan rally.

Target terdekat the Dow adalah resisten 15595 untuk meloloskan diri ke resisten berikutnya di level 16000. Sukses mencapai level itu indeks akan segera membidik 16400. Sedangkan di lini bawah, level support 14860 (retrace 23.6% Fibonacci) menjadi tahanan pertama yang akan mengantisipasi jatuhnya indeks. Pada zona berikutnya, level support berada pada tahanan 14395 dan 14015.

 

FED Bawa Emas Menuju Penguatan Mingguan

Monexnews – Emas menanti penguatan mingguan pada pekan ini, setelah mengalami penurunan selama 3 minggu beruntun. Pudarnya ketegangan di Suriah setelah AS menyetujui proposal dari Rusia yang meminta Suriah untuk menyerahkan persediaan senjata kimia yang dimiliki untuk menghindari serangan militer AS ke Suriah mengakibatkan berkurangnya permintaan terhadap safe haven.

Selain itu spekulasi sebelumnya yang menyebutkan Federal Reserve akan mengurangi stimulus moneter sebesar $10 miliar menjadi $75 miliar per bulan juga turut menekanemas, Stimulus moneter yang diberikan oleh Federal Reserve sebelumnya memicu rally panjang emas.

Berbeda dengan spekulasi yang beredarm Federal Reserve justru membuat kejutan dengan mempertahankan tetap mempertahankan program stimulus moneternya. Chairman Federal Reserve, Ben Bernanke, anggota FOMC ingin melihat perkembangan ekonomi lebih lanjut sebelum mengurangi stimulus, kepastian pengurangan stimulus akan tergantung pada data ekonomi AS. Bernanke juga menambahkan pasar tenaga kerja masih jauh dari apa yang ingin dilihat The Fed untuk dapat mengurangi stimulus.

Selain itu bank sentral AS juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS dari  2,3% – 2,6% menjadi 2,0% – 2,3% untuk tahun ini. Akibat dari keputusan yang mengejutkan tersebut dollar anjlok tajam, sementara emas menguat tajam. Emas saat ini diperdagangkan pada kisaran $1.362,75 per troy ons, dengan level tertinggi harian $1.368,24 dan terendah $1.361,65.

#EDUKASI

Posted on

Tips # Melengkapi Tujuan Dana Simpanan Dengan Memilih Investasi yang Tepat

Menabung ataupun mengalokasikan dana simpanan untuk suatu tujuan finansial bisa dikatakan sebagai sebuah perencanaan masa depan yang cemerlang, terlebih lagi jika anda bisa mengkombinasikannya dengan berinvestasi. seperti halnya dalam melakukan perencanaan Financial, dengan memilih investasi yang tepat anda tentunya bisa mendapatkan hasil yang optimal dari tujuan finansial yang sedang anda rencanakan.

Namun ada beberapa hal yang harus diluruskan terlebih dahulu disini!

Berbicara tentang bagaimana memilih investasi yang tepat, tidak selalu harus berpatokan dengan nilai keuntungan semata, masih ada beberapa hal penting  lainnya yang perlu anda kaji kembali, apa saja hal tersebut?

Berikut 3 tips bagaimana melengkapi tujuan dana simpanan anda dengan memilih investasi  yang tepat

Ketahui apa yang menjadi tujuan Anda?

Anda pastinya memiliki tujuan financial mengapa anda menabung dan mengapa anda berinvestasi?

Cobahlah untuk membuatnya kedalam target yang jelas, misalnya ditahun depan anda berencana meningkatkan nilai tabungan anda menjadi dua kali lipat atau dalam jangka 5 hingga 7 tahun berinvestasi, anda ingin memiliki sebuah rumah impian anda, biaya untuk mengirim putra putri anda kejenjang pendidikan tertinggi hingga ke persiapan dihari tua jika anda tidak mampu bekerja lagi.

Jika anda berinvestasi dengan tujuan pengembalian nilai asset investasi yang tinggi dan tidak ingin terikat dalam jangka waktu yang panjang, maka anda bisa menjatuhkan pilihan pada instrument perdangan berjangka semisal index

Namun jika anda berinvestasi dengan tujuan untuk membeli sebuah rumah ataupun biaya perencanaan untuk pendidikan anak dalam kurun beberapa tahun kedepan maka anda bisa mencoba instrument investasi semisal pasar saham, reksadana ataupun obligasi.

Berapa lamakah jangka waktu yang anda targetkan?

Setelah membuat list dan menentukan apa yang menjadi prioritas utama anda dalam berinvestasi, selanjutnya tentukan kerangka waktu yang ideal bagi anda. Apakah anda tertarik menjadi long term investor atau malah sebaliknya.

Semakin lama jangka waktu penginvestasian maka semakin besar pula ROI (Return of Investment) yang diharapkan. Yang perlu di ingat adalah jika anda memilih menjadi long term investor maka anda telah mengikat uang anda dalam jangka waktu tertentu yang tidak bisa anda ganggu gugat apabila ada kebutuhan mendesak.

Emas dan property biasanya menjadi pilihan bagi mereka yang menjadi long term investor. Namun dikarenakan nilai pergerakan emas yang cendrung stabil dengan resiko yang minim, emas dinilai cocok bagi mereka yang mencari perlindungan aset terhadap inflasi.

Sementara keuntungan yang ditawarkan pasar keuangan atau forex atau valas dengan pergerakan volatilitas pasar yang tinggi bisa dijadikan pilihan bagi mereka yang termasuk kategori short term investor yang tidak ingin terikat dengan jangka waktu penginvestasian.

Cocokkan nilai simpanan dengan tujuan penginvestasian anda

Calon investor hendaknya memperhitungkan terlebih dahulu modal awal dan kemampuan pembiayaan terhadap pengembangan aset yang akan dipilih dengan Return of investment yang diharapkan. Perhatikan apakah dengan modal yang dikeluarkan untuk jenis penginvestasian yang dipilih seimbang dengan ROI yang ditargetkan?

Ada pilihan investasi yang membutuhkan modal besar  atupun kecil dengan nilai tingkat keuntungan yang berbeda beda. Tinggal bagaimana anda menyesuaikannya dengan nilai simpanan anda.

Kalkulasikan berapa banyak nominal yang anda butuhkan untuk itu dan sesuaikan pula nilai simpanan anda dengan tingkat inflasi dari waktu kewaktunya. Apakah sudah sesuai dengan keinginan anda?

Jika suatu intrument yang akan dipilih ternyata tidak memenuhi syarat yang di inginkan (baik dari segi modal, pengelolaan hingga target keuntungan), maka tidak ada salahnya jika anda melakukan penyesuaian dengan melirik jenis instrument investasi lainnya yang sejalan dengan kebutuhan finasial anda,  sangat disarankan untuk  tidak memaksakan berinvestasi diluar batas kemampuan finansial anda.

Bagaimana dengan pilihan investasi impian anda?