Bulan: Februari 2013

Analisa

Posted on Updated on

Technical Outlook

Emas Formasi W, Resisten di 1587

Harga emas masih bertahan di level 1580 an. Formasi rebound mulai terlihat di grafik 4 jam-an. Namun demikian penguatan lanjutan harus menunggu konfirmasi penembusan level resisten 1587 (level retracement 50% dari 1597-1619) dengan potensi target ke area 1600.
Di bawah 1587, potensi turun masih besar. Harga bisa kembali lagi menguji area support di 1569.
Pekan ini, testimoni dari Ben Bernanke pada hari Selasa dan Rabu akan ditunggu pasar karena para pelaku pasar ingin memastikan apakah benar sinyal penghentian stimulus lebih cepat, yang diberikan oleh minutes Fed pekan lalu. Bila Bernanke tidak memberikan sinyal penghentian stimulus, emas bisa merangkak naik lagi ke area di atas 1610. Selain itu data-data ekonomi dari AS juga bisa menjadi penggerak harga emas. Bila data AS lebih buruk dari prediksi, bisa memberikan dorongan naik bagi harga emas.

Untuk grafik bisa dilihat di: http://www.monexnews.com/today-analysis/4387/emas-formasi-w-resisten-di-1587.htm

Emas Formasi W, Resisten di 1587

USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek. Secara keseluruhan kami masih lebih memilih skenario bullish. Untuk pergerakan turun, break dan level penutupan harian di bawah area 92.90 dapat memicu koreksi bearish lanjutan menguji area 91.60. Untuk pergerakan naik, dibutuhkan break dan level penutupan harian di atas area 93.60 untuk menjaga skenario bullish tetap kuat menguji resisten kunci pada area 94.60 – 95.00.

EUR/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek terutama jika harga dapat menembus ke bawah area 1.3090, sebeum menguji level psikologis pada 1.3000. Resisten terdekat ada di sekitar area 1.3250, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek namun diperlukan break dan level penutupan harian setidaknya ke atas area 1.3335 untuk menghambat fase bearish saat ini.
Sebagaimana yang terlihat di grafik 4 jam, EUR/USD masih berada dalam channel bearish. Harga masih berada di sekitar support 1.3144, yang jika tembus akan menjadi pertanda bahwa tekanan bearish semakin besar dan berpotensi untuk menekan EUR/USD hingga ke kisaran 1.3076 – 1.3000. Perhatikan juga area resistance di kisaran 1.3254 – 1.3323. Sinyal bearish yang mungkin akan terkonfirmasi di kisaran tersebut bisa jadi akan memicu pergerakan bearish kembali ke kisaran 1.3212 – 1.3144. Bias jangka pendek baru akan berubah menjadi bullish jika resistance di 1.3323 pecah. Jika itu terjadi, EUR/USD kemungkinan akan bergerak naik ke kisaran 1.3365 – 1.3433.

EURUSD 2-25-2013 8-42-04 AM

GBP/USD.
Bias netral setelah adanya sinyal bearish berlawanan MACD dan slow stochastic yang oversold menandakan potensi rebound dengan formasi candlestick hammer grafik harian. Secara keseluruhan kami memilih skenario bearish dalam fase ini namun memerlukan break setidaknya ke bawah area 1.5150 untuk menjaga skenario bearish tetap kuat menguji area 1.5050 atau bahkan lebih bawah lagu. Resisten terdekat ada di sekitar area 1.5290, break ke atas area terebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek.
GBP/USD saat ini berada di bawah tekanan setelah dibuka melemah dengan gap down. Perhatikan area resistance di kisaran 1.5130 – 1.5224 untuk mencari sinyal bearish untuk posisi jual. Harga diperkirakan akan kembali turun untuk menguji support di 1.5071 jika itu terjadi. Bias intraday akan berubah menjadi bullish jika support di 1.5224 pecah. Jika itu terjadi, GBP/USD diperkirakan akan naik ke kisaran 1.5261 – 1.5319.

GBPUSD 2-25-2013 8-40-25 AM

Dollar AS Masih Jadi Favorit

Posted on

Dollar AS kembali menguat sepanjang Februari 2013 lalu. Indeks dollar per 20 Februari tercatat mengalami kenaikan sebesar 2.28% dibandingkan penutupan Januari 2013. Penguatan dollar AS ini menunjukkan bahwa aset dollar masih menjadi favorit investasi bagi para pelaku pasar.

Sumber: Thomson Reuters

Pada bulan Januari 2013, dollar mengalami pelemahan sejak kesepakatan fiscal cliff tercapai di Amerika Serikat. Pelemahan dollar AS ini mengikuti perubahan sentimen di pasar keuangan dimana para pelaku pasar mulai beralih ke instrumen-instrumen yang lebih berisko dan memberikan imbal hasil yang lebih tinggi (risky asset). Ini bisa terlihat dari kenaikan indeks-indeks saham baik di AS, Asia bahkan Eropa yang sedang krisis. Selain itu beberapa komoditi logam dan energi juga mengalami kenaikan.

Sumber: Monex Trader MT4

Minat para pelaku pasar tersebut terhadap aset beresiko disebabkan oleh persepsi bahwa perekonomian sudah mulai menunjukkan pemulihan yang stabil, apalagi negara perekonomian terbesar dunia, AS, telah berhasil menyelesaikan masalah jurang fiskal yang membelitnya. Data-data ekonomi kawasan yang masih terlanda krisis, Eropa, sepanjang periode tersebut juga menunjukkan perbaikan terutama data aktivitas manufaktur dan sektor jasanya.

Akan tetapi memasuki pertengahan Februari, euforia risk sentiment terlihat mulai memudar. Dollar AS mulai kembali menunjukkan taringnya. Dollar AS seakan tidak kehilangan peminat. Beberapa faktor yang menyebabkan dollar AS kembali menguat.

Yang pertama adalah persepsi yang positif dari para pelaku pasar terhadap pemulihan kesehatan ekonomi AS. Data-data ekonomi AS yang dirilis antara Januari dan Februari lalu menunjukkan tanda-tanda pemulihan.  Hal ini berbeda dengan data-data ekonomi negara-negara di Eropa. Ternyata pemulihan ekonomi belum tampak di kawasan tersebut yang artinya efek dari krisis hutang itu tergambarkan pada kondisi kesehatan ekonomi yang buruk. Alhasil persepsi yang positif terhadap AS ini membuat aset-aset dollar tetap diminati para pelaku pasar.

Gambaran ini tercermin dari indeks aktivitas manufaktur dan jasa di zona euro yang masih berada di zona kontraksi di bawah angka 50. Sementara indeks aktivitas manufaktur dan jasa AS sudah berada di area ekspansi di atas angka 50 selama 2 bulan beruntun. Selain itu, persepsi negatif zona euro diperburuk oleh angka GDP yang tercatat berada di zona negatif selama 3 bulan beruntun yang artinya sudah mengalami masa resesi. Sementara meski GDP AS kuartal ke-4 masuk ke zona negatif, namun masih bisa beralasan masalah jurang fiskal, yang kini sudah selesai, menjadi penyebabnya.

Faktor kedua adalah prospek kebijakan stimulus dari bank sentral AS. Dari notulen atau minutes rapat kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Fed) pada tanggal 29-30 Januari 2013 menunjukkan bahwa ada perdebatan mengenai efektifitas stimulus yang digelontorkan saat ini dalam membantu pemulihan ekonomi AS. Evaluasi program stimulus akan dilakukan dan hasil evaluasi ini bisa bermuara pada dihentikannya program stimulus tanpa menunggu perkembangan bagus dari situasi tenaga kerja di AS. Hal ini bertentangan dengan pernyataan Gubernur Fed, Ben Bernanke, sebelumnya pada rapat kebijakan moneter Januari bahwa Fed akan tetap mempertahankan program stimulus pembelian obligasi sampai target tingkat pengangguran 6,5% tercapai.

Stimulus dapat diartikan penambahan likuiditas di pasar. Bila dilakukan Fed, berarti likuiditas dollar akan bertambah di pasar. Dan sebaliknya bila stimulus ditarik, berarti likuiditas dollar akan berkurang. Dan bila likuiditas berkurang akan mengakibatkan dollar AS menguat. Persepsi yang terbentuk di kalangan pelaku pasar saat ini setelah membaca notulen Fed adalah stimulus akan segera ditarik sehingga menimbulkan reaksi penguatan dollar AS.

Yang ketiga adalah kebijakan stimulus masih gencar dilakukan oleh bank-bank sentral negara dengan perekonomian besar di dunia seperti Bank Sentral Jepang, Eropa, Inggris dan Australia. Dengan kontraksi ekonomi yang terjadi di negara-negara besar ekonomi, bank-bank sentral masih dan bahkan menambah program stimulus untuk membantu memulihkan perekonomian.

Contohnya, Bank Sentral Jepang yang mengubah kebijakan menjadi lebih agresif dalam pemberian stimulus untuk mengeluarkan Jepang dari masa deflasi. Apalagi program ini sejalan dengan program pemerintahnya yang juga menjalankan kebijakan stimulus. Gabungan stimulus fiskal dan moneter ini membantu melemahkan yen terhadap dollar AS dan mata uang lainnya. Data ekonomi Eropa dan Inggris yang masih buruk akibat krisis hutang membuat bank sentral masing-masing masih menerapkan kebijakan moneter yang longgar. Bahkan Bank Sentral Inggris diproyeksikan akan menambah program pembelian asetnya. Sementara Bank Sentral Australia memberikan isyarat tidak akan menaikan suku bunga, malah mungkin akan menurunkan suku bunga. Kuatnya nilai dollar Australia dianggap bisa melukai perekonomian Australia. Kebijakan stimulus yang gencar dijalankan bank-bank sentral di luar Fed membantu menguatkan nilai dollar AS karena mata uang lainnya terdepresiasi akibat kebijakan tersebut.

Selama ketiga faktor di atas masih bertahan, dollar AS masih akan tetap menjadi favorit. Status aset dollar AS sebagai safe haven juga menjadikan nilai dollar bertambah kuat di kala kekhawatiran melanda para pelaku pasar karena ketidakpastian yang meninggi di pasar atau terjadi krisis ekonomi global.

MONEX CORPORATE SEMINAR

Posted on

 

 PROSPEK EKONOM 3 BESAR DUNIA ( AS, EROPA & CHINA )
Seminar Wiil Cover :
  • Tips & Strategis Baru untuk Forex, Emas & Minyak.
  • Is it time to Buy or Sell Gold?
  • Will USD/JPY touch 100?
  • Will Euro down trend continues.
  • Come and find out!

 

Rabu, 27 Februari 2013
Pukul 18.00  s/d 20.00 Wib
Menara Ravindo lt.8 ( Seminar Room )
Jl. Kebon Sirih kav 75
Jakarta 10340

eflyer-mcs-27-Feb-2013

Analissa emas 22 feb 2013 ” Trend Emas Masih Bisa Melemah Lagi “

Posted on

Harga emas berhasil rebound kemarin. Lemahnya data ekonomi AS membantu menguatkan harapan bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan stimulus moneternya sehingga meredakan kecemasan dihentikannya program pembelian aset dalam waktu dekat. Di samping itu, harga emas yang kini berada dekat dengan level rendah 1522, menjadikan area ini berpotensi dimasuki buyer yang mencari level murah untuk membeli emas.

Harga emas kini berada di kisaran 1583 mendekati area 1587 yang merupakan area fibonacci retracement 50% dari 1554-1619. Sehingga dibutuhkan konfirmasi penembusan level 1587 tersebut untuk bisa melanjutkan penguatan ke area 1600.

Support yang terbentuk hari ini di 1574. Penembusan level ini akan membuka pelemahan kembali ke area 1562.

Hari ini data survei Ifo terhadap iklim bisnis Jerman bisa menjadi penggerak harga. Bila data ini lebih bagus dari prediksi, harga emas bisa menguat dan sebaliknya.

SELL 1590, SL $6, TP 1671.00

uintuk grafik bisa dilihat di: http://www.monexnews.com/today-analysis/4383/emas-masih-bisa-melemah-lagi.htm

Emas Masih Bisa Melemah Lagi

Technical Outlook

Posted on

XAU/USD. Emas bergerak naik kemarin namun masih tidak dapat menembus ke atas area 1587, kami masih lebih memilih outlook bearish dalam jangka pendek menuju area 1552 sebelum menguji area 1545 atau bahkan area 1522. Kita membutuhkan penembusan ke atas area 1587 untuk memicu momentum bullish lanjutan menguji area 1627. Hanya break ke atas area 1627 yang dapat mengakhiri outlook bearish saat ini.

SELL XAUUSD 1590.00, SL 1596.00, TP 1571.00

EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 1.3170 sebelum menuju support trendline di sekitar area 1.3130. Bagaimanapun, dari perspektif jangka panjang, buy di sekitar garis bagian bawa channel bullish adalah ide bagus dengan stop loss ketat. Resisten terdekat ada di sekitar area 1.3250, break ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam
jangka pendek namun memerlukan break dan level penutupan harian setidaknya ke atas area 1.3340 untuk menghentikan fase koreksi bearish dan menjaga skenario bullish tetap berlaku.

USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek. Range penting harian ada di sekitar area 91.90 – 93.65, break ke atas area 96.65 dapat memicu tekanan bullish lanjutan menguji area 94.80. Untuk pergerakan turun, break dan level penutupan harian di bawah area 91.90 dapat memicu koreksi bearish lanjutan menguji support kunci pada area 91.15.

AUD/USD Tests Resistance, Intraday Outlook is Bearish

AUD/USD menguji area resistance di 1.0293 (Fibonacci 50%). Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli di chart 1 jam. Oleh karena itu, preferensi untuk hari ini adalah bearish terutama jika sinyal bearish terkonfirmasi di sekitar area resistance tersebut. Sasaran pergerakan bearish untuk hari ini adalah area support di 1.0255 atau 1.0220.

Bias intraday akan berubah menjadi bullish jika area resistance di 1.0293 – 1.0310 pecah. Jika itu terjadi – bukan saja hanya akan membatalkan skenario bearish di atas – AUD/USD diperkirakan akan bergerak naik ke kisaran 1.0332 – 1.0367.

 

AUDUSD 2-22-2013 8-32-07 AM
GBP/USD

GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek setelah ditunjukkan oleh kondisi oversold dari slow stochastic namun dari perspektif jangka panjang setelah harga menembus support trendline pada grafik mingguan menandakan potensi skenario bearish lanjutan namun memerlukan break ke bawah area 1.5200, untuk kembali menguji support kunci pada area 1.5100. Untuk pergerakan naik, break ke atas area 1.5350 dapat memicu tekanan bullish lanjutan menuju area 1.5470.

GBP/USD menguji area resistance di 1.5290 (Fibonacci 50%). Divergence terlihat pada stochastic 1 jam. Dengan demikian preferensi untuk hari ini masih tetap bearish dengan sasaran area support di kisaran 1.5205 – 1.5130. Bias intraday baru akan berubah menjadi bullish jika resistance di 1.5290 pecah yang kemungkinan besar akan mengangkat GBP/USD hingga ke kisaran 1.5374 – 1.5450.

 

GBPUSD 2-22-2013 8-32-38 AM

Fed’s Bullard Optimis Tingkat Pengangguran 6,5% Tercapai Tahun Depan

Tingkat pengangguran akan dapat turun di bawah 6,5% pada bulan Juni 2014, menurut Presiden St. Louis Federal Reserve Bank, James Bullard. Level tersebut telah ditetapkan Fed sebagai target untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Dalam sebuah pidato di New York University’s School of Business pada hari Kamis, Bullard mengatakan bahwa tingkat pengangguran merupakan sinyal kunci kesehatan pasar tenaga kerja, meskipun tetap dibutuhkan data lainnya untuk memutuskan pengetatan kebijakan. Pembuat kebijakan Fed sebelumnya telah mengatakan bahwa tingkat penganguran 6,5% tidak akan serta merta memicu kenaikan tingkat suku bunga, namun akan mendorong pembahasan tentang langkah potensial selanjutnya

 

 
 

Emas Rebound ?

Posted on

 

Gold

Pergerakan emas kembali melanjutkan pergerakan bearishnya hingga menyentuh level terendah untuk tahun ini dikisaran 1554.86. Secara teknikal pecahnya ares support dikisaran 1554.86 berpotensi memicu terjadinya akselerasi bearish menuju support 1539.78 hingga area 1530.45. Proyeksi tersebut juga diperkuat oleh kondisi CCI dan stochastic yang saat ini tengah mendakati area overbought. Namun waspadai rebound jangka pendek menuju area resistance dikisaran 1594.34 hingga 1603.67 jika resistance pada level 1569.94 berhasil di tembus oleh pergerakan harga.

 

 

 

 

Silver

Pergerakan harga perak pada grafik 1-jam terlihat membidik area support dikisaran 28.25 dimana pecahnya area support tersebut berpeluang memicu terjadinya pergerakan bearish lanjutan menuju area support dikisaran 27.92 hingga 27.56. Sementara itu, waspadai rebound menuju resistance 28.78 hingga 29.10 jika area support dikisaran 28.25 mampu bertahan dan sinyal bullish terbentuk pada area tersebut.

Tekanan Turun Emas Bisa Berlanjut Ke 1548 – 1522

Posted on

Harga emas sudah menembus downtrend channel-nya kemarin dan melanjutkan pelemahan ke area 1554 pagi ini. Tekanan turun masih membayangi pergerakan harga emas ini dan pelemahan lanjutan bisa terjadi ke area terendah 28 Juni 2012 di sekitar 1548 atau bisa lebih lemah ke area 1535. Sementara peluang rebound ke area retracement fibonacci 38,2% dari level 1554-1619 di sekitar area 1579.

Kali ini notulen rapat moneter bank sentral AS tanggal 29-30 Januari yang memberikan tekanan besar bagi penurunan harga emas. Notulen tersebut memberikan sinyal bahwa Fed mungkin akan lebih cepat menghentikan program stimulus yang saat ini sedang digulirkan. Dalam notulen menunjukkan bahwa beberapa pejabat Fed mulai meragukan keandalan QE3 untuk memulihkan ekonomi dan saat ini evaluasi terhadap program QE tersebut sedang berlangsung dan memungkinkan Fed menghentikan program berdasarkan hasil evaluasi tersebut tanpa menunggu perkembangan situasi tenaga kerja AS.

Ekspektasi penarikan stimulus membuat pelaku pasar menarik diri dari aset beresiko dan emas yang kenaikan harganya terbantu oleh stimulus sehingga nilai-nilai instrumen beresiko tersebut berguguran.

Tekanan turun yang besar terhadap emas saat ini bisa beresiko membawa emas menguji level terendah Desember 2011 di 1522.
SELL 1584.00, SL- $6, TP1 – 1550.00, TP2 – 1510.00

untuk grafik bisa dilihat di: http://www.monexnews.com/today-analysis/4378/tekanan-turun-emas-bisa-berlanjut-ke-1548.htm
Data ekonomi hari ini: http://www.monexnews.com/calendar/index.htm


 

Disclaimer:

Materi dalam tulisan ini hanya bersifat informasi saja dan bukan sebagai saran untuk melakukan trading atau investasi. Penulis dan PT Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap kerugian apapun dari pembaca atau pihak manapun yang menggunakan informasi dari tulisan ini