Bulan: Februari 2013

Analisa Emas 5 Februari 2013 ” Emas Masih Coba Menguat, Support di 1670 “

Posted on

Emas Masih Coba Menguat, Support di 1670

 

Harga emas mengalami pengautan semalam ke area 1677 dan kini berada di level resisten kemarin di 1673. Ketidakpastian politik di Spanyol dan Italia yang mengemuka kemarin, mendorong penguatan harga emas tersebut.

 

Namun demikian penguatan ini masih belum stabil karena terlihat pergerakan harga kembali tertekan setelah melakukan pergerakan ke area 1677 yang mengindikasikan seller masih berminat menjual saat harga rebound ke atas resisten. Penguatan lanjutan hari ini harus menunggu konfirmasi penembusan ke atas level resisten di sekitar 1675. Baru membuka potensi penguatan ke area 1681.

 

Sementara support terdekat di 1670. Penembusan area support ini bisa kembali mendorong harga melemah ke area 1660.

 

Untuk Grafik, bisa dilihat di: http://www.monexnews.com/today-analysis/4309/emas-masih-coba-menguat-support-di-1670.htm
Data ekonomi hari ini: http://www.monexnews.com/calendar/index.htm
SELL order still remain in 1678 – 1681, SL $5, TP 1660.00

 

Emas Masih Coba Menguat, Support di 1670

Technical Outlook 5 Feb 2013

Posted on

Technical Outlook

XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat berada dikisaran area 1683, break keatas area tersebut dapat memicu tekanan bullish lanjutan  menuju area 1700. Untuk sisi
bawahnya support terdekat berada di kisaran area 1663, break kebawah area tersebut dapat memicu tekanan bearish lanjutan menuju wilayah 1650

EUR/USD.  Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji ke area 1.3630, break keatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish menguji ulang ke wilayah 1.3720. Untuk sisi bawahnya, support terdekat masih dikisaran area 1.3490, break konsisten  kebawah lagi dapat memicu fase koreksi bearish menguji wilayah 1.3430. Namun selama harga masih diatas trendline support pada grafik perjam dan area 1.3340, secara keseluruhan  teknikal kami cenderung masih pilih bullish dan berbagai penurunan saat ini masih terlihat sebagai koreksi normal.

GBP/USD.  Bias  bearish dalam jangka pendek  namun kita butuhkan break & harga penutupan kebawah area 1.5700 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.5680-1.5660 dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat dikisaran area 1.5780, break kembali keatas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji ke area 1.5800 namun secara keseluruhan kami cenderung pilih skenario bearish selama harga masih dibawah wilayah 1.5880.

USD/JPY. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 93.50, sebelum menargetkan ke wilayah 93.90. Support terdekat terlihat dikisaran area 92.10, break kebawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji ke area 91.80 namun berbagai penurunan saat ini normal dan secara keseluruhan kami cenderung pilih bullish.

Weekly Outlook

Market mover pekan ini. Beberapa data penting bisa menjadi penggerak pasar pekan ini seperti data PMI aktivitas sektor jasa dari euro area, Inggris dan AS, data tingkat pengangguran dari Australia, data inflasi dari China, data penjualan ritel zona euro dan rapat kebijakan moneter Bank Sentral Australia, Inggris dan Eropa. Hasil yang positif dari data-data ekonomi tentunya akan menguatkan sentimen minat terhadap resiko.

XAU/USD atau harga emas  masih bergerak stabil di kisaran MA 200 grafik harian di kisaran  1660-an. Pola segitiga konsolidasi pun sudah terbentuk pada grafik mingguan. Emas telah  berkonsolidasi selam 5 minggu. Resisten terdekat berada di kisaran 1673. Penembusan resisten membuka peluang emas bisa kembali ke level 1683. Sementara penembusan 1660, membuka pelemahan yang lebih dalam ke area 1650.

Harga minyak mentah WTI berhasil menembus level $98 per barel pekan lalu. Peluang koreksi terbuka ke area 96.50an yang berperan sebagai level support melihat indikator stochastics (14, 3, 3)  dan RSI(14) pada grafik harian sudah berada di level  overbought. Dan bila level support ini bertahan, minyak bisa kembali mendekati area 98.20. Pelemahan di bawah 96.50 akan membuka pelemahan ke area 95.00.

EUR/USD  menguat hingga 1.37 pekan lalu. Dengan kondisi indicator stochastics dan RSI yang sudah memasuki level  overbought, terbuka peluang koreksi dalam jangka pendek paling tidak ke area 1.3540 (level fibonacci retracement 38.2% dari 1.3262-1.3710) dan bila level ini bertahan, euro masih berpeluang untuk mendekati level 1.37 lagi.

GBP/USD  masih mengalami tekanan penurunan yang kuat. Level 1.5674 kini menjadi level support. Penembusan level support ini bisa membuka peluang pelemahan lanjutan ke area 1.5570. Sementara potensi rebound hingga ke level fibonaci retracement 76.4% antara 1.5674-1.5878 di kisaran 1.5830.

USD/JPY terus menguat dan berhasil menembus level 92 pekan lalu. Pasang mata uang ini masih berpotensi mendekati level resisten psikologis di kisaran 95.00. Sementara potensi koreksi ke area 91.60 (level 50% fibonacci retracement dari 90.30-92.95).

USD/CHF masih berusaha menembus level MA 100 grafik mingguannya di 0.9088 dengan potensi target ke area 0.8920. Sementara potensi rebound ke area level fibonacci retracement 50% antara
0.9020-0.9388 di 0.9205.

AUD/USD  masih berkonsolidasi di sekitar area 1.0344-1.0589. Bila aussie berhasil  mempertahankan level supportnya di kisaran 1.0344, aussie berpeluang kembali ke area 1.0476.

Sekilas Market Awal pekan ini : Ekonomi Amerika Serikat Lambat, USD Kembali Jatuh.

Posted on

Ekonomi Amerika Serikat Lambat, USD Kembali Jatuh.

Pekan lalu ternyata bukanlah penutupan yang baik bagi dolar AS (USD) sebagai pembuka bulan di tahun 2013 ini.  Performa ekonomi Amerika Serikat yang membaik ternyata masih menyisakan keraguan bagi para investor akan kesehatan dan prospek perekonomian di negeri paman Sam ini.  Terpantau dolar index AS terpuruk dari angka tertinggi di 79.92 jatuh pekan lalu ke angka terendah 78.91.  Penurunan ini merupakan kelanjutan dari penurunan yang dimulai pada bulan November 2012 yang sempat mencapai angka tertinggi di 81.44 dan masih membentuk trend penurunan sampai saat ini.

Rapat FOMC menjadi salah satu penyebab dimana Federal Reserve mengumumkan akan berlanjutnya program stimulus dengan pembelian aset setiap bulan senilai $85 milyar.  Mengalirnya dolar AS pada sistim finansial Amerika akan melemahkan mata uang USD berdasarkan hukum supply and demand.  Ditambah lagi dengan memburuknya salah satu data ekonomi terpenting yaitu tingkat pengangguran yang memburuk.  Pasalnya, Federal Reserve berjanji untuk terus meneruskan program stimulus sampai tingkat pengangguran jatuh paling tidak ke angka 6.5%.   Pada kenyataan jumat kemarin pencapaian tingkat pengangguran yang diharapkan bertahan pada angka 7.8% ternyata semakin terpuruk ke angka 7.9% dan hanya ada 157.000 pekerjaan baru meleset dari harapan.  Banyak pihak yang bertanya bagaimana Federal Reseve akan mampu keluar dari quantitative easing yang sudah beberapa tahun ini terus menjadi senjata ekonomi AS.

Di sisi lain secara tidak disangka data consumer sentiment AS membaik di Januari 2013 seiring dengan tanggapan positif masyarakat AS terhadap “fiscal cliff” yang berhasil dihindari pada awal tahun.  Index consumer sentiment naik menjadi 73.8 dari 72.9 pada bulan Desember.

Sementara itu beralih ke Eropa , mata uang tunggal Euro mengalami kenaikan signifikan pada pekan lalu.  Berangkat dari level terendah pada harga 1.3413, EURUSD menembus 2 level resistance psikologis pada yaitu menembus harga 1.3500 dan 1.3600 dan mencapai harga tertinggi pada angka 1.3709 hanya dalam satu pekan.  Kenaikan ini merupakan kenaikan minggu ke 12 dimana EURUSD perlahan melakukan rally secara mingguan.  Euro kembali bergairah kembali setelah pada bulan November 2012 mencapai titik rendah pada 1.2661 dan sekarang sudah membukukan kenaikan lebih dari 1000 poin.

Keadaan ini tidak lain karena investor kembali melirik Euro sebagai pilihan setelah banyak pihak menilai bahwa rendahnya perekonomian Eropa sudah mencapai titik maksimum sehingga merupakan saat yang baik untuk masuk kembali ke dalam pasar Eropa.  Memang keadaan ini juga didukung oleh membaiknya perekonomian Eropa diberbagai sektor.  Namun demikian para pejabat Eropa dan pengamat ekonomi mengingatkan bahwa kenaikan ini bisa jadi hanya sebuah euforia semata oleh trader dan investor.  Secara real ekonomi Eropa masih rentan biarpun akhir-akhir ini membaik.  Krisis dengan skala seperti yang terjadi di Eropa diyakini tidak akan selesai hanya dalam waktu sekejap.

Inflasi zona Eropa turun ke rendahnya 2 tahun di Januari yang berpotensi bagi ECB untuk menurunkan kembali suku bunga pada tahun ini.  ECB saat ini menetapkan suku bunga pada angka 0.75% pada bulan Januari ini dan akan kembali mengadakan rapat pada 07 Pebruari 2013 untuk mendiskusikan tingkat suku bunga.  Menguatnya mata uang euro juga merupakan ancaman tersendiri bagi ekspor perusahaan-perusahaan eropa, apalagi Eropa mengandalakan kegiatan ekspor sebagai salah satu alat perbaikan ekonomi

Data Ekonomi Pekan ini  4 Feb 2013:

Market Amerika Serikat.

  • Factory Order.
  • ISM Non-Manufacturing PMI.
  • Crude Oil Inventories.
  • Unemployment Claims.
  • Preliminary Non-Farm Productivity.
  • Preliminary Unit Labor Cost.
  • Pidato FOMC Member.
  • Trade Balance.

Market Eropa:

  • Spanish Unemployment.
  • Spanish Services PMI.
  • Italian Services PMI.
  • Retail Sales.
  • German Factory Orders.
  • Frend 10 -yr Bond Auction.
  • German Industrial Production.
  • Minimum Bid Rate.
  • ECB Press Conference.

Market Inggris:

  • Construction PMI.
  • BRC Retail Sales Monitor.
  • Halifax HPI.
  • Service PMI.
  • Manufacturing Production.
  • Trade Balance.
  • Asset Purchase Facility.
  • Official Bank Rate.
  • MPC Rate Statement.
  • NIESR GDP Estimate.

Market Australia:

  • Building Approvals.
  • ANZ Job Advertisements.
  • Trade Balance.
  • HPI q/q
  • Cash Rate.
  • RBA Rate Statement.
  • Retail Sales.
  • Employment Change.
  • Unemployment Change.
  • NAB Quarterly Business Confidence.
  • RBA Monetary Policy Statement.

EURUSD

EURUSD melanjutkan rallynya mencapai harga high pada 1.3709 setelah naik hampir 300 poin hanya dalam satu pekan.  Lemahnya ekonomi Amerika Serikat dengan terpuruknya USD membawa Euro sebagai aset beresiko yang diminati banyak investor saat ini.  Ekonomi Eropa yang membaik ditambah dengan euforia memberikan energi tersendiri bagi EURUSD.

Posisi kami bagi EURUSD untuk pekan ini  adalah Bullish.  Kami melihat trend naik masih akan menguasai pergerakan EURUSD pada pekan ini.  Tingkat resistance yang harus ditembus sebelum melanjutkan rallynya adalah kisaran harga 1.3700 – 1.3710.  Jika ini dapat ditembus maka EURUSD akan kembali menemui resistance pada kisaran harga 1.3780.  pada level support kami melihat 1.3600 – 1.3590 akan menjadi tumpuan koreksi sementara EURUSD.  Jika support tersebut dapat ditembus maka, EURUSD akan kembali tertahan pada harga 1.3500 – 1.3490.

XAUUSD

Logam mulia atau gold sempat rally ke harga tertinggi di 1683.50 namun pada penutupan minggu harus menyerah dan mencapai level terendah pada harga 1652.15.  Rendahnya tingkat inflasi menyebabkan komoditas safe haven ini masih belum menemukan energinya untuk naik menembus 1700.00.

Posisi kami bagi XAUUSD untuk pekan ini adalah Netral.  XAUUSD kami perkirakan masih akan bergerak sideway seiring dengan menurunnya kebutuhan emas.  Namun demikian penurunan ini kami lihat sebagai potensi untuk masuk ke dalam posisi buy untuk mencari harga emas yang sedang diskon ini.  Pada level bahwa support terlihat kisaran harga 1652.00 – 1650.00 adalah support terdekat saat ini.  Setelah menembus level tersebut maka 1635.00 dan 1625.00 akan siap menahan XAUUSD pada perdagangan pekan ini.  Support pada harga 1635.00 pernah dicapai pada bulan Desember 2012 dan support 1625.00 pernah dicoba untuk ditembus pada Januari 2013 namun masih gagal sampai saat ini.  Seiring dengan tahuna baru Imlek maka harga Emas berpotensi untuk kembali bullish dengan kenaikan pembelian emas bagi perayaan besar tersebut.

GBPUSD

Pound di lain sisi harus menyerah pada pekan ini dan jatuh dari level tertinggi di 1.5878 dan turun mencapai level terendah pada 1.5674.  Penurunan ini adalah pelemahan minggu ke 5 setelah pada akhir Desember 2012 pound sempat rally ke harga tertinggi di 1.6379 dan membentuk trend bearish bagi perdagangan selanjutnya.

Posisi kami pada GBPUSD untuk pekan ini adalah Bearish.  Perekonomian Inggris masih terombang ambing dengan potensi kontraksi ekonomi yang akan menambah buruknya performa ekonomi Inggris, ditambah dengan masih belum jelasnya apakah Inggris akan keluar atau tetap bergabung dengan zona Eropa akan menambah beban serta sentimen negatif terhadap poundsterling.  Pemicu secara fundamental akan datag pada hari Kamis depan dengan adanya pengumuman tingkat suku bunga Inggris.  Sementara itu tingkat support terdekat akan ada berada pada harga 1.5600 dan setelah itu akan ada support pada area 1.5000 – 1.5490.  Sementara itu jika GBPUSD melakukan koreksi maka akan mendapat resistance pada harga 1.5795 dan selanjutnya resistance akan berada pada 1.5890.

AUDUSD

Dolar Australia juga mengalami penurunan minggu ke 3 setelah turun dari level high di 1.0474 dan mencapai harga terendah pada 1.0359.  AUDUSD turun dipengaruhi oleh turunnya data ekonomi manufaktur di China yang dirilis dibawah perkiraan.  Data PMI China memburuk ke level 50.4 tidak sesuai perkiraan awal yaitu pada angka 50.9.

Posisi kami bagi AUDUSD pada pekan ini adalah Netral.  Support pada kisaran harga 1.0360 – 1.0340 merupakan support penting yang dapat menopang AUDUSD pada pekan depan.   Jika support tersebut berhasil ditembus maka AUDUSD dapat merosot jauh ke level harga 1.0295  – 1.0285.  Namun demikian ekonomi Australia masih cenderung menunjukan optimisme serta manufaktur China biarpun memburuk tetapi masih di area angka 50.00 dimana kondisi ini adalah yang dikategorikan sehat.  Kami berharap AUDUSD dapat kembali bangkit pada pekan depan naik kembali diatas 1.0400.

Emas Terjaga Momentum Penguatannya, Support 1665

Posted on

Emas Terjaga Momentum Penguatannya, Support 1665

 

Data tenaga kerja AS Jumat malam sempat menerbangkan harga emas hingga $1682 per troy ons sebelum akhirnya terkoreksi hingga 1665.

 

Pagi ini emas membentuk kisaran antara 1665-1673. Momentum untuk menguat terlihat dari dorongan harga emas pagi ini ke area 1673. Penembusan level resisten 1673 akan membuka peluang penguatan menuju 1681.

 

Data tingkat pengangguran AS yang masih tinggi, 7,9%, mendorong kenaikan harga emas dan diperkirakan hasil data tersebut akan menjaga kenaikan harga emas di awal pekan ini.

 

Waspada support 1665. Pergerakan di bawah 1665, membuka peluang pelemahan ke area 1660.

SELL 1678.00 – 1680.00, SL $5 , TP 1670.00 – 1661.00

 

Untuk grafik, bisa dilihat di :http://www.monexnews.com/today-analysis/4303/emas-terjaga-momentum-penguatannya-support-1665.htm

 

Emas Terjaga Momentum Penguatannya, Support 1665

Emas Konsolidasi Jelang NFP, Support 1660

Posted on

Harga emas mengalami pelemahan dengan menembus level support 1673 semalam yang mengakibatkan pelemahan lanjutan yang dalam ke area 1657. Kini harga berkonsolidasi di sekitar 1660an menjelang data Non-farm Payrolls AS (20.30 WIB) dan data tingkat pengangguran AS (20.30 WIB). Buruknya data tenaga kerja AS bisa mendorong penguatan harga emas kembali dan sebaliknya.

Penembusan area 1660 bisa membuka pelemahan lanjutan ke area 1650 (sekitar level terendah 28 Januari 2013). Sementara penguatan kembali ke area 1670an harus menembus level resisten di 1666.

(Ariston Tjendra)

Technical Outlook

Posted on

Technical Outlook

XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek selama harga penutupan tidak menembus keatas MA 100 dikisaran 1665. Support terdekat terlihat dikisaran 1655, break kebawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju wilayah 1642. Untuk sisi atasnya, resisten terdekat terlihat dikisaran 1670, break keatas area tersebut dapat memicu momentum bullish lanjutan menuju area 1680.

EUR/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek menguji area 1.3600-1.3640, break konsisten lainnya diatas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lanjutan menuju wilayah 1.3790 dalam jangka panjang. Support terdekat terlihat dikisaran area 1.3525, break kembali kebawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek namun hanya break kebawah area 1.3480 yang dapat menggagalkan outlook bullish.

GBP/USD. Skenario false breakout seharusnya masih berlaku, namun dalam jangka pendek saat ini bias bullish menguji ke area 1.5825, dan perlu menembus area tersebut untuk memicu memicu fase koreksi bullish lanjutan untuk menuju ke wilayah 1.5895. Namun, hanya break & harga penutupan diatas 1.5990 seharusnya merubah tren utama kembali keatas. Untuk sisi bawahnya, support terdekat terlihat dikisaran area 1.5745-1.5715, break konstan lainnya kebawah area tersebut seharusnya merubah bias intraday kembali menjadi bearish menuju area kunci support di 1.5650.

AUD/USD. Bias netral dalam jangka pendek, diperkirakan bergerak dikisaran 1.0395-1.0490. Kita butuh break pada kedua sisi untuk dapatkan petunjuk yang jelas. Break & harga penutupan diatas 1.0490 seharusnya memicu tekanan bullish lanjutan dalam jangka pendek menguji area 1.0520 atau lebih tinggi dikisaran 1.0575. Untuk sisi bawahnya, hanya break kebawah kembali area 1.0395 yang akan lanjutkan skenario bearish untuk menguji ulang ke 1.0345 sebelum menuju ke 1.0150 dalam jangka panjang.

USD/JPY terus bergerak bullish pasca terkonfirmasinya pola bullish flag pada chart 4 jam, semakin mendekati resistance Fibonacci di 92.00 sejalan dengan analisis yang telah dipublikasikan pada tanggal 30 Januari lalu. Namun momentum bullish diperkirakan mulai berkurang seiring indikasi jenuh beli yang terlihat pada stochastic dan CCI 1 jam. Oleh karena itu, koreksi mungkin akan terjadi.

Perhatikan area support di 91.25 untuk mencari alternatif sinyal/pola bullish sebagai sinyal beli, seandainya koreksi terjadi ke area tersebut. Jika ada, rebound diperkirakan akan terjadi menuju 92.00. Berhati-hatilah jika support di 90.76 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias jangka menengah menjadi bearish dan berpotensi menekan USD/JPY hingga ke kisaran 90.61 – 90.03.

 

USD/JPY: Bergerak Bullish, Siap Dekati 92.00

EUR/USD saat ini masih berada dalam uptrend yang kuat, menguji resistance di 1.3616. Currency pair ini didukung pula oleh accelerating trendline di chart 1 jam. Preferensi untuk hari ini adalah bullish terutama jika resistance tersebut pecah. Jika itu terjadi, EUR/USD diperkirakan akan melanjutkan rally bullish hingga ke kisaran 1.3634 – 1.3655.

Di sisi lain, stochastic dan CCI 1 jam memperlihatkan indikasi jenuh beli. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk mewaspadai kemungkinan koreksi hari ini. Perhatikan area support di 1.3578 untuk mencari konfirmasi sinyal/pola bullish sebagai sinyal beli, seandainya koreksi terjadi ke area tersebut. Jika ada, rebound mungkin akan terjadi hingga ke kisaran 1.3598 – 1.3616.

Berhati-hatilah jika support di 1.3587 tembus karena hal tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi menekan EUR/USD hari ini ke kisaran 1.3558 – 1.3540.

EUR/USD: Trend Naik Masih Kuat, Uji Resistance Di 1.3616